Permintaan Listrik di AS Diproyeksi Pecah Rekor Imbas Cuaca Panas Ekstrem

Wait 5 sec.

Ilustrasi Suhu Ekstrem. Foto: ShutterstockSuhu panas ekstrem yang menyelimuti wilayah timur Amerika Serikat (AS) memicu lonjakan permintaan listrik dan diperkirakan menembus rekor tertinggi. Kondisi cuaca ekstrem tersebut juga mengganggu sejumlah perayaan Hari Kemerdekaan di Washington, DC, serta diperkirakan memicu badai petir berbahaya di berbagai wilayah sepanjang akhir pekan.Dikutip dari Bloomberg, Sabtu (4/7), permintaan listrik diperkirakan mencetak rekor baru. Angka resminya baru akan diumumkan setelah proses evaluasi selama 60 hari terhadap kinerja sumber daya respons permintaan.Data sementara pada Kamis (2/7) menunjukkan beban listrik sesaat mencapai sekitar 162,7 gigawatt pada pukul 17.00-18.00 waktu setempat, meski data lengkapnya belum dipublikasikan.PJM Interconnection LLC, operator jaringan listrik yang melayani sekitar 67 juta penduduk di 13 negara bagian mulai dari Distrik Columbia hingga Chicago, menyatakan permintaan listrik pada 2 Juli berpotensi melampaui rekor sebelumnya sebesar 165,563 gigawatt yang tercatat pada Agustus 2006.Pemberitahuan akan adanya badai hebat telah dikeluarkan untuk wilayah New York pada Jumat malam (3/7). Hembusan angin diperkirakan mencapai 70 mil atau sekitar 113 kilometer per jam yang berpotensi merobohkan dahan pohon hingga merusak jaringan listrik.Seorang warga berjalan melewati kabel listrik yang mati setelah tornado melanda kawasan Portage, Michigan, AS, Rabu (8/5/2024). Foto: Emily Elconin/ReutersMenurut AccuWeather, gelombang badai lain diperkirakan bergerak dari New York menuju Washington pada Sabtu malam, bertepatan dengan dimulainya perayaan kembang api Hari Kemerdekaan AS pada 4 Juli.“Kami melihat badai-badai ini berputar di sepanjang tepi kubah panas dan memanfaatkan panas tersebut sebagai sumber energinya,” ujar ahli meteorologi senior AccuWeather, Melissa Constanzer.Suhu di sejumlah kota di AS diperkirakan meningkat akibat badai tersebut hingga menembus lebih dari 100 derajat Fahrenheit atau 37 derajat celsius sepanjang pekan ini, dan diperkirakan masih berada sekitar 10 hingga 15 derajat Fahrenheit di atas rata-rata hingga akhir pekan.Kombinasi kelembaban tinggi dan teriknya sinar matahari mendorong konsumsi listrik ke level yang belum pernah terjadi sebelumnya. Rumah tangga maupun pelaku usaha mengoperasikan pendingin ruangan secara maksimal untuk menghadapi cuaca panas.Sebelum gelombang panas terbaru ini, jaringan listrik AS juga sudah menghadapi tekanan akibat pesatnya pembangunan pusat data yang meningkatkan permintaan listrik setelah sempat stagnan selama sekitar 2 dekade.Ilustrasi menyalakan AC dengan mode dry. Foto: Pixel-Shot/ShutterstockKondisi tersebut membuat sistem kelistrikan semakin rentan mengalami gangguan saat terjadi fluktuasi suhu ekstrem, termasuk terhadap pasokan listrik untuk rumah tangga maupun fasilitas penting seperti rumah sakit.Con Edison juga meminta puluhan ribu pelanggan di wilayah New York menghemat konsumsi listrik dengan menurunkan penggunaan peralatan elektronik. Warga diminta mengurangi penggunaan mesin cuci, pengering, microwave, serta cukup menyalakan satu unit pendingin ruangan.PJM telah beberapa kali mengeluarkan peringatan darurat selama pekan ini seiring meningkatnya suhu. Sementara itu, Departemen Energi AS mengimbau seluruh pembangkit listrik, termasuk sumber cadangan, beroperasi pada kapasitas maksimum guna mencegah pemadaman. Ini merupakan kedua kalinya langkah tersebut ditempuh pada musim panas tahun ini.Seorang wanita mendinginkan diri di air mancur umum dekat Place du Trocadero saat suhu tinggi di tengah gelombang panas di Paris, Prancis, Jumat (27/6/2026). Foto: Tom Nicholson/REUTERSJaringan listrik terbesar di AS yang melayani hampir seperlima populasi negara itu, mulai dari Washington hingga Chicago, telah beroperasi dalam status darurat tingkat pertama selama tiga hari berturut-turut.Perusahaan utilitas listrik New York, Consolidated Edison Co. (Con Edison), bahkan membagikan es kering kepada warga di sejumlah wilayah Queens dan Brooklyn setelah memutus aliran listrik bagi hampir 10.000 pelanggan akibat gangguan peralatan yang dipicu tingginya konsumsi listrik dan suhu ekstrem.Hingga Jumat malam (3/7), perusahaan menyebut pasokan listrik telah dipulihkan kepada lebih dari 93.000 pelanggan terdampak cuaca buruk, sementara lebih dari 30.700 pelanggan lainnya masih dalam proses pemulihan.Berdasarkan data PowerOutage.com, lebih dari 240.000 rumah dan pelaku usaha di New Jersey mengalami pemadaman listrik pada Jumat malam. Sementara itu, New Jersey Transit menghentikan sementara sejumlah layanan kereta karena gangguan pada peralatan yang dipengaruhi suhu ekstrem.