BorneoFlash.com, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan karhutla di Kalimantan mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat dan pelaku usaha di sejumlah wilayah. Pemerintah juga memperkuat penanganan untuk mencegah kebakaran meluas.“Ya tentu dampak perekonomian di wilayah tersebut karena kegiatan ekonomi kan terganggu. Plus perlu ada penanggulangan terhadap karhutla tersebut,” kata Airlangga saat ditemui di kantornya di Jakarta, Jumat.Airlangga mengatakan pemerintah kini fokus menangani karhutla karena Indonesia mulai menghadapi fenomena El Nino yang meningkatkan risiko kebakaran saat kondisi semakin kering.“Ya kan sekarang kita sedang perangi karhutla, karena memang dalam situasi seperti sekarang kan sudah masuk ke El Nino. Jadi ada beberapa hal yang harus diselesaikan,” ujarnya.Sebelumnya, pemerintah mengerahkan 12.880 personel gabungan untuk menangani karhutla di Kalimantan. Pemerintah juga membangun dan mengaktifkan sumur bor di sejumlah wilayah prioritas untuk menambah sumber air.Pemerintah memusatkan penanganan di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan. Petugas melakukan patroli, memantau titik panas, memadamkan api, membasahi area terbakar, dan mendinginkan lokasi untuk mencegah api kembali muncul.Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Kehutanan Ristianto Pribadi mengatakan pemerintah menjalankan operasi bersama aparat keamanan, petugas pemadam, pelaku usaha, relawan, dan masyarakat.Pemerintah menempatkan 1.410 personel di Kalimantan Barat, 10.700 personel di Kalimantan Tengah, dan 770 personel di Kalimantan Selatan.Petugas melakukan patroli terpadu, memeriksa lokasi, memadamkan api, membasahi dan mendinginkan area terbakar, melakukan penyekatan, serta menjaga kawasan yang rawan terbakar.Pemerintah juga mengoperasikan posko terpadu untuk menentukan lokasi prioritas serta mengarahkan personel dan peralatan ke titik yang membutuhkan penanganan.“Kami tidak hanya memadamkan api, tetapi juga membasahi dan mendinginkan area terbakar agar api tidak kembali muncul,” kata Ristianto.Untuk mendukung operasi, pemerintah menyiapkan kendaraan, pompa, selang pemadaman, tangki fleksibel, alat komunikasi, dan alat pelindung diri. Pemerintah juga mengerahkan helikopter patroli, pesawat patroli sayap tetap, dan helikopter pengebom air.Pemerintah membangun dan mengaktifkan sumur bor di sejumlah wilayah prioritas karena kondisi kering mengurangi ketersediaan air permukaan.Sumur bor tersebut membantu petugas memperpendek jarak pengambilan air dan mempercepat pengisian peralatan pemadaman. Langkah ini penting untuk menangani karhutla di lahan gambut karena bara api dapat bertahan di bawah permukaan dan kembali memicu kebakaran jika petugas tidak membasahi area secara menyeluruh. (*)