Headline E-Paper BorneoFlash.com Edisi Senin 17 Agustus 2026: Gempa M 7 Guncang NTT, 38 Orang Tewas dan Warga Masih Terjebak di Reruntuhan

Wait 5 sec.

BorneoFlash.com, JAKARTA – Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7 mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) dan menimbulkan korban jiwa serta kerusakan di sejumlah wilayah. Hingga Sabtu (15/8/2026) sore, BNPB mencatat 38 orang meninggal dunia, sementara sejumlah warga masih dilaporkan terjebak di dalam bangunan.Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan tim gabungan kini memprioritaskan pencarian dan pertolongan terhadap warga yang masih terjebak di reruntuhan.“Di samping korban yang tadi kami laporkan, masih ada beberapa masyarakat yang disinyalir masih memerlukan pertolongan. Ada yang terjebak di beberapa bangunan. Ini menjadi sasaran awal dari tim penanganan bencana, tim gabungan,” kata Suharyanto dalam konferensi pers yang disiarkan melalui YouTube BNPB, Sabtu (15/8/2026).Tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, serta unsur terkait lainnya dikerahkan untuk melakukan pencarian dan evakuasi.BNPB mencatat selain 38 korban meninggal dunia, terdapat dua orang mengalami luka berat dan 11 orang luka ringan. Sekitar 2.000 warga juga dilaporkan mengungsi secara mandiri.“Korban terdampak yang pertama adalah korban jiwa. Sampai dengan pukul 15.00 sore ini, terdata ada 38 jiwa yang meninggal dunia,” ujar Suharyanto.Jalur Transportasi TergangguGempa juga berdampak terhadap akses transportasi di sejumlah wilayah NTT. Beberapa ruas jalan dilaporkan tertutup longsor sehingga menghambat proses evakuasi dan distribusi bantuan.Suharyanto mengatakan Kementerian Pekerjaan Umum telah mengerahkan personel dan peralatan untuk membuka kembali jalur transportasi yang terdampak.“Jalur-jalur transportasi, jalur-jalur komunikasi, ini juga yang tahap berikutnya yang akan dipulihkan. Memang dilaporkan bahwa ada beberapa jalan yang tertutup longsor,” katanya.Untuk mengantisipasi wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur darat, BNPB menyiapkan dukungan transportasi udara berupa dua helikopter dan satu pesawat Caravan. TNI, Polri, dan Basarnas juga menyiapkan armada apabila dibutuhkan.Namun, jumlah armada yang akan dikerahkan masih menunggu hasil asesmen kondisi di lapangan.Komunikasi Jadi KendalaBNPB juga mengantisipasi kemungkinan terganggunya jaringan komunikasi di wilayah terdampak. Perangkat komunikasi cadangan, termasuk Starlink, disiapkan untuk mendukung koordinasi tim di lapangan.“Sampai sekarang memang belum dapat laporan apakah sinyal HP, kemudian telepon, apakah ini terganggu. Tetapi tentu saja kami juga menyiapkan alat komunikasi cadangan,” kata Suharyanto.BNPB bersama pemerintah daerah dan unsur terkait juga sepakat segera mengaktifkan Posko Penanggulangan Bencana sebagai pusat koordinasi penanganan pascagempa.Sementara itu, Kapolda NTT Irjen Pol Rudi Darmoko memerintahkan seluruh Kapolres di wilayah terdampak untuk turun langsung bersama stakeholder terkait.“Kondisi sampai saat ini kita masih melakukan evakuasi. Kita telah memerintahkan seluruh Kapolres yang wilayahnya terdampak gempa ini untuk melakukan evakuasi bersama stakeholder terkait,” ujar Rudi.Ia mengatakan keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama. Pendataan korban dan kerusakan masih berlangsung karena sejumlah wilayah mengalami kendala komunikasi.“Jadi kita utamakan penyelamatan dulu, sedangkan untuk data-data kami masih menghimpun karena masih terkendala dengan masalah komunikasi,” katanya.Rudi juga berencana menuju sejumlah wilayah terdampak untuk melihat langsung proses penanganan. Namun, rencana tersebut masih menyesuaikan kondisi penerbangan karena beberapa bandara di Pulau Flores belum memungkinkan untuk didarati pesawat.Peringatan Tsunami BerakhirDi sisi lain, Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kupang Arief Tyastama menyampaikan bahwa peringatan dini tsunami akibat gempa tersebut telah berakhir.Peringatan dini tsunami IV atau pengakhiran dikeluarkan pada pukul 07.30 WIB atau 08.30 Wita. Dengan demikian, peringatan dini berakhir setelah berlangsung sekitar 2 jam 31 menit 30 detik sejak gempa terjadi.Meski peringatan dini tsunami telah berakhir, masyarakat tetap diimbau mengikuti informasi resmi BMKG serta mematuhi arahan petugas di lapangan.Hingga Sabtu sore, proses pencarian, evakuasi, pendataan korban, serta pemulihan akses transportasi dan komunikasi masih terus dilakukan oleh tim gabungan di sejumlah wilayah terdampak. (*)