Berani Lawan Rasa Takut, Anak Fitri Tropica Juara Ice Skate Asia 2026

Wait 5 sec.

Fitri Tropica Gelar Ulang Tahun Pernikahan ke-10, Beri Kejutan ke suami, Irvan Hanafi. Foto: Aprilandika Pratama/kumparanRasa takut dan cemas sebelum bertanding merupakan hal yang wajar dialami anak. Ya, Moms, apalagi ketika mereka harus tampil di hadapan banyak orang atau mengikuti perlombaan yang menjadi pengalaman baru.Hal tersebut juga dirasakan oleh anak pertama Fitri Tropica, Sada Amina Hanara, saat mengikuti ajang Skate Asia 2026 di Malaysia.“She was afraid, but she did it anyway. Waktu Sada berhasil shyow shyow jalanin rangkaian programnya and gave her very best, di situlah kami merasa she had already won our hearts — jauh sebelum pemenang diumumkan, jauh sebelum medal dikalungkan. Because sometimes, the greatest win is not the medal you wear, but having the courage to face your fear,” tulis Fitri Tropica.Meski diliputi rasa takut, Sada tetap berusaha memberikan yang terbaik. Usahanya pun membuahkan hasil dengan meraih juara 1 kategori Technical - Pre Alpha dalam ajang internasional Skate Asia 2026 di Malaysia.Cemas Sebelum Bertanding Itu WajarIlustrasi anak takut. Foto: airdone/ShutterstockPengalaman Sada juga mengingatkan bahwa kemenangan anak tidak selalu tentang menjadi juara. Keberanian untuk menghadapi rasa takut dan tetap mencoba juga menjadi pencapaian yang penting.Psikolog Anak dan Keluarga Ruang Mekar Azlia, Dhisty Azlia Firnady, M.Psi, mengatakan bahwa rasa cemas merupakan hal yang wajar dirasakan anak.“Cemas adalah hal yang wajar dirasakan anak, karena kemampuan regulasi emosinya masih berkembang. Cemas juga menandakan bahwa kita sedang serius melakukan sesuatu,” jelasnya pada kumparanMOM beberapa waktu lalu.Cara Mendampingi Anak yang Cemas Sebelum BertandingKetika anak merasa cemas menjelang perlombaan, orang tua dapat membantu dengan memberikan rasa aman dan dukungan. Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan:1. Validasi EmosinyaJangan langsung meminta anak menghilangkan rasa takutnya. Orang tua bisa mengakui dan menerima emosi yang sedang dirasakan anak.Misalnya, “Kamu cemas ya? Wajar kok, namanya juga mau lomba.”2. Fokus pada UsahanyaAlih-alih hanya menanyakan hasil pertandingan, apresiasi usaha yang sudah dilakukan anak.Orang tua bisa mengatakan, “Apa pun hasilnya nanti, kamu sudah melakukan yang terbaik, Sayang.”3. Ingatkan KeberaniannyaBantu anak melihat bahwa keberaniannya untuk mencoba merupakan sebuah pencapaian.Misalnya, “Kamu hebat, karena sudah berani mau ikut lomba ini.”4. Tunjukkan DukunganYakinkan anak bahwa ia tidak harus menghadapi rasa cemas sendirian. Orang tua bisa mengatakan, “Cemas itu wajar, kita hadapi bersama, ya.”Pada akhirnya, kemenangan anak bukan selalu soal medali yang berhasil dibawa pulang. Keberanian untuk menghadapi rasa takut, mencoba, dan memberikan yang terbaik juga merupakan kemenangan yang patut diapresiasi, Moms.