Ia menyebut Menteri Keuangan telah meninjau langsung lokasi bencana di NTT, sementara penanganan karhutla melibatkan Kementerian Pemberdayaan Masyarakat, Mendagri, dan Menteri Keuangan. Pemerintah telah menyalurkan dana Rp44 miliar untuk penanganan darurat bencana NTT, yang merupakan bagian dari anggaran tanggap darurat yang sudah ditransfer ke daerah pada awal Agustus 2026, dan masih membuka ruang penambahan sesuai kebutuhan.Airlangga juga menyoroti dampak karhutla yang mengganggu aktivitas ekonomi di Kalimantan, terutama di tengah fenomena El Nino yang meningkatkan risiko kebakaran.Untuk itu, pemerintah mengerahkan 12.880 personel gabungan di tiga provinsi prioritas—Kalimantan Barat, Tengah, dan Selatan—serta menambah sumber air melalui sumur bor dan melakukan patroli, pemadaman, serta pendinginan untuk mencegah api kembali muncul. Pemerintah memastikan penanganan bencana tetap menjadi prioritas demi memulihkan kehidupan masyarakat dan menjaga stabilitas ekonomi di wilayah terdampak.