Universitas Negeri Padang. Foto: Universitas Negeri Padang Beredar video memperlihatkan sejumlah mahasiswa baru (maba) Universitas Negeri Padang (UNP) disuruh jalan jongkok saat hendak memasuki kampus. Dari narasi yang beredar, maba tersebut disuruh seniornya.Dalam video yang beredar, terlihat para maba mengenakan seragam hitam putih berjalan jongkok sambil diawasi senior. Mereka juga dilengkapi berbagai atribut, mulai dari yang dikenakan di kepala hingga tulisan di kertas yang dikalungkan.Juga Pakai AtributDari video yang beredar, terlihat maba tidak hanya berjalan jongkok sambil diawasi mahasiswa senior. Mereka juga memakai berbagai atribut, mulai topi hingga kertas karton yang dikalungkan seperti name tag.Maba juga memakai pakaian seragam, yakni hitam putih. Menurut Sekretaris UNP, Erianjoni, maba yang melakukan kegiatan tersebut berasal dari Fakultas Teknik.Kampus Sebut Bukan Perpeloncoan: Biar FreshIlustrasi jalan jongkok. Foto: Josep Curto/ShutterstockSekretaris UNP Erianjoni menegaskan aksi maba berjalan jongkok itu bukan bentuk perpeloncoan. Menurutnya, kegiatan tersebut hanya sebagai pemanasan atau peregangan menjelang masuk kampus."Bukan perpeloncoan, hanya semacam pemanasan, peregangan otot. Biar maba lebih fresh," kata Erianjoni saat dihubungi kumparan, Rabu (19/8).Ia mengungkapkan, UNP tidak mewajibkan aksi berjalan jongkok terhadap maba. Menurutnya, tindakan tersebut merupakan aksi spontan yang dilakukan sejumlah senior kepada maba."Tidak ada kita model gitu, tapi beberapa di prodi. Tujuannya untuk mendidik adik-adik agar disiplin," ungkapnya.Menurut Erianjoni, selama tidak mengandung unsur kekerasan, tindakan tersebut masih dianggap wajar. Selama ini, UNP juga tidak pernah menemukan atau menerima laporan adanya maba yang mengalami tindakan kekerasan."Selagi tidak ada kekerasan, masih kita pantau saja. Cuma berjalan jongkok, itu ada hubungan keakraban dan disiplin. Kalau tidak begitu, maba jadi ngantuk, tidur saja mereka. Maka itu diberikan pemanasan," kata dia."Selagi tujuan positif, tidak masalah. Sampai sekarang tidak ada laporan, tidak ada unsur kekerasan. Kalau enjoy, tidak masalah," sambung Erianjoni.Disorot DPRDUniversitas Negeri Padang (UNP) Foto: Facebook UNPAnggota DPRD Sumatera Barat (Sumbar) dari Fraksi PDIP Albert Hendra Lukman mengkritik Universitas Negeri Padang (UNP) terkait mahasiswa baru (maba) disuruh berjalan jongkok saat memasuki lingkungan kampus.Menurut Albert, kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB), yang selama ini dikenal dengan istilah ospek, perlu dievaluasi, terutama jika pelaksanaannya menimbulkan kritik dari masyarakat."Pertama kita harus mencoba mencari makna tentang istilah perkenalan kampus maba. Kalau ospek masih dilakukan, tentu kita harus lihat sejauh mana konsep ospek atau perkenalan kampus tersebut," kata Albert kepada wartawan, Rabu (19/8).Albert menilai sejumlah bentuk kegiatan yang mungkin masih dianggap relevan pada masa lalu belum tentu sesuai untuk diterapkan saat ini. Perkembangan teknologi dan media sosial membuat setiap kegiatan di lingkungan kampus dapat dengan cepat diketahui dan mendapat perhatian publik."Kalau dulu mungkin masih relevan dilaksanakan, tetapi sekarang dengan kondisi kemajuan teknologi dan sebagainya, hal seperti itu dengan cepat menyebar," ujarnya.Ia mengatakan berbagai kritik dan protes masyarakat terhadap kegiatan mahasiswa baru semestinya menjadi bahan evaluasi bagi pihak kampus. Menurutnya, kegiatan yang manfaatnya tidak terlalu signifikan sebaiknya dipertimbangkan untuk ditiadakan."Kalau manfaatnya itu tidak terlalu signifikan dalam istilah ospek tersebut, lebih bagus ditiadakan. Daripada mengundang kritikan dari masyarakat," tegasnya.Sebagai lembaga pendidikan tinggi, lanjut Albert, UNP seharusnya terbuka terhadap kritik publik. Kritik, baik yang menyangkut konsep maupun sistem pelaksanaan kegiatan mahasiswa baru, perlu didengar dan dievaluasi.Ia menilai alasan bahwa tindakan tersebut merupakan spontanitas mahasiswa senior tidak dapat dijadikan pembenaran untuk mengabaikan aturan dalam kegiatan penyambutan mahasiswa baru. Setiap aktivitas di lingkungan kampus semestinya memiliki aturan dan tujuan yang jelas."Namanya kampus harus ada aturan. Mahasiswa-mahasiswa yang menerima mahasiswa baru ini harus direspons dan dievaluasi. Manfaatnya apa, mudaratnya apa," ungkapnya.Albert menambahkan, perubahan zaman juga harus menjadi pertimbangan dalam menentukan pola pengenalan mahasiswa baru. Jika suatu kegiatan pada masa lalu dianggap sebagai bentuk spontanitas yang relevan, kondisi tersebut belum tentu sesuai dengan situasi saat ini."Kalau dulu spontanitas itu dianggap masih relevan. Kemudian dulu teknologi tidak semaju sekarang. Sekarang kemajuan teknologi tidak bisa terbendung," jelasnya.Albert, yang merupakan anggota Komisi III DPRD Sumbar, menekankan agar kampus memastikan setiap kegiatan mahasiswa memiliki manfaat dan tidak justru menimbulkan persoalan baru.Ia berharap kejadian mahasiswa baru disuruh berjalan jongkok tersebut menjadi momentum bagi UNP untuk mengevaluasi kembali pelaksanaan kegiatan pengenalan kampus, termasuk pola interaksi antara mahasiswa senior dan mahasiswa baru.