Perjalanan Toyota Veloz Hybrid EV Lintas Nusa sejauh 826 kilometer dari Bromo hingga Yogyakarta. Foto: Gesit Prayogi/kumparanPT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) bersiap menambah fasilitas produksi baterai baru. Langkah strategis ini diambil untuk memenuhi tingginya permintaan konsumen terhadap mobil keluarga ramah lingkungan, termasuk pada Toyota Veloz Hybrid.Wakil Presiden Direktur TMMIN, I Nyoman Winaya, mengatakan bahwa kapasitas produksi perusahaan pada dasarnya mengikuti permintaan dari konsumen. Pihaknya selalu menyesuaikan kemampuan manufaktur dengan kebutuhan pasar.“Veloz HEV dari awal produksi hingga akhir bulan Agustus, kami sudah memproduksi sebanyak 15,737 unit. Untuk proyeksi produksi Toyota Indonesia ke depan tentunya kami berharap bisa terus bertumbuh,” kata dia di Karawang, Jawa Barat, Selasa (29/9).xEV Battery Line di Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN). Foto: Dok. TMMIN Nyoman bilang, saat ini Veloz Hybrid masih difokuskan untuk memenuhi pasar domestik. Sejak Februari-September 2026, MPV ini sudah membukukan lebih dari 20 ribu pemesanan. Ke depannya, TMMIN tetap membuka peluang ekspor dengan pertimbangan yang matang agar bisa menambah model yang dikirim ke luar negeri.Adapun, sampai Agustus 2026 Toyota sudah mengekspor beberapa model andalannya, seperti Avanza/Veloz, Raize, Yaris Cross, Fortuner, dan Agya/Wigo. Avanza atau Veloz menjadi yang paling laris di luar pasar Tanah Air.“Dalam era elektrifikasi, sebelum memulai produksi kami melakukan persiapan bukan hanya dari teknologi dan fasilitas manufaktur, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia (SDM),” imbuhnya.Di sisi lain, TMMIN selaku produsen terus menggenjot infrastruktur elektrifikasi. Nyoman menuturkan, perusahaan sedang melakukan studi untuk menjadikan Plant 1 sebagai tempat produksi baterai HEV, sekarang pembutannya masih dilakukan di Plant 2.Proses pembuatan baterai elektrifikasi di fasilitas Plant 1 Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN). Foto: Dok. TMMIN Sebelumnya, perusahaan juga telah menjalin kerja sama denganengan Contemporary Amperex Technology Co. Limited atau CATL untuk penguatan fondasi ekosistem industri manufaktur otomotif nasional. Nilai investasi yang digelontorkan tembus Rp 1,3 triliun."Seperti yang telah diumumkan sebelumnya, Toyota memang memiliki kerja sama dengan CATL. Untuk detail mengenai implementasi kerja sama tersebut, termasuk penggunaannya pada produk Toyota, akan kami informasikan lebih lanjut pada waktu yang tepat," lanjut Nyoman.Hasil kolaborasi TMMIN dengan CATL berbeda dengan proyek sejenisnya. Fasilitas ini tidak berhenti di level perakitan, melainkan memproduksi sel hingga modul.Kemampuan memproduksi sel baterai dari hulu ini sangat penting untuk memperkuat posisi Indonesia di peta industri kendaraan ramah lingkungan secara global. Selain memenuhi pasar domestik, baterai buatan lokal tersebut nantinya juga disiapkan untuk mendukung aktivitas ekspor TMMIN ke berbagai negara tujuan.