Warga Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh, meresmikan jembatan yang mereka bangun dari hasil gotong royong. Foto: Dok. IstimewaWarga Kabupaten Bener Meriah, Aceh, meresmikan Jembatan Enang-Enang di Kecamatan Pintu Rime Gayo yang sebelumnya rusak akibat banjir dan longsor pada November 2025. Peresmian jembatan yang digelar pada Kamis (2/7/2026) itu berlangsung penuh haru.Dalam video yang diterima kumparan, sejumlah warga tampak meneteskan air mata saat jembatan tersebut resmi kembali dibuka. Jembatan Enang-Enang merupakan akses vital bagi masyarakat untuk mendistribusikan hasil pertanian serta menuju fasilitas pendidikan dan layanan kesehatan.Selama akses utama terputus akibat bencana, warga terpaksa menggunakan jalur alternatif yang lebih jauh dengan waktu tempuh yang lebih lama.Adapun bencana alam yang terjadi Aceh pada akhir November 2025 adalah banjir, banjir bandang, dan longsor imbas siklon tropis Senyar -- diperparah dengan degradasi lingkungan.Foto udara warga menyeberangi sungai dengan jembatan darurat di wilayah Tenge Besi, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, Sabtu (20/12/2025). Foto: ANTARA FOTO/Khalis SurryHasil Patungan WargaTokoh masyarakat, Sahrial Abadi, mengatakan pembangunan jembatan tersebut sepenuhnya dibiayai melalui swadaya masyarakat tanpa bantuan dari pihak lain. Total dana yang berhasil dikumpulkan mencapai lebih dari Rp 1 miliar.Dari jumlah tersebut, sekitar Rp 526 juta telah digunakan untuk memperbaiki jembatan. Sementara sisanya akan dimanfaatkan untuk pembangunan dinding penahan jalan, tempat ibadah, serta fasilitas umum lainnya."Saat ini uang sejumlah Rp 526.000.000 sudah terpakai. Masih ada sisa sekitar Rp 555.000.000 lagi yang belum terpakai, nanti untuk pembangunan dinding penahan jalan, tempat ibadah, dan fasilitas lainnya," kata Sahrial.Menurutnya, kembali beroperasinya Jembatan Enang-Enang merupakan harapan yang telah lama dinantikan masyarakat."Jalan ini resmi dibuka dan sudah dapat dilalui masyarakat setelah proses pengaspalan selesai. Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu," ujarnya dengan suara bergetar.Sahrial menilai keberhasilan pembangunan jembatan secara swadaya menjadi bukti kuatnya semangat gotong royong dan kepedulian warga dalam memulihkan akses vital yang menjadi urat nadi perekonomian serta aktivitas sehari-hari.Meski demikian, masyarakat masih berharap pemerintah dapat merealisasikan pembangunan jembatan permanen agar akses transportasi di kawasan tersebut menjadi lebih aman dan berkelanjutan.