Polri Kirim 10 Anjing K9 untuk Cari Korban Gempa di NTT

Wait 5 sec.

Tim penyelamat dan sukarelawan membantu menemukan korban selamat di reruntuhan bangunan yang runtuh di Caraballeda, negara bagian La Guaira, Venezuela, Kamis (30/7/2026). Foto: Miguel Medina/AFPKepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menerbangkan 21 personel Direktorat Kepolisian Satwa (Ditpolsatwa) Baharkam Polri beserta 10 ekor anjing pelacak (K9) menuju Nusa Tenggara Timur (NTT). Pengiriman ini dilakukan untuk mempercepat proses evakuasi dan pencarian korban terdampak bencana alam di wilayah tersebut.Karopenmas Divhumas Polri Kombes Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan keberangkatan tim K9 ini merupakan bagian dari misi kemanusiaan berkelanjutan atas arahan langsung Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Tim diterbangkan langsung melalui Mako Polisi Udara Korpolairud, Pondok Cabe, Tangerang Selatan."Pagi ini kami berangkatkan kembali kelengkapan personel khusus kompetensi SAR dari Direktorat Polsatwa. Kita berangkatkan 21 personel Ditpolsatwa dan 10 ekor K9 dengan kompetensi pencarian korban," ujar Trunoyudo di Mako Poludara Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Minggu (16/8).Kombes Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko memberikan keterangan di Mako Poludara Korpolairud, Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Minggu (16/8/2026). Foto: Ratu Shafa/kumparanTrunoyudo menjelaskan, setibanya di titik mendarat Bandara Labuan Bajo, pergerakan tim akan dikoordinasikan oleh Polda NTT untuk disebar ke wilayah-wilayah terdampak. Ada tiga daerah yang menjadi prioritas utama pencarian korban."Terutama ada beberapa daerah yang perlu dilakukan langkah-langkah mitigasi dan pencarian korban, yaitu di Sikka, Manggarai, dan Manggarai Timur," jelasnya.Ilustrasi polisi Unit K-9 menyiapkan anjing pelacak Gizi (kiri) dan Jesy (kanan). Foto: Akbar Nugroho Gumay/Antara FotoMenurut Trunoyudo, aspek kecepatan menjadi faktor kunci dalam penanganan tanggap darurat bencana saat ini. Kemampuan spesifik anjing pelacak K9 sangat dibutuhkan untuk mengendus keberadaan korban yang tertimbun material maupun yang berada di medan sulit dijangkau."Karena kecepatan paling utama. Pencarian ini sangat-sangat dibutuhkan oleh saudara-saudara kita di sana. Yang paling utama adalah Polri bagaimana memberikan evakuasi penyelamatan bagi korban-korban yang masih selamat," tegasnya.Pemberangkatan tim Polsatwa dan K9 ini melengkapi 137 personel SAR Brimob (Danpas Pelopor), tim medis lapangan, serta logistik yang telah diberangkatkan sebelumnya. Polri memastikan pemetaan kebutuhan logistik dan personel di lapangan akan terus diperbarui secara berkelanjutan.