Suasana Universitas Negeri Padang, Sumatera Barat. Foto: Dok. kumparanUniversitas Negeri Padang (UNP) memberi penjelasan terkait mahasiswa baru yang berjalan jongkok saat memasuki lingkungan kampus. Mahasiswa itu tengah mengikuti Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB).Sekretaris UNP Erianjoni menegaskan, tindakan jalan jongkok tersebut bukan bentuk perpeloncoan tapi sanksi bagi maba yang terlambat. Sanksi yang diberikan telah diatur dalam kesepakatan dan peraturan kampus."Jadi mahasiswa baru ini terlambat. Jalan jongkok ini bukan perpeloncoan atau bentuk ospek, tapi sanksi," kata Erianjoni kepada wartawan, Kamis (20/8).Dalam peraturan tersebut, lanjut Erianjoni, sanksi bagi mahasiswa baru yang terlambat di antaranya push-up bagi laki-laki dan squat jump bagi perempuan."Karena menumpuk, yang terlambat banyak, ada 40 mahasiswa baru, makanya disuruh jalan jongkok saja. Sanksi yang diberikan sudah jelas di peraturan PKKMB UNP," imbuhnya."Sanksi ini bentuk menghargai bagi yang tidak terlambat. Sebagai bentuk ketegasan dan mengajarkan mahasiswa baru ini disiplin," sambung Erianjoni.Menurutnya, ada banyak faktor yang menyebabkan mahasiswa baru terlambat mengikuti PKKMB. Di antaranya, mahasiswa baru yang datang dari kampung halaman dan belum memiliki kendaraan."Ada juga yang belum terbiasa, karena pola kehidupan Gen Z ini sering begadang, bangun pagi susah. Makanya sanksi ada itu agar mereka disiplin," tuturnya.Erianjoni menegaskan, mahasiswa baru yang melakukan jalan jongkok tersebut hanya menempuh jarak sekitar 35-50 meter. Menurut dia, tindakan tersebut merupakan spontanitas mahasiswa senior."Karena ramai, mahasiswa senior meminta jalan jongkok saja semuanya," ungkapnya.