Ilustrasi Data Center. Foto: Gorodenkoff/ShutterstockPemerintah prefektur dan kota Akita, Jepang, mengumumkan akan melanjutkan proyek yang dipimpin oleh dua perusahaan IT untuk membangun pusat data kecerdasan buatan (artificial intelligent/AI).Dikutip dari Japan News, Sabtu (15/8), proyek pusat data AI tersebut akan menjadi salah satu pusat data terbesar di Jepang. Uni Emirat Arab dilaporkan telah menyatakan minat untuk berinvestasi dalam proyek tersebut.Duta besar UEA untuk Jepang, Shihab Al Faheem, beserta beberapa pejabat lainnya dijadwalkan mengunjungi prefektur tersebut pada pertengahan Agustus.Pemerintah daerah menyatakan harapan mereka bahwa proyek ini akan membantu menarik industri terkait dan sumber daya manusia di bidang AI ke daerah tersebut.Menurut pemerintah prefektur, proyek ini dipimpin terutama oleh S2 Co., sebuah perusahaan IT yang berbasis di Kota Akita yang menangani operasi pusat data, dan Bitgrit, Inc., sebuah perusahaan rintisan AI AS yang berbasis di UEA.Kawasan industri yang akan ditenagai oleh energi terbarukan di bagian utara Kota Akita, yang saat ini sedang dikembangkan oleh prefektur dan kota tersebut, telah diusulkan sebagai lokasi kandidat untuk pusat data.S2 mengatakan bahwa pusat data tersebut direncanakan akan memiliki total kapasitas penerimaan daya sebesar 500 megawatt (MW). Meskipun jangka waktu dimulainya konstruksi belum ditentukan, proyek ini bertujuan untuk memulai operasi pada awal tahun 2030-an.S2 mengatakan pihaknya bertujuan untuk menarik total investasi atau pembiayaan sebesar JPY 2 triliun dari berbagai sumber, termasuk pemerintah UEA dan Jepang. Perusahaan itu juga berencana mendirikan perusahaan khusus bersama Bitgrit pada akhir tahun ini untuk mengelola fasilitas tersebut.“Jika ini terwujud, Akita dapat berkembang menjadi kota terdepan untuk AI,” kata Presiden S2, Kohei Sudo.Proyek pembangunan ini dimulai melalui kolaborasi antara pemerintah kota, S2, dan Bitgrit. Mereka memulai diskusi terkait sekitar musim panas tahun lalu dan mencapai kesepakatan mengenai lokasi pusat data pada bulan Oktober. Pemerintah prefektur telah mendukung inisiatif ini.Pemerintah prefektur diyakini telah mengadakan pembicaraan dengan Kedutaan Besar UEA mengenai potensi investasi. Seorang pejabat pemerintah prefektur mengatakan mereka yakin bahwa UEA sangat mungkin akan berinvestasi dalam proyek tersebut.“Jika proyek ini terwujud, ini akan menjadi kesempatan bagi perusahaan-perusahaan untuk diundang ke bidang terkait dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya. Sebagai prefektur, kami akan melakukan segala yang kami bisa untuk mewujudkannya,” kata Gubernur Akita Kenta Suzuki.Duta Besar UEA untuk Jepang dan beberapa pejabat lainnya dijadwalkan mengunjungi prefektur tersebut pada 19 Agustus untuk bertemu dengan Suzuki dan Walikota Akita Jun Numaya, serta meninjau area sekitar Pelabuhan Akita. Pihak prefektur menyatakan ingin memajukan diskusi menuju penyelesaian perjanjian kemitraan komprehensif.“Kita akan dapat menikmati manfaat besar dalam hal pendapatan pajak properti, misalnya, [berkat proyek ini]. Kami berharap dapat melihat klaster industri terkait,” kata Numaya.