PT TVS Motor Company Indonesia (TVSMCI) meluncurkan motor skutik all new TVS Callisto 110 di Jakarta, Kamis (2/7/2026). Foto: Sena Pratama/kumparanIbaratnya di tongkrongan, TVS Indonesia ini bagai anak pendiam di antara teman-temannya sesama anggota AISI (Asosiasi Sepeda motor Indonesia). Hampir dua dekade eksis di Tanah Air, jenama India ini ternyata sudah produksi satu juta unit sepeda motor.Tanpa seremoni heboh, TVS Indonesia tetap bertahan meski segelintir merek asal Jepang yang kini masih mendominasi. Belum lagi bicara mulai maraknya brand baru yang coba jajaki pasar dalam negeri, 2026 pun jadi periode penting bagi perusahaan.Country Head of Sales PT TVS Motor Company Indonesia (TVSMCI), Alvin Tan mengatakan salah satu kunci perusahaan tetap bertahan hingga kini adalah diferensiasi produk yang ditawarkan. Kemudian, TVSMCI sudah lama dikenal sebagai basis ekspor roda dua global."Jadi konsistensi TVS India untuk pasar Indonesia itu sangat kuat. Karena mereka tahu bahwa Indonesia itu merupakan salah satu pasar roda dua terbesar di dunia," buka Alvin ditemui saat sela peluncuran TVS Callisto 110 di Jakarta, Kamis (2/7).TVS Motor Company Indonesia (TVSMCI) rakayakan produksi satu juta unit sepeda motor di Karawang, Jawa Barat (18/2/2026). Foto: KemenperinPabrikan mengaku, tidak mudah bertarung di pasar roda dua domestik selama hampir dua dekade. Namun hasil manis mulai dipetik TVS, apalagi sejak merek ini merilis jajaran motor skutik dengan kelengkapan dan harga yang menarik."Kembali dari sisi produk yang terpenting kami dapat selalu memastikan untuk memberikan produk-produk baru yang sesuai dan dengan harga yang kompetitif. Kita siapkan semua fondasinya dan jangan lupa soal kualitas," kata Alvin.Pada Februari kemarin, TVSMCI merayakan capaian satu juta unit produksi kendaraan roda dua dan tiga sejak pabriknya di Karawang resmi beroperasi pada 2007 silam. Angka tersebut merupakan akumulasi distribusi pasar domestik dan ekspor."Sudah kemarin, makanya kami memperingati satu juta unit produksi sejak awal. Kita tahun 2007, itu kombinasi (domestik dan ekspor), sekarang kita ekspor sudah lebih dari 80 negara," terang Alvin.Motor TVS di IMOS 2024. Foto: Sena Pratama/kumparanAlvin optimistis pasar sepeda motor di Tanah Air masih berkembang lebih jauh, utamanya ditarik sejak era pandemi Covid-19 yang kala itu sektor industri otomotif paling terkena dampak. Apa yang diharapkannya sejalan dengan data AISI terbaru.Pada 2020, pasar hanya menyerap produk sepeda motor sebanyak 3.660.616 alias terendah dibanding 2011 yang menjadi periode penjualan terbanyak dengan jumlah 8.012.540 unit sejak 9 tahun terakhir.Namun mulai tahun berikutnya, keadaan mulai membaik dengan ditandai penjualan 5.057.516 unit yang disumbangkan dari Honda, Yamaha, Suzuki, TVS, dan Kawasaki. Lalu 2022 angkanya sedikit meningkat menjadi 5.221.470 unit.Tahun 2023 dianggap sebagai titik balik industri roda dua Indonesia, penjualannya kembali menyentuh angka 6 juta unit atau tepatnya 6.236.992 unit. Pun 2024 angkanya menjadi 6.333.310 unit dan cukup stabil pada 2025 terangkum 6.412.769 unit."Kalau data dari AISI itu penjualan (motor) di Indonesia semakin lama semakin baik, ya. Tetapi memang angka kita belum sebesar yang lain, jadi ruang untuk berkembang bagi TVS itu masih sangat-sangat besar," yakin Alvin.