Disebut Terima Duit untuk Takeover PKB, Gus Yaqut: Itu Bohong Semua

Wait 5 sec.

Terdakwa kasus dugaan korupsi pembagian kuota dan penyelenggaraan haji di Kementerian Agama (Kemenag) tahun 2023-2024, Yaqut Cholil Qoumas mengikuti sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Selasa (29/9/2026). Foto: Dhemas Reviyanto/ANTARA FOTOMantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas membantah keterangan saksi yang menyebut uang fee percepatan haji yang diberikan kepada Isfah Abidal Aziz alias Gus Alex digunakan untuk kepentingan pribadi Gus Yaqut, salah satunya untuk mengambil alih Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).Hal tersebut terungkap dalam sidang perkara korupsi kuota haji tambahan di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Kamis (1/10).Salah satu saksi yang dihadirkan jaksa penuntut umum, yakni Ahmad Taufiq selaku Direktur PT Anugerah Citra Mulia Ahmad, disebut dipercaya untuk mengumpulkan dana komitmen (commitment fee) untuk kuota haji tambahan 2024 di lingkungan asosiasi HIMPUH.Awalnya Taufiq ditanya jaksa soal uang yang disebut sebagai uang ‘terima kasih’. Jaksa kemudian menanyakan kepada siapa uang tersebut berkaitan. Taufiq menjelaskan uang itu berasal dari perusahaannya sendiri, PT Anugerah Citra Mulia, ditujukan untuk pejabat di Kemenag, namun ia tidak merincikannya.“Ya uang terima kasih aja,” kata Taufiq.Setelah itu, jaksa mengonfirmasi keterangan Taufiq dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang tertulis uang tersebut ditujukan kepada Gus Alex.Jaksa membacakan keterangan yang menyebut pemberian uang kepada Gus Alex itu digunakan Gus Yaqut untuk kepentingan pribadi, salah satunya untuk mengambil alih PKB.Namun, Taufik kemudian menjelaskan bahwa informasi tersebut bukan berdasarkan pengetahuannya secara langsung, namun hanya sependengarannya saja.Taufik menyebut dirinya mendengar informasi itu dari mantan Kasubdit Haji Khusus Kemenag Agus Syafii.“Pak, ini ada informasi yang sedikit mengganggu kami, Pak. Nanti juga akan didalami oleh rekan kami advokat. Di BAP nomor 16, bagaimana Saudara bisa menerangkan dalam BAP ini bahwa, ya saya ulangi ya, pertanyaan seperti ini, bagaimana Saudara bisa menerangkan dalam BAP ini bahwa uang yang akan diberikan kepada Gus Alex digunakan oleh Pak Yaqut Cholil Qoumas untuk kepentingan pribadinya?” tanya jaksa.“Di antaranya, takeover Partai PKB. Supaya enggak jadi fitnah, Pak, ini kesempatan Saudara untuk menjernihkannya nih,” lanjut jaksa.“Saya dengar dari Pak Agus, Pak,” jawab Taufiq.Taufiq kemudian menyinggung keterangan BAP yang ditulis penyidik. Taufiq menyebut awalnya ia hanya mendengar informasi tersebut, namun seolah-olah ditulis penyidik sebagai pengetahuan Taufiq sendiri.“Ya ini kan saya cuma mendengar, saya bilang. Tapi tidak tidak serta-merta itu dilakukan oleh Gus Yaqut, gitu, Pak. Tapi Pak Agus pernah cerita gitu seperti itu,” katanya.Saat hakim menanyakan apakah dia pernah menyebut uang tersebut disetorkan kepada Gus Yaqut ketika diperiksa penyidik, Taufiq menjawab tidak.“Tidak. Tidak ada, Yang Mulia,” kata Taufiq.Gus Yaqut Bantah Disebut Terima Duit untuk Takeover PKBDi sela persidangan, Gus Yaqut menanggapi keterangan Taufiq tersebut. Dia menilai keterangan saksi menunjukkan adanya informasi yang hanya didengar, tetapi kemudian muncul seolah-olah merupakan fakta.“Jadi kita dengarkan tadi, kita semua dengarkan bagaimana orkestrasi fitnahnya enggak sempurna. Gitu aja,” kata Gus Yaqut.Gus Yaqut menyebut tudingan tersebut sebagai kebohongan. Ia kemudian menegaskan bahwa pada akhirnya kebenaran akan terungkap.“Ya enggak sempurna tadi kan bohong semua tuh. Terbukti bohong, hanya dengar tapi diceritakan seolah-olah itu ada. Jadi mereka ini, saya enggak tahu ya. Nanti kita deh lihat ujungnya bagaimana,” lanjutnya.“Saya selalu meyakini bahwa kebenaran itu pasti akan menemukan jalannya. Cepat atau lambat,” lanjut Gus Yaqut.