Seorang model memperagakan karya desainer di panggung runway Jogja Fashion Week (JogFW) 2026. Foto: Pandangan Jogja/Gracetika JP.Jogja Fashion Week (JogFW) 2026 mencatat transaksi mencapau Rp2 miliar selama empat hari penyelenggaraan pada 13–16 Agustus 2026. Nilai tersebut berasal dari aktivitas 158 brand dalam pameran serta pesanan langsung terhadap karya desainer yang tampil di runway.Capaian itu tercatat ketika pameran masih menyisakan sekitar lima jam sebelum penutupan. Asisten Project Manager JogFW 2026, Bryan Wildenar Saha mengatakan nilai transaksi tahun ini sementara masih berada di kisaran capaian tahun sebelumnya. Namun, angka final masih berpotensi bertambah setelah seluruh transaksi dihitung."Kurang lebih secara transaksi hampir sama di dengan tahun lalu dengan menyisakan masa pameran kurang lebih 5 jam lagi," kata Bryan.Asisten Project Manager JogFW 2026, Bryan Wildenar Saha. Foto: Pandangan Jogja/Ike Kirana.Selain transaksi, JogFW 2026 mencatat sekitar 15.000 pengunjung selama empat hari. Jumlah tersebut menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi dalam ajang fesyen tidak hanya ditopang oleh pelaku industri, tetapi juga oleh arus pengunjung yang datang ke area pameran dan pertunjukan."Dari tahun ke tahun Jogja Fashion Week selalu meningkat baik itu dari sisi transaksi maupun dari sisi penyelenggaraannya semakin berkembang," ujar Bryan.Skala JogFW 2026 turut menunjukkan luasnya ekosistem yang terlibat. Ajang tersebut diikuti sekitar 158 desainer dari Indonesia, menghadirkan 158 brand dalam sesi fashion exhibition, serta menggelar 13 sesi fashion show. Empat desainer tamu berskala nasional juga tampil dalam rangkaian runway.Bagi Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta, capaian tersebut berkaitan dengan posisi fesyen sebagai salah satu dari empat sektor utama yang menopang ekonomi daerah. Karena itu, JogFW tidak hanya diarahkan sebagai agenda tahunan untuk mempromosikan produk fesyen, tetapi juga sebagai ruang untuk memperkuat regenerasi pelaku industri.Seorang model memperagakan karya desainer di panggung runway Jogja Fashion Week (JogFW) 2026. Foto: Pandangan JogjaRegenerasi juga dilakukan dengan membuka ruang bagi kelompok yang belum banyak mendapat panggung dalam industri fesyen. JogFW 2026 melibatkan siswa SMK jurusan mode hingga desainer difabel dalam rangkaian acaranya.Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY Anton Raharja mengatakan keterlibatan desainer difabel tidak semata-mata ditujukan sebagai bentuk inklusi. Menurut dia, mereka dilibatkan karena memiliki kemampuan dan kualitas karya untuk berkompetisi di tingkat nasional."Dia (desainer difabel) sudah punya kualitas, punya kemampuan, bisa bersaing tingkat nasional," ujar Anton.Para model tampil memperagakan beragam busana di JogFW 2026 di Yogyakarta. Foto: Pandangan Jogja.Dampak ekonomi JogFW juga tidak berhenti pada penjualan produk fesyen. Aktivitas tersebut berkaitan dengan sejumlah sektor pendukung, mulai dari tekstil, kerajinan kulit dan aksesori hingga fotografi serta pariwisata.Bryan mengatakan keterhubungan antarsektor tersebut membuat JogFW menjadi bagian dari ekosistem ekonomi kreatif yang lebih luas di Yogyakarta."Memberikan efek domino, memberikan efek ripple current yang baik bagi ekosistem industri fashion di Jogja," katanya.