Pemkot Balikpapan Targetkan 100 Rumah BSPS Rampung Oktober 2026

Wait 5 sec.

BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan terus mempercepat pelaksanaan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), untuk membantu masyarakat memiliki hunian yang lebih layak dan sehat.Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo meninjau langsung progres pembangunan tiga unit rumah penerima BSPS di Jalan Selili RT 42, Kelurahan Manggar, Kecamatan Balikpapan Timur, pada Kamis (20/8/2026).Program BSPS tahun 2026 menyasar 100 unit rumah yang tersebar di seluruh kecamatan di Kota Balikpapan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 20 unit telah direalisasikan melalui kolaborasi Pemkot Balikpapan dengan Polda Kaltim dan Polresta Balikpapan dalam rangka Hari Bhayangkara.Sementara itu, 80 unit lainnya saat ini masih dalam proses pengerjaan. Berdasarkan hasil pemantauan, sebanyak 55 unit telah berjalan dan ditargetkan seluruh pembangunan rampung pada Oktober 2026.Bagus mengatakan, program BSPS merupakan bentuk kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat. Pemerintah memberikan stimulus, sementara penerima bantuan turut berswadaya dalam proses pembangunan rumah.“Ini ada kolaborasi antara pemerintah dengan warga yang mendapatkan bantuan. Jadi bukan hanya bantuan rumah, tetapi masyarakat juga ikut terlibat langsung dalam pengerjaannya,” ujar Bagus. lihat foto Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo meninjau langsung progres pembangunan tiga unit rumah penerima BSPS di Jalan Selili RT 42, Kelurahan Manggar, Kecamatan Balikpapan Timur, pada Kamis (20/8/2026). Foto: BorneoFlash.com/Niken SulastriSetiap penerima memperoleh bantuan sebesar Rp30 juta. Anggaran tersebut terdiri atas Rp27 juta material bangunan yang digunakan untuk Atap, Lantai dan Dinding (Aladin). Sedangkan Rp3 juta untuk upah. Komponen upah diberikan kepada pemilik rumah, agar penerima manfaat juga memperoleh manfaat ekonomi dari proses pembangunan.Dalam peninjauan tersebut, Bagus juga menekankan pentingnya keseragaman kualitas dan standar rumah yang dibangun. Menurutnya, BSPS tidak sekadar memperbaiki kondisi fisik rumah, tetapi juga harus memenuhi aspek kesehatan dan kenyamanan penghuni.Ia mencontohkan rumah yang memiliki pencahayaan cukup, sirkulasi udara baik, pintu dan jendela memadai, serta konstruksi yang sesuai standar rumah sehat.“Kita berharap ada keseragaman. Rumah yang dibangun harus memperhatikan pencahayaan, sirkulasi udara dan aspek kesehatan, sehingga masyarakat yang menghuninya juga ikut sehat,” katanya.Untuk memastikan bantuan yang menggunakan APBD Kota Balikpapan berjalan sesuai perencanaan, Pemkot Balikpapan menyiapkan delapan pengawas yang turun ke lapangan. Mereka bertugas memantau progres, memberikan masukan, sekaligus mendampingi masyarakat selama proses pembangunan.Bagus menambahkan, penerima BSPS  ditentukan berdasarkan hasil asesmen dan penilaian terhadap kondisi rumah serta kelayakan penerima. Karena itu, penerima bantuan tersebar di seluruh kecamatan dan tidak ditentukan berdasarkan wilayah tertentu.Pemkot Balikpapan juga berencana memperluas cakupan program tersebut pada 2027. Jika pada 2026 jumlah penerima mencapai 100 unit, tahun depan Pemkot Balikpapan telah mengusulkan peningkatan menjadi 250 unit. lihat foto Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo meninjau langsung progres pembangunan tiga unit rumah penerima BSPS di Jalan Selili RT 42, Kelurahan Manggar, Kecamatan Balikpapan Timur, pada Kamis (20/8/2026). Foto: BorneoFlash.com/Niken Sulastri“Tahun 2027 sudah kita usulkan 250 unit. Mudah-mudahan setiap tahun bisa bertambah, sehingga manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat,” kata Bagus.Ia berharap dukungan anggaran daerah maupun transfer ke daerah dapat semakin optimal, sehingga pemerintah memiliki ruang fiskal yang lebih besar untuk memperluas program-program yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.Dengan percepatan pengerjaan 80 unit yang tersisa, Pemkot Balikpapan menargetkan seluruh 100 unit BSPS tahun 2026 dapat diselesaikan sesuai target pada Oktober mendatang. (*)