Erling Braut Haaland dari Manchester City terlihat di tribun sebelum pertandingan di Stadion Etihad, Manchester, Inggris, 7 Januari 2024.Regulasi internal Premier League menghalangi Manchester City untuk mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga atau CAS terkait sengketa finansial mereka. Aturan domestik yang disepakati seluruh klub anggota membatasi penyelesaian sengketa hukum hanya boleh bergulir di bawah yurisdiksi hukum Inggris.Keputusan ini memicu pertanyaan publik mengingat klub berjuluk The Citizens tersebut pernah sukses membatalkan sanksi larangan tanding Eropa dari UEFA melalui lembaga hukum olahraga tertinggi dunia itu pada tahun 2020 silam. Kini, situasi hukum yang dihadapi Manchester City sangat berbeda karena melibatkan otoritas liga domestik, bukan konfederasi sepak bola regional.Batasan Hukum Domestik Premier LeagueKesepakatan bersama antara klub-klub peserta Premier League mewajibkan seluruh sengketa hukum diselesaikan secara domestik di wilayah Inggris dan Wales. Berdasarkan regulasi kompetisi, proses hukum harus tunduk sepenuhnya pada hukum nasional Inggris, sehingga keterlibatan lembaga luar seperti CAS yang berbasis di Lausanne, Swiss, secara otomatis gugur demi hukum.Pihak Premier League sendiri telah memiliki panel arbitrase independen khusus untuk menyidangkan perkara krusial sesuai dengan ketentuan pasal W97 dan X.2.4 dalam buku panduan resmi liga. Aturan serupa juga berlaku ketat pada strata di bawahnya, yaitu English Football League (EFL) yang menaungi divisi Championship hingga League Two.Peran dan Kewenangan Pengadilan Arbitrase OlahragaSebagai institusi hukum olahraga independen, CAS sebenarnya menangani lebih dari 900 kasus sengketa setiap tahun dari 50 cabang olahraga berbeda di seluruh penjuru dunia. Lembaga ini bertugas meninjau sengketa kontrak kerja, hak siar televisi, perselisihan transfer pemain, pelanggaran doping, hingga sanksi disiplin atlet.Sidang pemeriksaan perkara dijalankan oleh panel arbiter terakreditasi yang ditunjuk secara adil oleh kedua belah pihak yang bersengketa. Dalam situasi darurat seperti pesta olahraga Olimpiade, CAS bahkan menyediakan tim ad-hoc di lokasi untuk menyelesaikan konflik administratif maupun teknis dalam hitungan hari.Rekam Jejak Kasus Besar di Dunia OlahragaSejarah mencatat banyak kontroversi olahraga global berakhir di meja hijau CAS, mulai dari banding sanksi doping skater Rusia Kamila Valieva hingga polemik medali perunggu pesenam Amerika Serikat Jordan Chiles pada Olimpiade Paris 2024. Di ranah sepak bola, CAS juga kerap menjadi muara banding kasus besar, termasuk kisruh pembatalan hasil final Piala Afrika 2025 antara Senegal dan Maroko.Bagi Manchester City, memori manis tahun 2020 saat mereka lolos dari hukuman UEFA setelah mengajukan banding ke CAS tidak akan bisa terulang dalam kasus 115 dakwaan Premier League ini. Mereka kini wajib berjuang keras membuktikan kepatuhan finansial di hadapan panel independen lokal Inggris tanpa opsi bantuan dari Swiss.