Mulai investasi emas batangan 24K mulai 0,5 gram di BRI. Foto: ShutterstockHarga emas dunia menguat setelah para pelaku pasar menurunkan ekspektasi mereka terhadap kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed). Bahkan, kini harga emas dunia disebut sedang bersiap mencatat kenaikan mingguan pertama sejak Mei.Dikutip dari Bloomberg pada Minggu (5/7), harga emas dunia naik mendekati USD 4.200 per troy ons dan telah menguat 2,2 persen sepanjang pekan ini. Secara harian, harga emas spot naik 1,3 persen menjadi USD 4.176,94 per troy ons per Jumat (3/7).Saat ini, pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada rapat The Fed berikutnya menjadi kurang dari 20 persen. Perkiraan itu turun dari sekitar sepertiga pada awal pekan ini.Kepala Strategi Komoditas Global TD Securities, Bart Melek menjelaskan bahwa berkurangnya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed kemungkinan mendorong para trader menutup posisi jual emas yang sebelumnya dibuka sekaligus mengurangi dorongan untuk melepas posisi beli. Kondisi tersebut dinilai menjadi salah satu faktor yang menjelaskan reli harga emas dalam beberapa hari terakhir.Meski begitu, ia belum bisa memastikan bahwa harga emas dunia akan mencapai target USD 5.300 per troy ons hingga tahun depan karena tekanan inflasi diperkirakan masih akan bertahan.“Kami memperkirakan harga emas hanya akan naik hingga menyentuh level resistensi di USD 4.280 per troy ons,” ujar Melek.Di samping itu, data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) yang lebih lemah serta penurunan harga energi mendorong investor mengurangi taruhan terhadap pengetatan kebijakan moneter yang selama ini cenderung menjadi sentimen negatif bagi emas karena emas tersebut tidak memberikan imbal hasil.Data yang dirilis Kamis (2/7) lalu itu menunjukkan perekrutan tenaga kerja di AS melambat tajam pada Juni. Hal itu mengindikasikan pasar tenaga kerja masih menghadapi tantangan meskipun dalam beberapa bulan terakhir sempat menunjukkan tanda-tanda penguatan.