DNA Rilis Album Perdana 'Ourora;', Sajikan Kisah Cinta, Luka, hingga Euforia

Wait 5 sec.

DNA (Aloy dan DJ Jay Jax) rilis album baru "Ourora;" di W Super Club Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (1/7/2026). Foto: Gitario Vista Inasis/kumparanDuo DJ dan produser musik DNA (Mister Aloy dan DJ JayJax) resmi memperkenalkan album perdana bertajuk 'Ourora;' yang menjadi penanda perjalanan baru mereka di industri musik elektronik. Di balik judul album tersebut, tersimpan filosofi tentang keberagaman warna, karakter, hingga proses kreatif yang tidak selalu mudah.Dalam sesi jumpa pers peluncuran album, Mr Aloy menjelaskan bahwa nama 'Ourora;' terinspirasi dari fenomena alam aurora. Namun, mereka sengaja mengubah penulisannya agar memiliki identitas sendiri.“Kenapa namanya 'Ourora;'? Aurora itu kan identik dengan banyak warna. Nah, kami ubah jadi 'Ourora;'. ‘Our’-nya itu melambangkan kami, DNA. Di dalam DNA ada banyak warna, banyak kepala, banyak karakter. Jadi album ini mewakili semua warna yang ada di tim kami,” ujar Mr Aloy di Jakarta Selatan.Album tersebut juga menjadi wadah eksplorasi berbagai emosi. Menurut mereka, 18 lagu di dalamnya disusun layaknya sebuah perjalanan cerita, mulai dari fase emosional, rasa sakit, hingga hubungan asmara.“Kalau didengarkan dari awal sampai akhir, sebenarnya ada alurnya. Berawal dari emosi, kemudian rasa sakit, stres, soal cinta, sampai akhirnya menjadi sosok ‘red flag’. Semua itu disambungkan lewat skit, lalu temponya makin lama makin tinggi hingga berakhir dengan nuansa euforia,” jelasnya.Salah satu lagu yang paling berkesan bagi DNA adalah 'Anomaly'. Lagu tersebut menjadi tantangan tersendiri karena melibatkan proses kolaborasi yang cukup rumit.Menurut Mr Aloy, jadwal sang kolaborator yang terbatas membuat proses produksi harus dilakukan secara maraton. Bahkan, lagu itu sempat memiliki judul berbeda.“Awalnya judulnya bukan ‘Anomaly’, tapi ‘Festival of Ghost’. Akhirnya diganti, dan prosesnya memang jadi yang paling menantang,” katanya.Selain kendala jadwal kolaborator, DNA juga mengungkap alasan album mereka sempat mengalami penundaan perilisan. Bukan karena faktor konsep, melainkan berbagai proses teknis di balik produksi musik.DNA (Aloy dan DJ Jay Jax) rilis album baru "Ourora;" di W Super Club Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (1/7/2026). Foto: Gitario Vista Inasis/kumparan“Ada banyak kurasi. Ada lagu yang durasinya terlalu pendek, lalu urusan kolaborasi, sampai proses pengecekan sampling supaya tidak bermasalah dengan lagu lain. Ternyata proses membuat album itu tidak semudah yang terlihat di internet,” ungkap Mr Aloy.Tak hanya isi albumnya yang penuh makna, DNA juga menyisipkan berbagai simbol dalam artwork 'Ourora;'. Sampul album menampilkan ilustrasi matahari terbenam, layang-layang, burung, hingga warna-warna senja yang masing-masing memiliki filosofi tersendiri.Menurut Mr Aloy, ilustrasi layang-layang dipilih karena menggambarkan semangat kerja sama.“Di Bali ada layang-layang besar yang untuk menerbangkannya butuh banyak orang. Itu seperti DNA. Kami tidak bisa terbang sendiri, harus banyak orang yang membantu menerbangkan DNA bersama-sama,” tuturnya.Sementara burung-burung yang terlihat di artwork merepresentasikan seluruh tim yang bekerja di balik layar.“Burung itu melambangkan tim DNA. Kami ingin menunjukkan bahwa perjalanan sampai di titik ini bukan cuma berdua, tapi ada banyak orang yang ikut berjuang bersama,” pungkasnya.