Nadira Az-Zahra, mahasiswi Telkom University yang tidak diketahui keberadaannya sejak Selasa (30/6/2026). Foto: Dok. IstimewaNadira Az-Zahra (21), mahasiswi Telkom University dilaporkan hilang. Pihak keluarga menyebut Nadira meninggalkan rumah pada Selasa, 30 Juni 2026 sekitar pukul 10.00 WIB.Sejak saat itu, keberadaan Nadira belum diketahui dan hingga kini masih dalam pencarian bersama aparat kepolisian serta berbagai pihak.Budhi Purwa, paman Nadira, mengatakan hingga saat ini pihak keluarga masih terus berupaya mencari keberadaan korban dan berharap masyarakat hanya menyebarkan informasi yang telah terverifikasi."Nadira Az-Zahra hingga saat ini belum diketahui keberadaannya. Informasi ini perlu kami sampaikan untuk meluruskan sejumlah pemberitaan yang berkembang melalui sejumlah media yang menyebutkan bahwa Nadira telah ditemukan di rumah bibinya di Majalaya, Kabupaten Bandung. Kami menduga terjadi missed information pada sejumlah pihak yang turut membantu pencarian Nadira sehingga informasinya menjadi keliru," kata Budhi dalam keterangannya, Sabtu (4/7).Menurut Budhi, proses pencarian terus dilakukan bersama aparat kepolisian dan sejumlah pihak lainnya dengan harapan Nadira dapat segera ditemukan dan kembali berkumpul bersama keluarga."Saat ini kami terus berupaya melakukan pencarian bersama aparat kepolisian dan sejumlah pihak lainnya untuk dapat menemukan Nadira dan membawanya berkumpul kembali dengan keluarga. Kami sangat menghargai setiap bantuan yang diberikan berbagai pihak, termasuk dalam hal penyebaran informasi yang akurat," ujarnya.Keluarga menjelaskan, saat meninggalkan rumah, Nadira berpamitan menuju kampus Telkom University di Jalan Telekomunikasi, Terusan Buah Batu, Kota Bandung. Saat itu ia mengenakan kemeja putih lengan panjang, celana jin hitam, kerudung krem, serta membawa tas ransel kuliah berwarna krem.Di dalam tas tersebut terdapat laptop dan tablet. Nadira juga membawa telepon genggam dengan nomor +62 889-7161-9064.Keluarga turut menyampaikan ciri-ciri Nadira, yakni memiliki tinggi badan sekitar 165 sentimeter, berkulit sawo matang cenderung putih, serta berambut lurus.Nadira merupakan mahasiswi Fakultas Ilmu Terapan (FIT) Program Studi Sistem Informasi Kota Cerdas (SIKC) Telkom University angkatan 2025.Keluar dari Grup WhatsApp, Medsos Tak AktifIlustrasi orang hilang. Foto: Shutter StockKeluarga mengungkap kejanggalan yang terjadi sebelum Nadira dinyatakan hilang. Beberapa jam setelah berpamitan kuliah, Nadira diketahui keluar dari seluruh grup WhatsApp yang diikutinya dan akun media sosialnya tidak lagi dapat ditemukan.Budhi mengatakan pada Selasa (30/6/2026) sekitar pukul 10.00 WIB, Nadira berpamitan kepada orang tuanya untuk berangkat ke kampus Telkom University, Bandung.Sekitar 20 menit setelah itu, Nadira masih sempat mengirimkan pesan kepada ibunya melalui WhatsApp yang mengabarkan dirinya telah tiba di kampus.Namun, sekitar pukul 12.30 WIB, keluarga menerima notifikasi yang menunjukkan Nadira keluar (left group) dari seluruh grup WhatsApp keluarga."Jam 12.30 WIB, dua jam kemudian, itu ada notif bahwa Nadira itu left group dari semua grup yang ada, di grup keluarga, dan bahkan di grup-grup lainnya," kata Budhi saat dihubungi, Minggu (5/7).Merasa ada yang tidak biasa, keluarga langsung mencoba menghubungi Nadira melalui telepon dan WhatsApp. Namun, telepon genggamnya sudah tidak aktif, sedangkan pesan yang dikirim hanya menunjukkan centang satu.Budhi mengatakan teman-teman Nadira juga mengalami hal serupa. Saat mencoba menghubungi korban, mereka mendapati Nadira telah keluar dari seluruh grup percakapan yang selama ini diikutinya."Dia ternyata di hari Selasa siang itu left group benar-benar dari semua grup. Jadi ketika ditanya ke temannya, ya left juga," ujarnya.Tak hanya itu, keluarga juga menemukan akun media sosial Nadira sudah tidak dapat diakses."Dicek di medsosnya juga seperti hapus akun gitu. Itu enggak terdeteksi di medsos," kata Budhi.Hingga kini, keluarga belum mengetahui apakah keluarnya Nadira dari seluruh grup WhatsApp dan hilangnya akun media sosial tersebut dilakukan sendiri atau oleh pihak lain.Seluruh informasi tersebut telah disampaikan kepada penyidik untuk menjadi bagian dari proses penyelidikan.Lacak Nomor dan Riwayat Ojek OnlineNadira Az-Zahra, mahasiswi Telkom University yang tidak diketahui keberadaannya sejak Selasa (30/6/2026). Foto: Dok. IstimewaSelain berkoordinasi dengan kepolisian, keluarga juga meminta bantuan perusahaan penyedia jasa ojek online dan perusahaan telekomunikasi untuk menelusuri jejak korban.Budhi mengatakan pihak keluarga terus menindaklanjuti setiap kemungkinan yang dapat membantu mengungkap keberadaan Nadira.Menurutnya, salah satu langkah yang dilakukan adalah berkomunikasi dengan perusahaan penyedia layanan telekomunikasi untuk membantu melacak nomor telepon yang digunakan Nadira.Selain itu, keluarga juga meminta bantuan perusahaan ojek online. Nadira biasa menggunakan ojek online untuk beraktivitas.Nadira berangkat menuju kampus menggunakan ojek online. Saat itu dia sempat mengabarkan ibunya sudah tiba di kampus sebelum akhirnya hilang kontak."Sementara yang sedang kita upayakan itu ke provider telepon untuk melacak keberadaannya, tapi telepon itu sudah tidak aktif. Kemudian ke vendor ojol yang diduga sering digunakan oleh Nadira, kita juga terus komunikasi," kata Budhi.Budhi menjelaskan, berdasarkan data yang dimiliki keluarga, Nadira memang berangkat dari rumah menggunakan jasa ojek online dan sempat terekam CCTV tiba di kawasan kampus Telkom University.Namun, setelah diturunkan di kampus, hingga kini belum diketahui lagi ke mana Nadira pergi.Di sisi lain, kepolisian juga terus melakukan penyelidikan dengan melibatkan berbagai satuan, termasuk tim siber, untuk menelusuri jejak digital korban."Sementara pihak kepolisian juga terus bergerak ya dengan tim cyber-nya dan lain-lainnya. Semuanya bergerak, tapi sampai saat ini belum ada titik terang," katanya.Budhi mengatakan keluarga juga harus memilah banyak informasi yang masuk dari masyarakat. Seluruh informasi tersebut harus diverifikasi terlebih dahulu agar tidak mengganggu proses pencarian.Ia berharap dukungan dari berbagai pihak, termasuk perusahaan telekomunikasi, penyedia layanan transportasi daring, dan masyarakat, dapat membantu mengungkap keberadaan Nadira sehingga mahasiswi tersebut dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat.Budhi juga berharap masyarakat yang mengetahui informasi mengenai keberadaan Nadira segera menghubungi keluarga atau aparat kepolisian. Ia juga meminta doa agar Nadira dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat."Kami berharap fokus utama sekarang adalah segera mendapatkan kepastian Nadira ada di mana dan bagaimana kondisinya. Kami sangat berharap dia baik-baik saja dan bisa segera pulang ke keluarganya," pungkasnya.