Nadira Az-Zahra, mahasiswi Telkom University yang tidak diketahui keberadaannya sejak Selasa (30/6/2026). Foto: Dok. IstimewaUpaya pencarian terhadap Nadira Az-Zahra (21), mahasiswi Telkom University yang dilaporkan hilang sejak Selasa (30/6), masih terus dilakukan. Hingga kini, polisi memastikan korban belum ditemukan.Kapolsek Rancasari Kompol Herman Junaidi mengatakan proses pencarian masih berlangsung dengan melibatkan berbagai pihak. Ia juga meluruskan informasi yang beredar bahwa Nadira telah ditemukan. "Sampai saat ini belum ada perkembangan, belum ketemu," kata Herman saat dikonfirmasi, Senin (6/7).Nadira diketahui terakhir kali berpamitan kepada keluarganya untuk berangkat kuliah di Telkom University pada Selasa (30/6) sekitar pukul 10.00 WIB.Sekitar 20 menit setelah berangkat, Nadira sempat mengirim pesan singkat kepada ibunya yang mengabarkan bahwa dirinya telah tiba di kampus. Namun, sekitar pukul 12.30 WIB, keluarga mendapati Nadira keluar dari seluruh grup WhatsApp yang diikutinya, termasuk grup keluarga.Sejak saat itu, telepon genggam Nadira tidak lagi dapat dihubungi. Pesan yang dikirim keluarga hanya menunjukkan satu tanda centang, sementara akun media sosialnya juga tidak lagi dapat ditemukan.Keluarga kemudian melaporkan hilangnya Nadira ke Polrestabes Bandung. Sejak itu, mereka terus berkoordinasi dengan kepolisian, pihak kampus, perusahaan penyedia jasa ojek online, serta operator telekomunikasi untuk membantu menelusuri jejak korban.Rekaman CCTVBerdasarkan rekaman CCTV yang diperoleh keluarga dan pihak kampus, Nadira sempat tiba di kawasan Telkom University menggunakan jasa ojek online. Namun, setelah itu keberadaannya tidak lagi diketahui.Polisi masih melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan keterangan para saksi dan menindaklanjuti setiap informasi yang diterima dari masyarakat. Meski demikian, hingga kini belum ada petunjuk yang mengarah pada keberadaan Nadira.Keluarga berharap masyarakat yang mengetahui atau melihat seseorang dengan ciri-ciri Nadira segera menghubungi pihak kepolisian atau keluarga. Mereka juga mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi agar tidak mengganggu proses pencarian yang masih berlangsung.