PBNU Survei Tiga Ponpes di Cirebon untuk Jadi Calon Tuan Rumah Muktamar ke-35

Wait 5 sec.

Ilustrasi Nahdlatul Ulama (NU). Foto: Supri/REUTERSPengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mulai mematangkan persiapan penyelenggaraan Muktamar ke-35 NU dengan meninjau sejumlah calon lokasi. Salah satu daerah yang diusulkan menjadi tuan rumah adalah Cirebon, Jawa Barat.Tim Panitia Muktamar ke-35 NU melakukan survei ke tiga pondok pesantren di Kabupaten Cirebon, yakni Pondok Buntet Pesantren, Pondok Pesantren Kempek, dan Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin, pada Sabtu (4/7).Survei tersebut diikuti Katib Syuriyah PBNU Abu Yazid Al-Busthami, Ketua PBNU Ahmad Fahrur Rozi, Wakil Sekretaris Jenderal PBNU Amir Ma’ruf, Bendahara PBNU Nuruzzaman, serta staf PBNU Qonitatul Ulya. Rombongan turut didampingi Ketua PWNU Jawa Barat Juhadi Muhammad, Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Cirebon Wawan Arwani, dan Ketua PCNU Kabupaten Cirebon Aziz Hakim Syaerozi.Usai meninjau Pondok Buntet Pesantren, Abu Yazid menilai fasilitas yang tersedia telah memenuhi kebutuhan dasar penyelenggaraan muktamar.“Insyaallah, ini memenuhi,” kata Yazid, dikutip dari NU Online, Senin (6/7).Meski demikian, ia menegaskan hasil survei tersebut belum menjadi penentu lokasi pelaksanaan Muktamar ke-35 NU. Keputusan akhir akan ditetapkan oleh Steering Committee (SC) dan Organizing Committee (OC) Muktamar dalam rapat yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa (7/7).“Semua nanti berpulang kepada keputusan panitia, baik SC maupun OC,” katanya.Menurut Yazid, Pondok Buntet Pesantren memiliki gedung berkapasitas besar. Apabila masih diperlukan ruang tambahan, tersedia lapangan yang selama ini digunakan untuk berbagai kegiatan berskala besar, termasuk haul yang dihadiri ribuan jemaah.Ia menjelaskan, lokasi Muktamar harus memenuhi sejumlah persyaratan, mulai dari tersedianya ruang sidang komisi dan pleno, akses transportasi yang memadai, hingga dukungan akomodasi bagi peserta. Sebab, Muktamar ke-35 NU diperkirakan akan dihadiri sekitar 5.000 hingga 6.000 peserta resmi, belum termasuk warga Nahdliyin yang hadir.Yazid menambahkan, apabila Cirebon akhirnya ditetapkan sebagai tuan rumah, pelaksanaan Muktamar tidak akan dipusatkan di satu lokasi, melainkan tersebar di tiga pondok pesantren yang telah disurvei.“Seandainya jadi tuan rumah, ada tiga pesantren. Makanya kita akan melaporkan apa adanya. Nanti yang menentukan panitia SC dan OC,” katanya.Ketua sidang, M. Nuh, membacakan hasil voting Muktamar PBNU. Foto: YouTubePCNU Cirebon Nyatakan SiapRais Syuriyah PCNU Kabupaten Cirebon, Wawan Arwani, menyatakan pihaknya siap apabila Cirebon dipercaya menjadi tuan rumah Muktamar ke-35 NU.“Kami PCNU Kabupaten Cirebon siap apabila Muktamar dilaksanakan di Kabupaten Cirebon. Di sini ada tiga pesantren yang menjadi alternatif lokasi, yakni Buntet, Kempek, dan Babakan Ciwaringin. Insya Allah semuanya siap. Untuk NU, apa yang tidak siap,” ujarnya.Sementara itu, Pengasuh Pondok Buntet Pesantren Fahad Ahmad Sadat mengatakan tim survei PBNU memberikan penilaian positif terhadap kesiapan pesantrennya.Ia menyebut tim telah meninjau berbagai fasilitas yang disiapkan, mulai dari masjid, ruang rapat, Graha Mbah Muqayyim, hingga sejumlah lokasi yang diproyeksikan menjadi tempat sidang pleno, pembukaan muktamar, dan akomodasi peserta.“Alhamdulillah, hasil kunjungan tim survei PBNU memberikan penilaian positif terhadap kesiapan kami. Secara sarana dan prasarana serta dukungan pesantren, insyaallah kami siap menjadi salah satu lokasi penyelenggaraan Muktamar,” katanya.Jawa Barat Ingin Jadi Tuan RumahKetua PWNU Jawa Barat, Juhadi Muhammad, berharap Jawa Barat kembali dipercaya menjadi tuan rumah Muktamar NU. Menurutnya, terakhir kali provinsi tersebut menjadi penyelenggara Muktamar NU adalah pada Muktamar ke-29 di Pesantren Cipasung, Tasikmalaya, pada 1994.“Sebagai Ketua PWNU Jawa Barat tentu kami berharap Muktamar bisa kembali digelar di Jawa Barat,” ungkapnya.Harapan serupa disampaikan Ketua PCNU Kabupaten Cirebon, Aziz Hakim Syaerozi. Ia menilai Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin layak menjadi salah satu lokasi penyelenggaraan bersama Pondok Pesantren Buntet dan Pondok Pesantren Kempek.Menurut Aziz, Pesantren Babakan memiliki sejarah panjang karena telah berdiri selama sekitar tiga abad dan memiliki keterkaitan erat dengan tradisi keilmuan Nahdlatul Ulama.“Babakan merupakan salah satu pesantren yang usianya telah mencapai tiga abad. Kami berharap Pesantren Babakan menjadi wasilah menyambungkan sanad keilmuan para leluhur kami,” kata dia.Ia menambahkan, banyak pejuang dari Pesantren Babakan yang mendampingi KH Hasyim Asy’ari dalam perjuangan Resolusi Jihad. Selain itu, banyak dzuriyah Babakan yang pernah menimba ilmu di Pesantren Tebuireng sehingga memiliki kesinambungan sanad keilmuan.Penentuan Diharapkan Lewat IstikharahDi sisi lain, Pengasuh Pondok Pesantren Kempek, Mustofa Aqil Siroj, berharap penentuan lokasi penyelenggaraan Muktamar ke-35 NU tidak hanya didasarkan pada hasil survei teknis.Menurutnya, keputusan tersebut juga perlu melalui ikhtiar spiritual.“Hasil survei apa pun, setelah diserahkan kepada Pengurus Besar, kami mohon diserahkan kepada para kiai untuk melakukan istikharah,” tuturnya.Dalam kesempatan itu, Mustofa juga menyampaikan apresiasi kepada PBNU karena Pondok Pesantren Kempek masuk sebagai salah satu kandidat lokasi penyelenggaraan Muktamar ke-35 NU.