Tanda ADHD Bisa Terlihat Sejak Kecil, Kapan Anak Bisa Dievaluasi?

Wait 5 sec.

Ilustrasi anak dengan ADHD. Foto: MIA Studio/ShutterstockADHD sering kali baru menjadi perhatian ketika anak mulai sekolah. Padahal, beberapa penanda perkembangan yang berkaitan dengan kerentanan neurodivergensi dapat diamati sejak anak masih kecil.Psikolog Klinis Anak dan Keluarga, Roslina Verauli, M.Psi, Psikolog menjelaskan bahwa beberapa indikator risiko dapat terlihat sejak awal kehidupan. Namun, tanda-tanda tersebut tidak spesifik untuk ADHD.Beberapa hal yang dapat diperhatikan sejak dini antara lain pola tidur-bangun sejak lahir, pola tidur REM, refleks, serta riwayat keluarga ADHD atau neurodivergensi.Pada usia 0–3 tahun, kerentanan perkembangan yang dapat diamati mencakup regulasi tidur, regulasi diri, regulasi sensorik, temperamen, tingkat aktivitas, serta perkembangan motorik dan bicara.Sementara itu, memasuki usia 3–5 tahun, karakteristik perilaku yang lebih menyerupai gambaran ADHD mulai dapat terlihat. Misalnya, inatensi, aktivitas yang tinggi, impulsivitas, kesulitan menunggu, dan regulasi perilaku yang kurang baik.Screening dan Evaluasi ADHD pada Anak Harus dengan AhliIlustrasi anak dengan kondisi ADHD Foto: ShutterstockMeski begitu, munculnya perilaku tersebut bukan berarti anak otomatis mengalami ADHD. Sebab, pada usia yang sangat dini, sejumlah perilaku yang menyerupai ADHD masih dapat menjadi bagian dari variasi perkembangan yang normal.“Pada usia 4 tahun, evaluasi klinis gejala ADHD sudah dapat dilakukan,” jelas Roslina saat dihubungi kumparanMOM beberapa waktu lalu.Evaluasi tersebut tidak hanya melihat perilaku anak saat diperiksa. Dokter atau psikolog juga dapat mempertimbangkan laporan orang tua dan guru atau pengasuh, observasi klinis, riwayat perkembangan, serta dampak perilaku terhadap fungsi anak.“Dalam asesmen ADHD, riwayat anak dapat ditinjau mulai dari periode perinatal, masa kanak-kanak, prasekolah, hingga masa sekolah,” tambah Roslina.Seiring bertambahnya usia, terutama ketika anak memasuki usia sekolah, gejala dan dampak fungsional ADHD sering menjadi lebih jelas. Kesulitan dapat terlihat pada aspek akademik, sosial, keluarga, maupun fungsi eksekutif. Tak sedikit orang tua yang baru menyadari adanya masalah pada tahap ini karena tuntutan di sekolah membuat kesulitan anak menjadi lebih terlihat. Namun, orang tua sebaiknya tidak mendiagnosis ADHD hanya berdasarkan satu atau dua tanda yang terlihat pada anak. Penilaian perlu dilakukan secara menyeluruh oleh profesional dengan mempertimbangkan perkembangan dan fungsi anak.