Pedagang melayani pembeli yang membeli cabai di Pasar Senen, Jakarta, Jumat (20/6/2025). Foto: Iqbal Firdaus/kumparanBadan Pusat Statistik (BPS) melaporkan indeks harga konsumen (IHK) pada September 2026 menunjukkan inflasi sebesar 0,30 persen dibandingkan bulan sebelumnya (mtm). Sementara secara tahunan (yoy), menunjukkan tingkat inflasi sebesar 3,28 persen.“Pada September 2026 terjadi inflasi sebesar 0,30 persen secara bulanan atau month to month. Secara tahun ke tahun atau year on year terjadi inflasi 3,28 persen,” kata Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono dalam konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta Pusat, Kamis (1/10).Ateng mengatakan, kelompok pengeluaran yang menjadi pendorong utama inflasi bulanan adalah makanan, minuman, dan tembakau. Kelompok tersebut mengalami inflasi sebesar 0,88 persen dan memberikan andil inflasi sebesar 0,26 persen.Inflasi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau tersebut terutama didorong oleh cabai rawit dengan andil inflasi sebesar 0,08 persen.“Kemudian cabai merah andil inflasi sebesar 0,06 persen. Daging ayam ras dengan andil inflasi sebesar 0,05 persen, beras dengan andil inflasi sebesar 0,03 persen. Telur ayam ras andil inflasi 0,02 persen, serta ikan segar dan kangkung dengan andil inflasi masing-masing sebesar 0,01 persen,” jelas Ateng.Di sisi lain, kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya mengalami deflasi sebesar 0,14 persen pada September 2026 dan memberikan andil deflasi sebesar 0,01 persen.“Komoditas yang dominan mendorong deflasi pada kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya yaitu emas perhiasan dengan andil deflasi sebesar 0,01 persen,” kata Ateng.