Ustadz Abdul Somad: Hijrah Bukan Pindah Tempat, tetapi Mengubah Diri Menjadi Lebih Baik

Wait 5 sec.

BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Peringatan  Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah di Kota Balikpapan menjadi pengingat bahwa makna hijrah tidak berhenti pada perpindahan Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah. Lebih dari itu, hijrah adalah ajakan bagi setiap muslim untuk meninggalkan keburukan dan memulai kehidupan yang lebih baik.Pesan tersebut disampaikan Ustadz Abdul Somad (UAS) dalam tabligh akbar yang digelar Pemerintah Kota Balikpapan di Masjid Madinatul Iman Balikpapan Islamic Center (BIC), pada Sabtu (4/7/2026) malam. Kegiatan itu dihadiri ribuan jemaah serta Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas'ud, Wakil Wali Kota Bagus Susetyo, Ketua DPRD Alwi Al Qadri, unsur Forkopimda, dan tokoh agama.Dalam tausiahnya, UAS menjelaskan bahwa kalender Hijriah tidak ditetapkan berdasarkan kelahiran ataupun wafatnya Nabi Muhammad SAW, melainkan berawal dari peristiwa hijrah Rasulullah yang menjadi titik penting dalam perjalanan Islam.Ia mengisahkan, pada masa Khalifah Umar bin Khattab, penetapan awal kalender Islam diputuskan melalui musyawarah para sahabat. Berbagai usulan sempat muncul, mulai dari menjadikan kelahiran Nabi, turunnya wahyu pertama, hingga wafatnya Rasulullah sebagai awal penanggalan. Namun, usulan Sayyidina Ali bin Abi Thalib yang menjadikan peristiwa hijrah sebagai awal Tahun Hijriah akhirnya disepakati. lihat foto Tabligh akbar yang digelar Pemerintah Kota Balikpapan di Masjid Balikpapan Islamic Center, pada Sabtu (4/7/2026) malam. Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri"Hijrah itulah yang memisahkan antara yang hak dan yang batilhun karena itu tahun pertama Islam dimulai dari hijrah Rasulullah SAW," ujar UAS.Menurutnya, proses tersebut juga memberikan teladan tentang pentingnya musyawarah dalam kepemimpinan. Meski memiliki kewenangan sebagai khalifah, Umar bin Khattab tetap mengedepankan pendapat para sahabat sebelum mengambil keputusan.UAS menegaskan bahwa makna hijrah pada masa kini harus dimaknai sebagai perubahan sikap dan perilaku menuju ketaatan kepada Allah SWT."Hijrah hari ini bukan lagi meninggalkan Makkah menuju Madinah. Hijrah adalah meninggalkan segala yang dilarang Allah menuju ketaatan kepada Allah," tuturnya.Ia mengajak umat Islam menjadikan Tahun Baru Hijriah sebagai momentum untuk memperbanyak taubat, memperbaiki akhlak, dan meningkatkan kualitas ibadah."Hijrah adalah berubah menjadi lebih baik dan meninggalkan kemaksiatan. Tahun baru harus menjadi awal untuk memperbanyak taubat," pesannya.Sementara itu, Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas'ud mengatakan kehadiran Ustadz Abdul Somad merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota menghadirkan ruang refleksi bagi masyarakat dalam menyambut Tahun Baru Islam.Menurut Rahmad, perjalanan hidup Rasulullah mengajarkan bahwa keberhasilan tidak diraih secara instan, melainkan melalui pengorbanan, kesabaran, dan kerja keras."Kita mengambil hikmah dari perjalanan Rasulullah. Jangan pernah mengeluh dan jangan pernah putus asa. Hidup ini membutuhkan pengorbanan dan kerja keras," ujarnya. lihat foto Ustadz Abdul Somad dalam tabligh akbar yang digelar Pemerintah Kota Balikpapan di Masjid Balikpapan Islamic Center, pada Sabtu (4/7/2026) malam. Foto: BorneoFlash/Niken SulastriIa juga mengajak masyarakat memegang empat prinsip dalam menjalani kehidupan, yakni doa, usaha, ikhtiar, dan tawakal yang disingkatnya menjadi DUIT.Peringatan Tahun Baru Islam tetapi juga menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk membangun karakter yang lebih baik, memperkuat persatuan, dan terus berkontribusi bagi kemajuan kota. (*)