Serba-serbi Upacara HUT 81 RI di Istana Merdeka

Wait 5 sec.

Purna Paskibraka Duta Pancasila 2025 Bianca Sultana Najwa (kanan) dan Aliah Sakira (kiri) membawa bendera pusaka dan naskah Proklamasi di atas kereta kencana Garuda Prabayaksa dari Monas menuju Istana Merdeka, Senin (17/8/2026). Foto: M Risyal Hidayat/ANTARA FOTOUpacara Hari Ulang Tahun (HUT) 81 RI di Istana Merdeka, Jakarta, berlangsung meriah, Senin (17/8). Upacara dihadiri sejumlah tokoh nasional. Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto bertindak selaku inspektur upacara.Prabowo Kenakan Baju Adat BetawiPresiden RI Prabowo Subianto memimpin Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi di Istana Negara, Jakarta, Senin (17/8/2026). Foto: YouTube/ Sekretariat PresidenDalam upacara tersebut, tampak Prabowo mengenakan pakaian adat Betawi Ujung Serong. Atasannya mengenakan beskap berwarna biru tua, ia juga mengalungkan melati.Begitu tiba, ia langsung menuju podium untuk memimpin jalannya upacara. Pasukan upacara sudah bersiap sebelum Prabowo tiba.Prabowo juga memimpin hening cipta untuk mengenang jasa para pahlawan sekaligus mendoakan masyarakat yang terdampak bencana alam di berbagai wilayah Indonesia.Prabowo mengajak seluruh peserta upacara mengheningkan cipta untuk mengenang perjuangan para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi kemerdekaan Indonesia."Saudara-saudara sekalian, marilah kita mengheningkan cipta mengenang jasa para pahlawan kemerdekaan bangsa, yang telah berkorban jiwa dan raga untuk kemerdekaan dan kehormatan bangsa Indonesia," kata Prabowo.Selain mengenang jasa para pahlawan, Prabowo secara khusus mengajak masyarakat mendoakan saudara-saudara sebangsa yang terdampak bencana alam."Serta, mendoakan saudara-saudara kita yang terdampak bencana alam, di Sumatera, NTT dan di wilayah-wilayah Indonesia lainnya," ujarnya.Gibran Datang Bersama KeluargaWapres Gibran Rakabuming tiba di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8/2026). Foto: Zamachsyari/kumparanWakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka menghadiri upacara detik-detik proklamasi di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (17/8).Gibran hadir mengenakan pakaian adat NTT tiba pada pukul 09.30 WIB.Terlihat Gibran didampingi oleh anaknya Jan Ethes dan istrinya Selvi Ananda yang mengenakan baju adat Dayak.Gibran dan keluarga disambut Menlu Sugiono dan Mensesneg Prasetyo Hadi. Tampak Gibran langsung memasuki lapangan upacara. Setelahnya upacara dimulai.Jokowi Hadir Didampingi KaesangPresiden RI ke-7 Joko Widodo menghadiri Upacara Detik-Detik Proklamasi di Istana Negara, Jakarta, Senin (17/8/2026). Foto: Zamachsyari/kumparanPresiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) yang mengenakan pakaian adat tiba sebelum Gibran, pada pukul 09.26 WIB. Terlihat ia diantar dengan buggy car yang kemudian disambut oleh Mensesneg Prasetyo Hadi dan Wamensesneg Juri Ardiantoro dan Bambang Eko.Terlihat Jokowi didampingi oleh putra bungsunya sekaligus Ketum PSI Kaesang Pangarep dan istrinya Erina Gudono. Tampak Jokowi didampingi Ma'ruf Amin dan JK memasuki lapangan upacara.Jokowi satu-satunya mantan Presiden RI yang hadir di Istana. Sementara, Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berhalangan hadir karena tengah menjalani tes kesehatan di Amerika Serikat.Sementara Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri memilih untuk memimpin upacara HUT RI di Sekolah Partai PDIP.Momen Prabowo Duduk Diapit Jokowi dan GibranMomen Presiden Prabowo Subianto diapit Presiden ke-7 RI Jokowi dan Wapres Gibran Rakabuming Raka di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8/2026). Foto: YouTube/ Sekretariat PresidenPresiden Prabowo Subianto menyaksikan atraksi pesawat yang ditampilkan oleh prajurit TNI dalam rangkaian upacara peringatan HUT 81 RI di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8).Tampak, Prabowo menyaksikan atraksi itu sambil duduk di halaman Istana Merdeka. Ia tampak memegang bendera Merah Putih berukuran kecil.Di samping kirinya, duduk Wapres Gibran Rakabuming Raka. Gibran juga tampak memegang bendera Merah Putih.Sementara, di sebelah kanan Prabowo ada Presiden ke-7 RI, Jokowi.Mereka tampak sesekali tersenyum kecil saat melihat atraksi berlangsung.Kehadiran Para Mantan WapresWapres ke-13 RI Ma'ruf Amin di Istana Merdeka,Jakarta Pusat, Senin (17/8/2026). Foto: Zamachsyari/kumparanPara mantan wakil presiden (wapres) RI hadir di acara Upacara Hari Ulang Tahun (HUT) 81 RI di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8).Wapres ke-13 RI Ma'ruf Amin datang bersama istrinya, Wury Estu Handayani. Keduanya tiba di Istana sekitar pukul 07.30 WIB.Tak lama setelah itu, Wapres ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK) dan istri, Mufida datang. Diikuti oleh Wapres ke-11 RI Boediono dan istri, Herawati.Saat tiba di area Istana, JK dan Boediono langsung masuk ke dalam ruangan tunggu.Ma'ruf memberikan pesan. Dia meminta implementasi program-program transformatif pemerintah terus diawasi agar tidak menyimpang dari tujuan yang telah ditetapkan. Menurutnya, pengawasan diperlukan untuk mencegah deviasi, penyimpangan, hingga korupsi.Ma'ruf menilai sejumlah program transformatif yang dibangun Presiden telah sesuai dengan cita-cita Proklamasi, yakni mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur."Program-program transformatif yang dibangun Presiden beberapa program transformatif itu sudah tepat sekali terhadap cita-cita Indonesia yang berkedaulatan adil dan makmur," kata Ma'ruf.Meski demikian, Ma'ruf mengingatkan agar implementasi program tersebut terus dipantau. Dia menekankan pentingnya memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai tahapan yang seharusnya dan mencapai sasaran."Hanya memang yang perlu diwaspadai dan monitor terus implementasinya. Supaya tidak terjadi deviasi, penyimpangan, supaya tidak ada korupsi, supaya juga tidak menyimpang dari tahapan-tahapan yang seharusnya," ujarnya.Selain soal implementasi program pemerintah, Ma'ruf juga berharap kerukunan di Indonesia terus dijaga. Dia berharap tidak ada gejolak yang dapat mengganggu jalannya pembangunan dan pencapaian cita-cita bangsa."Saya mudah-mudahan kita bisa menjaga kerukunan negara ini kita bisa memperkuat bingkai-bingkai kerukunan sehingga tidak ada gejolak yang bisa mengganggu," ujarnya.Istri Sukarno, Ratna Dewi, Hadiri Upacara di IstanaIstri ke-6 Presiden Soekarno, Ratna Sari Dewi Sukarno di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8/2026). Foto: Zamachsyari/kumparanRatna Sari Dewi Soekarno, istri keenam Presiden Soekarno, menghadiri Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8).Kehadiran Dewi Soekarno dalam upacara HUT ke-81 RI tersebut dikonfirmasi Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi.Prasetyo mengatakan, keluarga presiden dan wakil presiden terdahulu memang diundang dalam peringatan HUT Kemerdekaan RI setiap tahun. Namun, kehadiran mereka bergantung pada waktu dan jadwal masing-masing.“Memang setiap tahun kan kita sebenarnya, hampir seluruh keluarga presiden dan wakil presiden terdahulu, hanya memang tidak selalu di setiap tahun, beliau-beliau itu memiliki waktu atau jadwalnya bisa sesuai,” kata Prasetyo.Tahun ini, Dewi Soekarno kebetulan sedang berada di Indonesia dan berkunjung ke Jakarta. Hal tersebut membuatnya dapat menghadiri upacara di Istana.Ratna Sari kini tinggal di Shibuya, Tokyo, Jepang setelah sebelumnya berpindah-pindah di Eropa dan Amerika Serikat."Nah, tahun ini kebetulan Ibu Dewi Soekarno sedang berkunjung ke Indonesia dan beliau berkunjung ke Jakarta sehingga karena waktunya pas, kemudian beliau bisa hadir," ujar Prasetyo.Puan Kenakan Tenun NTTKetua DPR RI Puan Maharani menghadiri Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8/2026). Foto: Dok. IstimewaKetua DPR RI Puan Maharani menghadiri Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8). Dalam peringatan HUT ke-81 RI, Puan menekankan pentingnya menjaga persatuan, menegakkan keadilan, serta menghadirkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat.Puan hadir mengenakan kebaya modern berwarna putih dengan kain merah. Ia melengkapinya dengan selendang tenun khas Nusa Tenggara Timur (NTT) berwarna hitam sebagai simbol dukacita atas gempa yang melanda wilayah tersebut."(Mengenakan) kebaya modern. Ini (selendang tenun) NTT," kata Puan.Puan duduk di podium bersama Ketua MPR RI Ahmad Muzani dan Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin.Dalam momentum HUT ke-81 RI, Puan mengajak masyarakat memperingati kemerdekaan secara khidmat di tengah suasana duka akibat gempa NTT."Di peringatan Hari Kemerdekaan kali ini, bangsa Indonesia sedang berada dalam suasana keprihatinan atas bencana gempa bumi yang baru saja terjadi di NTT,” tutur Puan."Mari kita mendoakan para korban bencana, dan semoga pemulihan dapat sesegera mungkin di wilayah terdampak gempa NTT" lanjut mantan Menko PMK itu.Puan juga menekankan pentingnya keadilan dan persatuan sebagai bagian dari semangat kemerdekaan.Potret Dasco Kenakan Baju Adat AcehWakil DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad pakai busana Tradisional Adat Nangroe Aceh Darussalam. Foto: Instagram/ @sufmi_dascoWakil Ketua DPR RI sekaligus Ketua Harian Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, menghadiri upacara peringatan HUT ke-81 kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta pada Senin (17/8).Seperti para pejabat lainnya, Dasco datang memakai baju adat daerah yang ada di Indonesia. Kali ini, Dasco memilih baju adat dari Nanggroe Aceh Darussalam.Potret dirinya memakai baju adat itu pun diunggah Dasco di akun Instagramnya @sufmi_dasco. Di dalam foto itu, tampak Dasco berpose di depan kamera, lengkap dengan ornamen senjata khas adat Aceh di tangan kanannya."Busana tradisional adat Nanggroe Aceh Darussalam," ucap Dasco dalam keterangan foto tersebut.Titiek Soeharto Duduk Diapit Didiet dan AHYMomen Ketua Komisi IV DPR Titiek Soeharto duduk bersebelahan dengan Didiet Prabowo dan Menko Infra Agus Harimurti Yudhoyono di Upacara Peringatan HUT 81 RI di Istana Merdeka, Senin (17/8/2026). Foto: YouTube/ Sekretariat PresidenSejumlah pejabat negara menghadiri upacara peringatan HUT 81 RI di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8). Salah satu yang hadir di sana adalah Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi alias Titiek Soeharto.Tampak, Titiek mengenakan baju adat berwarna merah. Titiek duduk bersebelahan dengan putranya, Didiet Hediprasetyo. Didiet mengenakan setelan jas dengan dasi merah.Sementara, di sebelah kanan Titiek duduk Menko Infrastruktur yang juga Ketum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Di samping AHY, duduk kakaknya Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas yang mengenakan setelan jas hitam dengan dasi merah. Mereka terlihat sesekali mengobrol bersama.Paduan Suara Sekolah Rakyat TampilPaduan Suara Sekolah Rakyat Orkestra, yang tampil pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) 81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8/2026). Foto: Kemensos RISebanyak 100 siswa Sekolah Rakyat dari berbagai daerah di Indonesia mendapat kesempatan istimewa untuk hadir dan menjadi bagian dari perayaan kemerdekaan di Istana Merdeka. Mereka tampil membawakan lagu "Hari Merdeka" bersama Paduan Suara Nasional Gita Bahana Nusantara.Para siswa tampak antusias dan penuh keceriaan saat menyanyikan lagu-lagu kemerdekaan. Dengan mengibarkan aksesori bendera Merah Putih berukuran kecil, mereka tampil kompak mengenakan seragam safari Sekolah Rakyat lengkap dengan topi baret serta badge identitas sekolah.Dari 100 siswa yang tampil, tujuh di antaranya merupakan siswa berprestasi Sekolah Rakyat yang telah menorehkan prestasi di tingkat nasional. Mereka adalah Akbar Farrel Areva dari SRMA 13 Bekasi, Jawa Barat; Ajeng Irma Azil Liyah dari SRMA 7 Palembang, Sumatera Selatan; Agustina Ramadani dari SRMA Kota Samarinda, Kalimantan Timur; Zahira Al Zahra dari SRMP 18 Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat; Salwa Dzakila Asmar dan Fahrani Ramadhani dari SRMA 26 Makassar, Sulawesi Selatan; serta Ribka Elisabeth Rumpampam dari SRMA 29 Jayapura, Papua.Ketujuh siswa tersebut memiliki prestasi di berbagai bidang. Akbar meraih medali emas Olimpiade Tingkat Nasional OSSN Jenis Matematika. Ajeng meraih medali emas Tingkat Nasional Kompetensi Sains Nusantara (LKN). Agustina meraih medali perak Lomba Karya Tulis Ilmiah Tingkat Nasional.Zahira meraih medali emas Cabang Silat Tingkat Nasional dalam Kejuaraan Lomba Ariska Championship (LAC) Tahun 2026. Sementara Salwa dan Fahrani masing-masing meraih medali emas Olimpiade Nasional Indonesia 15 pada bidang Biologi dan Matematika. Ribka meraih Juara 3 Paduan Suara pada Festival Senandung Anak Bangsa.Penampilan di Istana Merdeka tersebut dipersiapkan melalui proses latihan yang dilakukan secara bertahap. Para siswa perwakilan Sekolah Rakyat telah berlatih selama Agustus di masing-masing daerah. Selanjutnya, latihan terpadu di Jakarta dilakukan sebanyak dua kali untuk memantapkan keserasian suara, harmoni, dan kekompakan sebelum tampil pada upacara HUT ke-81 RI.Salah satu siswa yang ikut tampil, Raisya Putri Ahmad dari SRT 4 DKI Jakarta, mengaku sangat bahagia mendapat kesempatan tampil di Istana Merdeka."Senang, bahagia, dan excited banget karena kapan lagi bisa ke sini," ujar Raisya.Menurut Raisya, ia bersama siswa lainnya menjalani latihan secara intensif selama sekitar dua minggu dan mengikuti gladi bersih sebanyak dua hingga tiga kali di lokasi.Kesempatan tampil di hadapan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto juga menjadi pengalaman yang sangat berharga. Raisya mengaku semakin percaya diri karena dapat menunjukkan kemampuan yang selama ini belum banyak diketahui."Di sini aku bisa tampil di depan semua orang dengan percaya diri. Terus bisa menunjukkan bakat aku yang selama ini terpendam," katanya.Sosok Savia, Sinden Cilik Disabilitas yang Tampil di IstanaSinden cilik disabilitas Savia Aulia Rahmawati di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (17/8/2026). Foto: Zamachsyari/kumparanSuara sinden cilik terdengar dalam rangkaian Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (17/8). Di balik penampilan tersebut, ada sosok Savia Aulia Rahmawati, remaja disabilitas yang membuktikan dirinya mampu berkarya di panggung kenegaraan.Savia, yang dikenal dengan nama Savia Sinden Cilik, tampil di hadapan ribuan orang dalam upacara peringatan HUT RI.Usianya akan genap 15 tahun pada Desember mendatang. Ia berasal dari Ciledug, Tangerang, Banten. Savia juga memiliki darah keluarga dari Yogyakarta, yakni Bantul dan Sleman, serta Wonogiri."Saya Savia Aulia Rahmawati, biasa dipanggil Savia atau biasa dikenal sebagai Savia Sinden Cilik. Umur saya nanti Desember 15 tahun," kata Savia usai tampil di Istana Merdeka.Kesempatan tampil dalam upacara kenegaraan itu datang setelah Savia dihubungi oleh event organizer (EO) yang bekerja untuk Istana."Kurang tahu kalau asal mulanya bagaimana, tapi saya dihubungi lewat EO dari Istana langsung," ujarnya.Bagi Savia, kesempatan tersebut menjadi pengalaman yang membanggakan. Terlebih, sebagai tunadaksa, ia ingin penampilannya menjadi bukti bahwa disabilitas tetap dapat berkarya dan menunjukkan kemampuan di berbagai panggung."Alhamdulillah seneng banget dan pastinya bangga, tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata, karena saya sebagai penyandang disabilitas bisa mewakili saudara-saudara saya yang disabilitas di luar sana untuk membuktikan bahwa disabilitas juga bisa berkarya tanpa batas," tutur Savia.Penampilan di Istana Merdeka pun menjadi pengalaman istimewa bagi Savia. Ia bahkan sempat bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto setelah rangkaian acara berlangsung.Namun, pertemuan tersebut berlangsung singkat. Savia mengatakan dirinya hanya sempat bertemu ketika berada di lapangan, sementara Presiden berada di bagian depan."Mohon maaf bertemunya hanya sebatas tadi di lapangan dan bapak di depan,' ujarnya.Meski tak sempat berbincang panjang, Savia mendapat gestur dari Presiden berupa acungan jempol."Iya dikasih jempol," kata Savia.Cerita Siswa Sekolah Rakyat Dapat Tanda Tangan SeskabJessie, siswi Sekolah Rakyat dapat tanda tangan Seskab Teddy Indra Wijaya. Foto: Dok. KemensosMungkin tak pernah terbayangkan bagi Jessie Nababan (18) bisa menginjakkan kaki ke Istana Merdeka, Jakarta. Siswa yang baru saja masuk ke Sekolah Rakyat DKI Jakarta ini, terpilih menjadi salah satu siswa penampil paduan suara pada upacara peringatan HUT ke-81 RI di Halaman Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8).Perempuan yang akrab disapa Jessie ini merupakan satu dari 100 siswa Sekolah Rakyat dari berbagai daerah di Indonesia yang mendapat kesempatan untuk hadir dan menjadi bagian dari perayaan kemerdekaan di Istana Merdeka. Mereka tampil membawakan lagu berkolaborasi dengan Paduan Suara Nasional Gita Bahana Nusantara.Di sela-sela menunggu acara dimulai, Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Teddy Indra Wijaya menyempatkan diri untuk menyapa dan memberikan motivasi kepada para siswa Sekolah Rakyat."Semangat ya adik-adik, senyum ya,' kata Teddy.Para siswa tampak antusias, Jessie salah satunya yang beruntung mendapatkan pesan tertulis dan tanda tangan dari Seskab Teddy. Pesan tersebut berisi kalimat motivasi: 'Untuk Jessie, terus belajar, bermimpi besar, sayangi orang tua.Jessie senang bisa mendapatkan kesempatan berharga tersebut, dia menjelaskan Sekolah Rakyat membuka kembali harapan dan mimpinya untuk meraih cita-cita, setelah 4 tahun terpaksa putus sekolah."Kalau untuk perasaannya, pasti senang banget sih Pak. Karena jujur, saya pernah putus sekolah selama 4 tahun. Dan saya kembali punya mimpi dan punya harapan, lewat Bapak Presiden Prabowo tentunya, lewat programnya Sekolah Rakyat," kata Jessie.Jessie berasal dari keluarga sederhana, bapaknya bekerja sebagai ojek online, sementara ibunya bekerja sebagai pengupas bawang. Dia bercerita sudah putus sekolah sejak Kelas 8 SMP karena keterbatasan ekonomi keluarga.Lebih jauh, Jessie menjelaskan bahwa selama 4 tahun putus sekolah, dia aktif pada kegiatan gereja. Sering kali, dia harus menyembunyikan statusnya yang sudah lama putus sekolah karena tidak percaya diri dan takut dibully.Namun sekarang, Jessie bisa berbangga diri karena telah masuk Sekolah Rakyat, dan bahkan berkesempatan tampil di hadapan Presiden Prabowo Subianto serta Seskab Teddy.