Cerita Yanti Melihat Ibu Tertimpa Tembok saat Gempa NTT

Wait 5 sec.

Ibu Yanti dan Umi, warga yang terdampak gempa NTT saat ditemui di pengungsian Reo, Manggarai, NTT, Senin (17/8/2026). Foto: Rayyan Farhansyah/kumparanGempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Pulau Flores, NTT, pada Sabtu (15/8) meninggalkan cerita pilu bagi warga. Salah satunya Yanti, yang harus melihat ibunya, Umi, tertimpa tembok saat gempa mengguncang.Ia menceritakan saat gempa terjadi sekitar pukul 06.00 WITA, Umi sedang berada di dalam rumah bersama anak-anak.Sementara itu, Yanti berada di luar rumah. Ia tengah menyapu lingkungan ketika guncangan terjadi."Mama lagi tidur, sama anak-anak belum bangun. Pas puing-puing (jatuh) kami teriak 'Allahu Akbar' di luar, tapi puing tembok-tembok dinding rumah itu jatuh, pas kena pinggangnya Mama, di tempat tidurnya," kata Yanti di pengungsian Mata Air Barang Kolong, Reo, Manggarai, NTT, Minggu (16/8).Susana di tempat pengungsian Mata Air Barang Kolong, Reo, Manggarai, Nusa Tenggara Timur, Senin (17/8/2026). Foto: Rayyan Farhansyah/kumparanUmi yang saat itu hendak bangun dari tempat tidur justru langsung tertimpa tembok dari batako yang runtuh."Posisi lagi tidur, mau bangun, kaget gitu kan. Pas Mama mau bangun langsung tertimpa tembok. Tembok benturan batako yang jatuh," ujarnya.Rumah tersebut pun mengalami kerusakan parah. Hampir seluruh bagian rumah hancur akibat guncangan."Hancur semua, iya hancur semua," kata Yanti.Di dalam rumah saat kejadian terdapat tiga orang, termasuk anak-anak. Beruntung, anak-anak berhasil selamat meski salah satunya sempat tertimpa material bangunan."Alhamdulillah, iya aman. Posisi batako jatuh yang besar itu, yang cor besar itu jatuh, ranjang juga jatuh ke bawah, jadi anak itu jatuh ke bawah kepalanya ke bawah. Batako yang panjang itu tidak mengenai anak, hanya kena bagian pelipis telinganya saja," tuturnya.Ibu yanti bercerita soal ibunya (Umi) yang sempat terjebak reruntuhan puing rumahnya saat gempa kemarin, Senin (17/8/2026). Foto: Rayyan Farhansyah/kumparanAnak tersebut mengalami luka di bagian pelipis dan telinga. Namun, luka itu sudah mendapatkan pengobatan."Iya, alhamdulillah luka juga, tapi sudah diobati," kata Ibu Yanti.Saat ditemui, Umi juga sempat memperlihatkan bagian pinggangnya yang mengalami lebam. Ia terlihat menahan rasa sakit akibat cedera tersebut.Meski begitu, Ibu Yanti bersyukur dirinya dan anak-anak dalam kondisi selamat."Alhamdulillah," ujarnya.Sementara itu, gempa susulan masih terjadi di NTT usai gempa besar 7,7 magnitudo yang mengguncang NTT pada Sabtu (15/8). Plt Kapusdatin Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan jumlah gempa susulan mencapai 1.576."Adapun perkembangan kegempaan saat ini, gempa susulan yang ada di catatan kami sudah sebesar 1.576," kata Berton dalam konferensi pers, Senin (17/8).BNPB juga mencatat hingga Senin (17/8) terdapat 68 orang meninggal dunia. Sementara korban luka-luka mencapai 213 orang.