Dewan Penasihat Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Ma'ruf Amin memberikan keterangan pers terkait pertemuan dengan sejumlah ulama sepuh NU di Gedung PBNU, Jakarta, Kamis (20/8/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparanWakil Presiden ke-13 RI Ma’ruf Amin meyakini pemerintah tidak akan ikut campur dalam pelaksanaan Muktamar NU ke-35 yang akan digelar pada 27-31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.“Dan juga jangan sampai ada Muktamar itu diwarnai oleh seperti adanya pihak-pihak pengaruh oleh pihak tertentu, ya dari isu isu istana misalnya. Saya yakin, kita yakin bahwa pemerintah tidak akan melakukan hal itu,” kata Ma’ruf usai memimpin pertemuan tertutup sejumlah ulama sepuh NU di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Kamis (20/8).Ma’ruf mengatakan pemerintah selama ini tidak mencampuri persoalan internal NU. Menurutnya, berbagai persoalan di tubuh NU seharusnya diselesaikan secara internal melalui mekanisme islah.“Karena mereka (pemerintah) selama ini selalu kalau masalah NU tidak pernah ikut campur, supaya diselesaikan lewat seperti waktu konflik adanya masa yang lalu, mereka tidak mengambil tapi penyelesaiannya dilakukan melalui islah secara internal,” ujarnya.Ia juga menyebut mendapat informasi bahwa pemerintah tidak akan mendukung salah satu pihak dalam Muktamar ke-35.“Maka di dalam juga Muktamar ini, yang kami dengar, mereka juga tidak akan ikut mendukung satu pihak, tetapi menyerahkan kepada NU,” kata Ma’ruf.Ma’ruf: Kalau Ada, Bukan Kebijakan PemerintahDalam kesempatan itu, Ma’ruf menegaskan keyakinannya bahwa pemerintah tidak akan terlibat dalam dinamika Muktamar.“Jadi kalaupun ada oknum itu, itu mungkin belum tentu itu kebijakan pemerintah ya, kita katakan begitu,” kata Ma’ruf.Ia meminta seluruh pihak menghindari tindakan yang dapat mencederai proses Muktamar.“Karena itu, jangan ada itu, tidak boleh ada itu. Ya, itu seruan kepada semua pihak untuk menghindari hal-hal yang mencederai,” ujarnya.