Duta Besar Finlandia untuk RI Pekka Kaihilahti saat wawancara eksklusif bersama kumparan di kediamannya di kawasan Senayan, Jakarta, Rabu (1/7/2026). Foto: Firda Brillianti/kumparanMenjelang akhir masa tugasnya di Indonesia, Duta Besar Finlandia untuk Indonesia, Pekka Kaihilahti, menilai hubungan kedua negara masih menyimpan banyak peluang baru, mulai dari pengembangan energi ramah lingkungan, digitalisasi, hingga riset dan inovasi.Dalam wawancara eksklusif bersama kumparan di kediamannya di kawasan Senayan, Jakarta, Rabu (2/7), Kaihilahti mengatakan Indonesia dan Finlandia memiliki banyak kesamaan meski dipisahkan jarak sekitar 9.000 kilometer.Menurut Kaihilahti, kedekatan hubungan kedua negara tidak hanya didorong oleh kepentingan ekonomi, tetapi juga karena Indonesia dan Finlandia menghadapi tantangan pembangunan yang serupa."Percaya atau tidak, kami memiliki banyak kesamaan. Kami juga memiliki banyak pulau dan banyak wilayah terpencil," kata Kaihilahti kepada kumparan.Ia mengatakan kedua negara sama-sama menghadapi tantangan menghadirkan listrik dan konektivitas bagi masyarakat yang tinggal di daerah terpencil.Karena itu, hubungan Indonesia dan Finlandia yang telah terjalin selama tujuh dekade terus berkembang di berbagai sektor.Bangga Teknologi Finlandia Digunakan di IndonesiaKaihilahti menyebut salah satu hal yang paling membanggakan selama masa tugasnya ialah kontribusi Finlandia dalam menghadirkan teknologi berkelanjutan di sejumlah sektor strategis di Indonesia."Yang membuat saya bangga adalah kami bisa berkontribusi bukan hanya melalui teknologi tinggi, tetapi juga teknologi yang berkelanjutan," ujarnya.Ia mencontohkan teknologi Finlandia digunakan di smelter tembaga di Gresik, Jawa Timur, yang disebutnya sebagai salah satu smelter tembaga terbesar di dunia.Selain itu, teknologi asal Finlandia juga digunakan pada fasilitas industri pulp dan kertas milik APRIL Group di Kerinci, Riau.Duta Besar Finlandia untuk Indonesia Pekka Kaihilahti bertemu dengan Direktorat Jenderal EBTKE Kementerian ESDM untuk membahas peluang kerja sama energi Indonesia-Finlandia, di Jakarta pada Januari 2026. Foto: Instagram/@finlandjakartaDi luar sektor industri, Kaihilahti mengungkap Finlandia juga ingin dikenal sebagai mitra tepercaya, khususnya di bidang telekomunikasi dan digitalisasi.Menurutnya, sektor tersebut membutuhkan kemitraan jangka panjang yang dibangun atas dasar kepercayaan karena berkaitan dengan pengelolaan informasi sensitif serta infrastruktur digital."Kami memandang diri kami sebagai trusted partner. Kami telah bekerja sama di bidang ini untuk kepentingan bersama dan membangun kemitraan jangka panjang," ucapnya.Digital Health hingga Waste-to-EnergyMeski akan segera mengakhiri penugasannya di Indonesia bulan ini, Kaihilahti menilai masih banyak peluang kerja sama yang dapat dikembangkan kedua negara.Ia melihat sektor kesehatan menjadi salah satu bidang yang memiliki prospek besar, terutama melalui digitalisasi sistem kesehatan atau digital health.Selain itu, sektor energi juga dinilai menyimpan peluang besar, khususnya dalam pengembangan teknologi waste-to-energy yang mengolah sampah menjadi energi listrik.Duta Besar Finlandia untuk Indonesia Pekka Kaihilahti membuka Finland-Indonesia Workshop on Smart and Digital Health Solutions di Jakarta pada Maret 2026. Foto: Instagram/@finlandjakarta"Bukan hanya bagaimana membuang sampah, tetapi bagaimana memperoleh manfaat dari sampah itu, termasuk menghasilkan listrik," ujar Kaihilahti.Dalam jangka panjang, ia berharap hubungan Indonesia dan Finlandia tidak hanya berkembang di bidang perdagangan maupun investasi, tetapi juga penelitian, pengembangan teknologi, dan inovasi.Menurutnya, semakin banyak kerja sama konkret yang dibangun saat ini, semakin besar pula peluang kedua negara mengembangkan kolaborasi riset pada masa mendatang.Diplomasi Adalah EstafetDi penghujung masa tugasnya, Kaihilahti enggan menyebut capaian hubungan bilateral selama empat tahun terakhir sebagai hasil kerja pribadinya.Menurut diplomat karier itu, diplomasi merupakan proses jangka panjang yang dibangun secara berkesinambungan dari satu generasi diplomat ke generasi berikutnya."Masih terlalu dini untuk mengatakan apa pencapaian terbesar saya atau tim saya, karena proses seperti ini membutuhkan waktu yang panjang," jelasnya.Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution beserta jajaran saat menerima audiensi Duta Besar Finlandia Pekka Kaihilahti di Kantor Gubernur Sumut, Medan, Rabu (17/6/2026). Foto: Pemprov Sumut"Jika sesuatu yang baik terjadi selama saya bertugas di sini, benihnya sudah ditanam oleh para pendahulu saya. Dan jika saya bisa memberikan sedikit perbedaan, hasilnya mungkin baru akan dinikmati oleh penerus saya dan penerus mereka," lanjutnya.Ia berharap fondasi kerja sama yang telah dibangun selama ini dapat terus diperkuat oleh kedua negara di berbagai bidang pada masa mendatang.