Tim K-9 SAR Polri kerahkan 10 anjing pelacak perkuat operasi kemanusiaan dan pencarian korban pascagempa di wilayah Manggarai serta Manggarai Timur, NTT, Kamis (20/8/2026). Foto: Dok. PolriJumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) bertambah menjadi 72 orang per hari Kamis (20/8).Kasatgas Humas Ops Amanusa II Bencana NTT Kombes Bayu Suseno mengatakan, selain korban meninggal, terdapat ratusan warga yang mengalami luka berat maupun ringan.“Meninggal dunia 72 orang,” kata Bayu dalam keterangannya, Kamis (20/8).Berdasarkan data Posko Penanganan Bencana Gempa NTT, korban luka berat tercatat sebanyak 527 orang. Sementara korban luka ringan mencapai 753 orang.Kabupaten Manggarai menjadi wilayah dengan jumlah korban meninggal terbanyak, yakni 28 orang. Disusul Manggarai Timur sebanyak 23 orang, Nagekeo 9 orang, Sikka 6 orang, Ende 2 orang, Manggarai Barat 2 orang, dan Ngada 2 orang.Untuk korban luka berat, jumlah terbanyak tercatat di Manggarai Timur dengan 442 orang, kemudian Manggarai sebanyak 181 orang.Sementara itu, jumlah warga yang masih mengungsi mencapai 46.435 jiwa yang tersebar di 231 titik pengungsian di tujuh kabupaten.Gempa magnitudo 7,7 mengguncang NTT pada Sabtu (15/8) pukul 04.58 WIB. Gempa tersebut juga memicu peringatan tsunami di sejumlah wilayah, termasuk Labuan Bajo, Kolaka, dan Sikka.Pemerintah sebelumnya telah mengirimkan ratusan ton bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak gempa di NTT.