Naomi: Potret Obsesi dan Cinta dalam Karya Junichiro Tanizaki

Wait 5 sec.

Grameds, kamu pasti sudah familiar dengan istilah bucin alias budak cinta. 🙋‍♀️Sebutan ini biasanya ditujukan kepada seseorang yang rela melakukan apa saja demi orang yang dicintainya. Dalam hal ini, sering kali perasaanlah yang menjadi pusat dari setiap keputusan, sementara logika perlahan bergeser ke belakang dan jadi tersamarkan.Tapi kamu tahu nggak sih, Grameds, kalau fenomena seperti ini ternyata sudah lama hadir dalam dunia sastra, lho!Jauh sebelum istilah bucin populer, seorang maestro sastra Jepang bernama Junichiro Tanizaki telah mengangkat tema serupa melalui novel Naomi.Lewat kisah dalam novelnya itu, Tanizaki memperlihatkan bagaimana kekaguman dapat berkembang menjadi obsesi, lalu perlahan mengubah dinamika sebuah hubungan. Dalam novel ini, bumbu akan cinta, ketergantungan, dan permainan kuasa berpadu menjadi cerita yang memancing pembaca untuk terus mengikuti setiap halamannya.Lalu, seperti apa kisah yang membuat Naomi terus diperbincangkan hingga sekarang? 🤷‍♀️Yuk, kita bahas kisahnya bareng-bareng! 🚀Mari Kita Bahas Sinopsisnya Dulu!Naomi bercerita tentang Kawai Joji, seorang pria mapan yang suatu hari bertemu dengan Naomi, gadis muda yang bekerja sebagai pelayan di sebuah kafe.Naomi sebenarnya berasal dari keluarga biasa. Namun, kulitnya yang cerah, parasnya yang dianggap menyerupai perempuan Barat, serta pesonanya yang begitu kuat langsung menarik perhatian Joji.Terpesona oleh penampilannya, Joji mengajak Naomi tinggal bersamanya. Ia membiayai pendidikan Naomi, mengajarinya berbagai kebiasaan modern, hingga berharap suatu hari nanti Naomi tumbuh menjadi perempuan terdidik yang kemudian akan dinikahinya.Ikuti Kisahnya dari Sini!Semula, hubungan mereka tampak seperti kisah seorang pria yang ingin memberikan kehidupan lebih baik bagi perempuan yang dicintainya.Akan tetapi, seiring berjalannya waktu, semuanya berkembang ke arah yang sama sekali berbeda. Naomi tumbuh menjadi perempuan yang semakin percaya diri dan menyadari daya tarik yang dimilikinya. Perlahan, hubungan mereka berubah. Sosok yang semula ingin membentuk Naomi justru mulai kehilangan kendali atas hidupnya sendiri.Baca juga: Novel The Black Lizard: Permainan Identitas dan Intrik dari Edogawa Rampo!Kenapa Bisa Disebut Cinta Si Bodoh?Pertama kali terbit pada awal abad ke-20, Naomi sempat menjadi fenomena di Jepang karena mengangkat tema yang terasa berani pada masanya. Hingga kini, novel tersebut masih dikenang sebagai salah satu karya klasik yang paling menarik dalam membahas kompleksitas hubungan manusia dan sisi rapuh dari cinta.Dari sana, Naomi tampil sebagai bacaan yang menarik. Terlebih, karena adanya pendalaman terkait hubungan antara Joji dan Naomi yang terus mengalami perubahan.Pada awal cerita, Joji tampak sebagai sosok yang memegang kendali. Ia menentukan pendidikan Naomi, mengatur gaya hidupnya, bahkan membayangkan masa depan mereka sesuai keinginannya.Namun, situasi itu perlahan berbalik.Baca Kisah Seru Lainnya di Sini!Naomi semakin bebas menentukan pilihannya, sementara Joji justru semakin bergantung secara emosional. Ia rela memaafkan berbagai perlakuan Naomi, mengabaikan harga dirinya sendiri, dan terus bertahan meski berkali-kali disakiti.Di sinilah Tanizaki memperlihatkan bagaimana rasa cinta dapat berubah menjadi obsesi yang mengaburkan penilaian seseorang.Alih-alih menghadirkan hubungan romantis yang ideal, Naomi mengajak pembaca melihat sisi lain dari cinta. Sebuah hubungan yang dipenuhi ketergantungan, manipulasi, dan hasrat untuk memiliki, hingga membuat seseorang rela mengorbankan dirinya sendiri. Karena itu pula, kisah dalam novel ini kerap disebut sebagai “kisah cinta si bodoh”.Dan walaupun kisahnya telah berusia seabad lamanya, dinamika hubungan para tokohnya masih terasa dekat dengan berbagai kisah yang sering kita temui di masa kini. Kenalan dengan Junichiro Tanizaki!Junichiro Tanizaki merupakan salah satu nama besar yang sering tersiar dalam dunia sastra Jepang modern. Sepanjang kariernya, ia dikenal sebagai penulis yang gemar mengeksplorasi sisi terdalam psikologi manusia, terutama tentang obsesi, hasrat, identitas, serta benturan antara budaya tradisional Jepang dan pengaruh modern Barat.Lahir di Tokyo pada tahun 1886, Tanizaki sempat mengagumi budaya Barat dan banyak menuangkan ketertarikan tersebut ke dalam karya-karya awalnya, termasuk Naomi. Pengaruh itu terlihat jelas melalui karakter, gaya hidup, hingga perubahan sosial yang digambarkan dalam novelnya.Setelah Gempa Besar Kanto pada 1923, pandangan Tanizaki mulai berubah. Ia pindah ke wilayah Kansai dan semakin tertarik mengeksplorasi budaya tradisional Jepang. Perubahan tersebut melahirkan berbagai karya penting, termasuk esai legendaris In Praise of Shadows yang membahas filosofi estetika Jepang.Dalam karya-karyanya, Tanizaki selalu menghadirkan tokoh-tokoh yang kompleks dan hubungan antar-manusia yang kompleks. Ia mampu mengangkat tema-tema yang terasa kontroversial menjadi kisah yang elegan, puitis, sekaligus menggugah pemikiran pembacanya.Kemampuannya itulah yang membuat Junichiro Tanizaki dikenang sebagai salah satu sastrawan paling berpengaruh dalam sejarah sastra Jepang.Dapatkan Bukunya Lewat Pre-Order!Nah, kalau secuplik kisah Naomi karya maestro Junichiro Tanizaki tadi cukup membuatmu penasaran, maka sekarang sudah saatnya untuk meminang novel itu ke pelukanmu.Kamu sudah bisa melakukan pre-order melalui Gramedia.com dan menjadi salah satu pembaca pertama yang menikmati kisah klasik penuh intrik ini.Tak hanya itu, ada juga bonus spesial yang bisa kamu dapatkan selama periode pre-order berlangsung.  Ikuti Pre-Ordernya di Sini!Sangat menarik, bukan? Jadi, pastikan kamu tidak melewatkan kesempatan ini ya, Grameds!Rekomendasi Buku Lainnya! 📚Kalau kamu menikmati Naomi yang penuh dinamika hubungan, konflik batin, dan karakter yang kompleks, beberapa novel berikut juga layak masuk daftar bacaanmu:1. Lolita – Vladimir NabokovIkuti Kisahnya dari Sini!Dianggap sebagai salah satu novel paling berpengaruh sepanjang masa, Lolita merupakan karya klasik yang hingga kini terus memancing diskusi di berbagai belahan dunia. Novel ini bahkan sempat menuai kontroversi saat pertama kali diterbitkan pada 1955 dan pernah dilarang beredar di beberapa negara. Meski demikian, kepiawaian Vladimir Nabokov dalam merangkai bahasa membuat Lolita tetap dikenang sebagai salah satu karya sastra paling penting di abad ke-20.Ceritanya mengikuti pengakuan Humbert Humbert, seorang profesor paruh baya yang terobsesi pada Dolores Haze, gadis remaja yang ia panggil Lolita. Obsesi tersebut mendorongnya mengambil berbagai keputusan yang mengubah hidup mereka. Sama seperti Naomi, novel ini mengupas sisi gelap hasrat manusia dan hubungan yang dipenuhi ketimpangan kuasa, sehingga menghadirkan pengalaman membaca yang memancing banyak refleksi. 2. Normal People – Sally RooneyIkuti Kisahnya dari Sini!Connell dan Marianne berasal dari dunia yang berbeda. Connell dikenal sebagai siswa populer, sementara Marianne lebih senang menyendiri. Meski diam-diam menjalin hubungan, keduanya memilih menyembunyikan kedekatan mereka dari orang lain. Seiring berjalannya waktu, hubungan itu terus berubah mengikuti fase kehidupan yang mereka jalani, mulai dari masa sekolah hingga bangku kuliah.Melalui gaya bercerita yang sederhana namun begitu tajam, Sally Rooney mengeksplorasi bagaimana cinta, komunikasi, rasa percaya diri, dan luka emosional membentuk seseorang. Normal People menawarkan hubungan yang terasa sangat manusiawi dengan karakter yang penuh kekurangan, sehingga menjadi bacaan yang pas jika kamu menyukai dinamika emosional dan hubungan rumit seperti yang ditampilkan dalam Naomi. 3. Your Story – Miaki SugaruIkuti Kisahnya dari Sini!Your Story menghadirkan kisah cinta yang lembut sekaligus penuh misteri melalui sudut pandang dua tokohnya, Chihiro dan Touka. Potongan-potongan kenangan, benda-benda sederhana, lagu, hingga pergantian musim perlahan menyusun sebuah cerita yang menghubungkan keduanya dengan cara yang tidak terduga.Dengan gaya khas Miaki Sugaru yang puitis dan melankolis, novel ini mengajak pembaca menikmati kisah tentang takdir, kehilangan, dan perasaan yang terus bertahan meski waktu terus bergerak. Jika kamu menyukai novel yang lebih menonjolkan emosi, atmosfer, dan refleksi tentang cinta, Your Story bisa menjadi pilihan yang sulit untuk dilewatkan. 4. 5 Centimeters per Second – Makoto Shinkai“Kecepatan jatuhnya kelopak sakura itu 5 sentimeter per detik.”Ikuti Kisahnya dari Sini!Novel ini mengikuti perjalanan Takaki dan Akari, dua sahabat masa kecil yang dipertemukan saat SD, lalu harus berpisah ketika keluarga mereka pindah. Meski waktu terus berjalan dan kehidupan membawa mereka ke arah yang berbeda, kenangan satu sama lain tetap tertinggal di dalam hati.Diadaptasi langsung dari film ikonik karya Makoto Shinkai, novel ini menghadirkan tiga kisah yang saling terhubung dengan narasi yang lembut dan emosional. Jika Naomi memperlihatkan bagaimana cinta dapat berubah menjadi obsesi, maka 5 Centimeters per Second mengajak kamu merenungkan bagaimana cinta pertama tetap meninggalkan jejak, bahkan ketika takdir membawa dua orang menjauh satu sama lain. 5. One Hundred Flowers – Genki KawamuraIkuti Kisahnya dari Sini!Saat menantikan kelahiran anak pertamanya, Izumi Kasai justru dihadapkan pada kenyataan bahwa sang ibu mulai kehilangan ingatannya akibat demensia. Rumah yang dulu terasa hangat kini dipenuhi kekacauan, sementara berbagai kenangan lama perlahan kembali muncul, termasuk peristiwa ketika ibunya pernah menghilang tanpa kabar selama setahun.Melalui perjalanan Izumi dan Yuriko, One Hundred Flowers mengangkat kisah tentang keluarga, penyesalan, dan kenangan yang perlahan memudar. Genki Kawamura merangkai cerita yang hangat sekaligus menyentuh, mengingatkan bahwa setiap momen bersama orang terkasih memiliki nilai yang tak tergantikan. Novel ini cocok untuk kamu yang menyukai cerita emosional dengan konflik batin yang terasa begitu dekat dengan kehidupan. Pada akhirnya,Naomi adalah sebuah kisah tentang cinta, obsesi, dan hubungan yang terus berubah seiring waktu. 🌱📚Melalui perjalanan Joji dan Naomi, kamu akan diajak melihat bagaimana rasa kagum terhadap seseorang dapat berkembang menjadi obsesi, bagaimana hubungan dapat bergeser menjadi permainan kuasa, serta bagaimana seseorang rela mengorbankan begitu banyak hal demi mempertahankan perasaannya.Dengan gaya bercerita yang elegan dan karakter yang terasa begitu hidup, Junichiro Tanizaki menghadirkan sebuah karya klasik yang tetap relevan lintas generasi. Adanya kompleksitas kuat dalam hubungan antar-tokohnya, kedalaman psikologinya, serta tema yang diangkat membuat Naomi terus dikenang sebagai salah satu novel Jepang yang paling berpengaruh hingga saat ini.Yup, kalau kamu menyukai kisah yang memadukan romansa, drama psikologis, dan dinamika hubungan yang penuh lapisan, Naomi layak menjadi bacaan berikutnya. 😉🌟Ikuti Pre-Ordernya di Sini!Baca juga: Jangan Kaget! Belanja di Gramedia Sekarang Bisa Membawamu ke Jepang!✨Oh iya, jangan lupa juga untuk cek promo spesial lainnya di Gramedia.com supaya belanjamu makin hemat dan bermakna! ⤵Temukan Semua Promo Spesial di Sini!