Ilustrasi Wall Street. Foto: ShutterstockIndeks saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street ditutup melemah pada Senin (28/9), tertekan kenaikan harga minyak dan imbal hasil US Treasury. Investor mencermati ketidakpastian prospek kesepakatan damai terkait perang Iran serta dampaknya terhadap arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed).Mengutip Reuters, Dow Jones Industrial Average turun 347,11 poin atau 0,67 persen menjadi 51.481,51. S&P 500 turun 59,72 poin atau 0,77 persen menjadi 7.683,69, sedangkan Nasdaq Composite melemah 248,34 poin atau 0,92 persen menjadi 26.820,38.Penurunan S&P 500 tersebut menjadi pelemahan harian terbesar sejak 20 Agustus. Saham Boeing anjlok 6,9 persen dan menjadi salah satu pemberat terbesar bagi Dow Jones. Penurunan terjadi setelah Federal Aviation Administration (FAA) AS mengatakan akan menunda sertifikasi Boeing 737 MAX 10 hingga masalah perangkat lunak yang baru terungkap dapat diselesaikan.Di tengah tren pelemahan pasar, saham Nvidia justru menguat 1,6 persen. Kenaikan terjadi setelah perusahaan chip tersebut mengumumkan otorisasi pembelian kembali saham senilai USD 150 miliar, yang menjadi program buyback terbesar yang pernah diumumkan sebuah perusahaan.Iran mengumumkan proposal perdamaian pada sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pekan lalu di New York. Proposal tersebut disebut telah disampaikan kepada AS melalui mediator Qatar. Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Sabtu kalau pihaknya telah menolak tawaran tersebut. Namun, kepada Axios pada Minggu, Trump mengatakan negosiator AS diperkirakan tetap melanjutkan pembicaraan pada pekan ini.Gubernur The Fed Lisa Cook pada Senin memperkirakan tekanan inflasi akan berlanjut dalam beberapa bulan mendatang yang dipicu oleh permintaan terkait kecerdasan buatan (AI) dan kenaikan harga minyak. Namun, dia tidak mengatakan bahwa kenaikan suku bunga lebih lanjut akan diperlukan.Ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada pertemuan Oktober juga meningkat dalam beberapa hari terakhir. Hal tersebut antara lain dipicu data ekonomi yang menunjukkan pertumbuhan ekonomi AS masih solid.Berdasarkan CME FedWatch, pasar saat ini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga setidaknya 25 basis poin pada pertemuan The Fed bulan depan sebesar 70,3 persen. Angka tersebut naik dari 57,6 persen sepekan sebelumnya dan 17,7 persen sebulan lalu.Sejumlah data ekonomi penting akan dirilis pekan ini dan dapat memengaruhi arah kebijakan The Fed. Data tersebut mencakup inflasi dan pasar tenaga kerja, yang akan ditutup dengan laporan ketenagakerjaan pemerintah pada Jumat.Saham Tesla juga merosot 3,9 persen setelah perusahaan sekuritas J.P. Morgan memangkas target harga saham tersebut. Penurunan target harga didasarkan pada lemahnya pengiriman kendaraan Tesla pada kuartal III.Jumlah saham yang melemah mengungguli saham yang menguat dengan rasio 3,55 banding 1 di New York Stock Exchange (NYSE) dan 2,56 banding 1 di Nasdaq.S&P 500 mencatat empat saham yang mencapai level tertinggi baru dalam 52 minggu dan 29 saham yang mencetak level terendah baru. Sementara itu, Nasdaq Composite mencatat 40 saham yang mencapai level tertinggi baru dan 249 saham yang mencetak level terendah baru.Volume perdagangan di bursa AS mencapai 16,71 miliar saham, dibandingkan rata-rata 16,85 miliar saham per sesi dalam 20 hari perdagangan terakhir.