Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya (tengah) berada di atas kendaraan pawai saat mengikuti Karnaval HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Jalan MH Thamrin, Jakarta, Senin (17/8/2026). Foto: Fauzan/ANTARA FOTOSekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Teddy Indra Wijaya merespons narasi mengenai adanya aksi massa yang meneriakkan "Prabowo bedebah" pada demo di Bundaran HI, Selasa (18/8).Teddy mengatakan pada rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Istana Negara, antusiasme masyarakat sudah terlihat sejak dini hari. Warga mulai mengantre sejak pukul 02.00 WIB untuk memasuki kawasan Istana Merdeka."Sejak pukul 02.00 dini hari, masyarakat sudah mulai mengantre, sudah memakai pakaian adat daerah untuk memasuki Istana Merdeka. Tidak hanya dari Jakarta, tetapi juga dari berbagai daerah," tulis Teddy dalam unggahan akun Instagram @sekretariat.kabinet, Kamis (20/8).Bahkan, dia menyebut dirinya sempat menyapa langsung sejumlah warga yang datang dari berbagai daerah di Indonesia."Saya bahkan berkesempatan menyapa langsung warga yang datang dari Sulawesi, Sumatra, dan banyak provinsi lainnya," ujarnya.Menurut Teddy, lebih dari 150 ribu masyarakat hadir mengikuti rangkaian Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI dan Upacara Penurunan Bendera Sang Merah Putih di kawasan Istana Merdeka, serta panggung rakyat di Monas."Lebih dari 150 ribu masyarakat hadir mengikuti rangkaian upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia dan Penurunan Bendera Sang Merah Putih di kawasan Istana Merdeka, serta panggung rakyat di Monas," katanya.Antusiasme masyarakat, lanjut Teddy, berlanjut pada malam hari. Lebih dari 500 ribu warga memadati kawasan Monas hingga Bundaran Hotel Indonesia untuk menyapa Prabowo saat karnaval.Malam harinya, semangat yang sama terus menyala dengan kehadiran lebih dari 500 ribu warga di sepanjang Monas hingga Bundaran Hotel Indonesia," ucap Teddy.Teddy mengatakan ramainya masyarakat dalam perayaan HUT ke-81 RI menunjukkan semangat persatuan masyarakat dari berbagai daerah, latar belakang, dan generasi."Pemandangan ini kembali mengingatkan bahwa Merah Putih bukan sekadar bendera. Ia adalah pemersatu kita. Dari berbagai daerah, latar belakang, dan generasi, kita hadir dengan satu kebanggaan yang sama: Indonesia," tuturnya."Dirgahayu ke-81 Republik Indonesia. Mari terus menjaga persatuan dan mengisi kemerdekaan dengan karya terbaik untuk bangsa," sambung Teddy.