Kanit Binpolmas Satbinmas Polres Lamongan, Ipda Purnomo saat mengunjungi Nasikah (74 tahun). Foto: Dok. IstimewaAnggota Polres Lamongan sekaligus pemilik YouTube 'Purnomo Belajar Baik', Ipda Purnomo, mengumumkan keputusannya menonaktifkan AdSense atau monetisasi pada akun YouTube miliknya. Langkah ini diambil usai dirinya didatangi oleh petugas dari salah satu instansi.Purnomo mengatakan, kedatangan pihak instansi tersebut bukan berasal dari kantor pajak seperti isu yang sempat beredar di masyarakat."Biar enggak salah paham ya, yang datang ke rumah saya bukan orang pajak. Lah, siapa yang datang ke rumah saya? InsyaAllah hari Jumat saya buka," ujar Purnomo kepada kumparan, Rabu (30/9).Purnomo menilai, kedatangan petugas instansi tersebut dinilai salah sasaran. Meski demikian, ia enggan terburu-buru membeberkan nama instansi yang bersangkutan untuk menghindari ketersinggungan."Nah, karena instansi, saya enggak boleh ada ketersinggungan, takut ketersinggungan. Namun ini instansi itu salah tujuan, salah. Yang didatangi itu harusnya bukan saya, tapi saya. Loh, kenapa kok saya? Gitu loh. Jadi, itu besok Jumat itu nanti tahu itu siapa, suratnya untuk apa, gitu," ucapnya.Saat bertemu dengan petugas tersebut, Purnomo mengaku diberikan beberapa pertanyaan mengenai riwayat penghasilan YouTube, status kepemilikan kendaraan, harga barang elektronik, hingga biaya operasional bulanan."Lah, kemarin orang yang datang ke rumah saya itu memang dia nanya detail. Penghasilan YouTube-nya berapa, sebulan berapa, beli mobil itu kredit apa enggak. Terus, HP-nya itu berapa harganya, laptopnya itu berapa harganya, sampai Wi-Fi, tagihan saya Wi-Fi itu ditanya setiap bulannya," ujarnya.Kanit Binpolmas Satbinmas Polres Lamongan, Ipda Purnomo saat mengunjungi Nasikah (74 tahun). Foto: Dok. IstimewaPetugas tersebut, kata dia, bahkan sempat meminta rincian penghasilannya selama tiga tahun terakhir. Karena banyaknya pertanyaan yang harus diisi, Purnomo akhirnya memilih langsung menyerahkan rekening koran dan akses kanalnya untuk diperiksa."Nah, akhirnya saya bilang. Dia ini nanya gini, 'Pak, saya minta penghasilan anda 3 bulan atau 3 tahun ke belakang.' 'Saya lupa, Mbak. Mending anda tak kasih nomor rekening saya aja sama YouTube saya, anda cek sendiri penghasilan saya.' Karena saya ditanya lima lembar itu lama. Jadi, karena saya kelamaan, ya wis tak kasih rekening. Ini pendapatan saya, tak tunjukkan semua sama Mbaknya itu. Jadi, yang datang ke rumah saya bukan pajak," katanya.Atas kejadian tersebut, Purnomo sempat berencana menghapus akun YouTube miliknya. Namun, niat itu dibatalkan setelah menerima masukan dari masyarakat agar kanal tersebut tetap dipertahankan. Untuk itu, ia memilih hanya menonaktifkan fitur AdSense."Lah, saya ini kenapa kok menonaktifkan? Aslinya saya mau menutup YouTube saya tapi banyak orang yang, 'Pak, tolong, Pak, jangan dihapus, jangan dihapus' Gitu. Enggak saya tutup, tapi yang saya nonaktifkan AdSense-nya," jelas dia.Purnomo mengungkapkan, langkah mematikan monetisasi ini dilakukan Purnomo hanya untuk menjaga ketulusan niatnya dalam membuat konten sosial serta menghindari prasangka buruk dari publik."Nah, kenapa kok AdSense-nya saya tutup? Karena saya tidak mau ada orang yang nanya saya gini, 'Kamu dari YouTube dapat berapa?' 'Purnomo melakukan hal baik itu karena dapat duit?' Saya enggak mau. Saya maunya Purnomo bikin YouTube itu benar-benar ikhlas tidak berharap apa pun. Dan kenapa kok saya menutup AdSense saya? Karena saya kepengin menjaga niat saya, saya enggak kepengin menyebarkan fitnah. Jadi, biar orang-orang itu tahu bahwa saya ini bikin YouTube ini lillahi ta'ala," ungkap Purnomo.Kanit Binpolmas Satbinmas Polres Lamongan, Ipda Purnomo saat mengunjungi Nasikah (74 tahun). Foto: Dok. IstimewaIa menjelaskan bahwa pendapatan bulanan dari AdSense YouTube miliknya berkisar antara Rp 20 juta hingga Rp 25 juta sejak lulus sekolah perwira. Angka itu dirasa kecil jika dibandingkan dengan kebutuhan dana aksi sosial yang ia jalankan selama ini."AdSense saya setelah saya Sekolah Perwira ini paling banyak 25 dan itu pun enggak sampai, kadang 20, 23. Dan itu kalau saya pakai ngonten cuma dapat 2 hari. Contoh kayak hari ini, ya, saya ketemu lima yatim dapat donasi Rp 20 juta. Hari ini saya bedah rumah warga Lamongan Rp 50 juta. Kalau saya berharap dari AdSense, enggak dapat, enggak jalan. Nah, saya bikin video itu, saya mengajak, menggugah orang-orang baik untuk mau mendukung saya. Jadi, tujuannya itu. Kalau tujuannya saya untuk dapat AdSense, enggak dapat. Pokoknya dari AdSense saya bisa menyampaikan 100 persen untuk kegiatan sosial," jelasnya.Purnomo juga mempertimbangkan masukan dari masyarakat agar tidak mematikan AdSense secara permanen, melainkan mengalihkan seluruh hasilnya langsung ke rekening organisasi sosial atau lembaga keagamaan."Terus, ini teman-teman tadi bilang, 'Pak, kalau YouTube kamu enggak AdSense, Pak, YouTube-nya disebarkan orang. Orang itu malah mendapat penghasilan dari kamu. Mending AdSense-nya kamu rekeningnya diisi rekening pondok atau yayasan'. Jadi, duitnya bisa lebih manfaat meskipun cuma Rp 15-16 juta," katanya.Ia memastikan bahwa apabila nantinya AdSense kembali dibuka, seluruh uang yang dihasilkan tidak akan masuk ke kantong pribadinya."Gini, untuk AdSense-nya, AdSense-nya ini besok itu sudah enggak aktif AdSense-nya. Nah, nanti kan kita sambil nanya-nanya. Kalau yang penting gini, saya insyaallah enggak mau ngambil itu. Jadi, kalau memang saya buka, nanti saya share rekeningnya itu yang penting bukan punya saya. Nanti saya pastikan rekening itu untuk yayasan yatim piatu atau masjid atau siapa," ucap Purnomo.DJP Jatim II Buka SuaraIlustrasi Kantor Panjak. Foto: M.Gunsyah/ShutterstockSementara itu, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jatim II buka suara terkait isu Purnomo yang didatangi oleh petugas pajak.Humas Kanwil DJP Jatim II, Karsita, mengatakan bahwa sejauh ini tidak tidak pernah mendatangi Purnomo. Ia juga menegaskan bahwa Purnomo selama ini taat wajib pajak."Agar bisa mengklarifikasi terkait akun medsos Pak Purnomo yang adsense-nya dinonaktifkan, karena didatangi seseorang. Dari postingan ini sangat jelas yang datang adalah bukan dari pajak, karena Pak Purnomo sendiri adalah Wajib Pajak taat pajak," ujar Karsita.