Stok Berlimpah, Produsen Minyak Timur Tengah Berlomba Cari Pembeli

Wait 5 sec.

CEO TotalEnergies Patrick Pouyanne menjadi pembicara Konferensi Energy Asia di Kuala Lumpur Convention Centre, Malaysia, Senin (16/6/2025). Foto: Edgar Su/REUTERSProdusen minyak di Timur Tengah kini berlomba mencari pembeli. Hal ini dilakukan untuk menghabiskan stok minyak mentah yang menumpuk usai perang di kawasan Teluk Persia.Chief Executive Officer (CEO) TotalEnergies Patrick Pouyanné mengatakan produsen minyak di Timur Tengah saat ini berada dalam posisi yang sangat ingin melepas persediaan minyak yang telah terakumulasi selama perang.Meski demikian, ia melihat banyak kapal masih kesulitan melewati Selat Hormuz. Alhasil banyak produsen yang memberi diskon besar untuk minyak mentah.“Produsen di Timur Tengah telah membangun persediaan minyak yang sangat besar sehingga sekarang mereka sangat ingin menjual minyak tersebut,” kata Pouyanné dikutip dari Bloomberg, Minggu (5/7).Di sisi lain, distribusi minyak mentah masih menghadapi kendala karena banyak perusahaan pelayaran tidak mau mengirim kapal tanker melalui Selat Hormuz. Hal ini karena kekhawatiran terhadap risiko keamanan sehingga arus pengiriman belum sepenuhnya pulih.Ilustrasi pengeboran minyak. Foto: Asif 31/Shutterstock“Masih ada kesulitan bagi kapal tanker untuk melintasi Selat Hormuz karena banyak pemilik kapal yang masih enggan mengambil risiko. Akibatnya, para produsen memberikan diskon besar terhadap minyak mentah mereka, dan harga minyak pun terus merosot,” ujarnya.Meski harga minyak mentah melemah, kondisi berbeda terjadi pada produk olahan seperti bensin dan diesel.Pouyanné menyebut harga kedua komoditas tersebut masih mencerminkan situasi ketika harga minyak mentah berada di kisaran USD 95 hingga USD 100 per barel. Sementara itu, harga minyak mentah Brent pada perdagangan Jumat (3/7) berada di kisaran USD 72 per barel.Dengan kondisi itu, ia memperkirakan pasar membutuhkan waktu sekitar tiga hingga empat bulan untuk kembali mencapai keseimbangan antara pasokan dan distribusi.“Konsekuensi dari pemblokiran pada akhirnya cukup kompleks. Ada sejumlah perkembangan yang tidak terduga dan cukup mencolok yang sedang terjadi saat ini,” kata Pouyanné.