Kapal ADRI-XCII BM yang mengirimkan bantuan ke korban bencana gempa bumi NTT, di Satuan Angkutan Air (Sat Angair) Pusbekangad, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (19/8/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparanTNI Angkatan Darat (AD) mengirim Kapal ADRI-XCII BM untuk membantu penanganan korban gempa bumi 7,7 magnitudo yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8).Kapal tersebut membawa logistik, kendaraan operasional, fasilitas kesehatan, hingga personel medis untuk mendukung kebutuhan warga terdampak bencana.Pantauan kumparan di lokasi, Kapal ADRI 92 mulai bergerak dari Satuan Angkutan Air Pusbekangad, Tanjung Priok, Jakarta Utara, sekitar pukul 18.17 WIB. Kapal direncanakan tiba di wilayah NTT sekitar tiga hari setelah keberangkatan.Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mengatakan pengiriman bantuan dilakukan setelah pihaknya terus memantau perkembangan kondisi korban bencana dari waktu ke waktu.“Jadi kami dari Angkatan Darat sebetulnya dari jam ke jam terus memantau perkembangan di sana,” kata Maruli saat melepas keberangkatan kapal, Rabu (19/8).KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menberikan keterangab mengenai Kapal Rumah Sakit TNI AD atau Kapal ADRI-XCII BM yang mengirimkan bantuan ke korban bencana gempa bumi NTT, di Satuan Angkutan Air Pusbekangad, Jakarta Utara, Rabu (19/8/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparanMaruli mengatakan bantuan yang dikirim tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan awal korban. TNI AD juga menyiapkan kebutuhan untuk penanganan dalam beberapa bulan ke depan.Ia menilai penanganan bencana membutuhkan waktu panjang sehingga bantuan tidak bisa hanya diberikan sekali.“Dalam menghadapi bencana ini kita selalu harus punya napas panjang. Kalau cuma one hit kirim selesai, penderitaan saudara-saudara kita akan terus berlanjut dalam beberapa bulan ke depan,” ujarnya.Kapal tersebut membawa sekitar 70 ton bahan makanan, perlengkapan, dan bahan bakar minyak (BBM). Di antaranya 32,5 ton beras, 500 kilogram gula, 4.000 botol minyak goreng ukuran 1 liter, 1.140 dus mi instan, 1.997 dus susu bayi, serta 672 dus bubur bayi.Selain itu, TNI AD mengirim 330 dus pembalut wanita, 710 dus pampers, 1.000 dus air minum kemasan, 5.000 paket ransum tempur, 28 karung pakaian layak pakai, serta 12.000 liter BBM yang terdiri dari pertalite, Pertamina Dex, dan biosolar.KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak saat melepas Kapal ADRI-XCII BM untuk mengirimkan bantuan ke korban bencana gempa bumi NTT, di Satuan Angkutan Air (Sat Angair) Pusbekangad, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (19/8/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparanSementara untuk menunjang operasional di lapangan, kapal juga membawa 2 unit ambulans dan 5 unit truk berkapasitas 2,5 ton.“Makanya salah satu yang kita kirim ini, ini truk. Kita kirim lima truk di sini supaya lebih mudah mobilitas,” kata Maruli.Bantuan lainnya berupa 100 tandon air berkapasitas 1.100 liter, 13 set genset 2,5 KVA, 30 set tenda serbaguna, serta 900 set veldbed atau tempat tidur lapangan.Kapal Dilengkapi Fasilitas RSADRI 92 juga membawa fasilitas rumah sakit kapal yang disiapkan untuk mendukung pelayanan kesehatan korban bencana selama 20 hari ke depan.Terdapat 2 dokter dan 6 perawat yang akan bertugas di fasilitas kesehatan tersebut. Kapal juga memiliki 8 tempat tidur pasien serta 66 tempat tidur untuk pelayanan rawat jalan, dilengkapi alat kesehatan dan obat-obatan.“Di sini juga ada fasilitas rumah sakit dan ada dua dokter beserta delapan tenaga medis yang ada di kapal. Kalau nanti mereka memang memerlukan perawatan di kapal, kami akan lakukan. Kalau memang mereka harus terjun, mereka akan terjun. Jadi tergantung kondisinya nanti di sana,” ujar Maruli.Selain personel medis yang dibawa kapal, TNI AD sebelumnya telah mengirim dokter dan petugas kesehatan dari rumah sakit Kodam ke wilayah terdampak2.253 Personel TNI AD DikerahkanDalam penanganan bencana di NTT, Maruli menyebut TNI AD telah mengerahkan sekitar 2.253 personel dari Bali dan Kupang.Jumlah tersebut belum termasuk personel dari TNI Angkatan Udara dan TNI Angkatan Laut. Secara keseluruhan, Ia memperkirakan terdapat sekitar 5.000 personel TNI yang berada di wilayah terdampak.“Kami sudah kerahkan dari Bali dan dari Kupang. Sekarang kita ada 2.253 personel kita di sana. Sementara ini disampaikan masih sudah cukup, belum yang dari Angkatan Udara dan Angkatan Laut. Kalau tidak salah sampai ada 5.000-an kita di sana,” tuturnya.Maruli juga memastikan distribusi bantuan akan diupayakan menjangkau wilayah yang sulit diakses. Salah satu caranya dengan mengirimkan lima truk melalui kapal untuk membantu mobilitas distribusi logistik di lapangan.Alat Berat-Air Akan DisiapkanLebih lanjut Ia mengatakan TNI AD juga terus mengevaluasi kebutuhan alat berat. Namun, berdasarkan informasi sementara dari lapangan, tambahan alat berat belum diperlukan karena peralatan yang tersedia dinilai mencukupi.“Kita akan pastikan itu semua,” tegasnya.Selain itu, Maruli mengatakan kebutuhan air juga menjadi salah satu perhatian TNI AD. Pihaknya akan mengevaluasi titik-titik yang memungkinkan untuk dilakukan pengeboran air sehingga sumber tersebut dapat digunakan warga secara berkelanjutan.“Saya meyakini di daerah-daerah bencana ini juga pasti mereka kesulitan air. Kami akan segera memulai di titik mana kita akan bor nantinya dan itu juga akan digunakan oleh mereka secara berkelanjutan setelah bencana ini,” katanya.Maruli mengatakan apabila ada wilayah yang belum terjangkau bantuan, masyarakat diminta menyampaikan posisi atau lokasi mereka agar dapat segera ditindaklanjuti.“Kalau ada informasi seperti itu, usahakan mereka memberikan posisinya, kita akan segera bantu,” katanya.Terkait kondisi pengungsian, Maruli menyebut sebagian warga terdampak memilih tinggal di rumah kerabat atau saudara. Menurutnya, kondisi tersebut salah satunya dipengaruhi tingginya solidaritas masyarakat di wilayah Flores yang sudah berulang kali menghadapi bencana.