BorneoFlash.com, JOMBANG - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyiapkan enam helikopter sebagai ambulans udara untuk membantu pasien, terutama pasien gawat darurat di daerah terisolasi.Budi mengatakan Kemenkes belajar dari penanganan korban gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang banyak mengalami patah tulang dan membutuhkan penanganan medis cepat. Karena itu, Kemenkes berkoordinasi dengan Basarnas, Polri, dan TNI untuk mengirim dokter dan mengevakuasi pasien ke rumah sakit."Sepanjang perjalanan itu harus dirawat cepat. Kalau tidak, bisa infeksi dan muncul berbagai penyakit. Rumah sakitnya bisa 5 sampai 6 jam. Jadi, kami bekerja sama dengan Basarnas, Polri, dan TNI," kata Budi saat mengunjungi Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, Kamis.Menurut Budi, keenam helikopter tersebut dapat membawa dokter ke lokasi terisolasi dan mengevakuasi pasien ke rumah sakit untuk menjalani tindakan medis, termasuk operasi.Kemenkes juga membangun dua rumah sakit mobile atau rumah sakit lapangan di NTT. Fasilitas tersebut memungkinkan tim medis melakukan tindakan medis, termasuk operasi, secara langsung.Budi menjelaskan Kemenkes akan menggunakan ambulans udara untuk menangani kondisi darurat medis, terutama di daerah terdepan, tertinggal, dan terluar (3T).Kemenkes juga sudah menjalankan program ambulans udara di Papua. Kemenkes akan memperluas dan menata layanan tersebut untuk menjangkau daerah terpencil yang jauh dari rumah sakit dan membutuhkan penanganan medis darurat."Memang tidak semua lokasi membutuhkan, tetapi lokasi-lokasi yang remote dan membutuhkan layanan kesehatan emergency serta jauh dari rumah sakit perlu kami fasilitasi," ujarnya. (*)