Musisi Addie MS saat Ditemui di Kawasan Jakarta Selatan. Foto: Aprilandika Pratama/kumparanMusisi sekaligus komposer, Addie MS, memiliki alasan khusus di balik keputusannya untuk merilis ulang lagu Sendiri milik Chrisye. Setelah lebih dari empat dekade berlalu, ia masih merasa ada sesuatu yang mengganjal dari versi lagu tersebut.Addie MS mengungkapkan, saat menggarap lagu Sendiri pada 1984, dirinya belum terlalu memahami persoalan sound. Ia baru menyadari ada hal yang menurutnya kurang tepat setelah lagu tersebut beredar.“Begitu selesai beredar, saya dengar ada sesuatu yang ganjel. Saya pikir cuma sesaat aja. Tapi tahun demi tahun, sampai puluhan tahun, sampai 42 tahun, kok saya masih gatel,” kata Addie dalam konferensi pers di kawasan Jakarta Selatan.Dalam rangka mengenang 15 tahun kepergian Chrisye, Musica Studios merilis lagu unreleased bertajuk Yang Kusayang. Foto: Musica StudiosMenurut Addie, hal yang mengganjal tersebut bukan berkaitan dengan benar atau salah dalam penggarapan musik. Ia menilai persoalan itu lebih kepada estetika dan selera dalam menghasilkan suara yang sesuai dengan keinginannya.“Ini kenapa sih begini, kenapa gini. Ya itu saya merasa gatel. Bener apa salah? Karena ini udah masalah estetika, ya. Bukan salah di mana. Enggak ada benar atau salah, ya selera,” tuturnya.Addie kemudian menjelaskan bagian yang membuatnya merasa kurang puas. Dalam lagu Sendiri, di mana Chrisye hanya diiringi piano dengan tambahan instrumen English horn.Namun, menurut Addie, suara piano yang ia mainkan saat itu dianggapnya terasa terlalu keras sehingga menghalangi sound dari vokal itu sendiri. “Buat saya, piano saya itu yang mengiringi itu menurut saya kekerasan. Terlalu keras, terlalu ganggu vokal,” kata Addie.Anak dari Almarhum Chrisye Pasha Chrisye bersama penyanyi senior Vina Panduwinata, Rafika Duri, Denny Malik, Ryan D'Masiv, Memes dan Addie MS saat hadir di konferensi pers A Day To Remember Tribute To Chrisye di Jakarta, Selasa, (29/9/2026). Foto: Dok. Agus ApriyantoIa merasa suara piano tersebut justru mengganggu karakter vokal Chrisye di beberapa bagian lagu. Perasaan itu bahkan membuat Addie merasa memiliki tanggung jawab untuk memperbaikinya.“Saya kasihan si vokal itu kayak diiringi, diiringi piano, tapi piano tuh kadang-kadang di bagian-bagian tertentu kayak yang ganggu vokal,” beber dia.Addie menyadari persoalan tersebut sebenarnya berada pada aspek sound engineering, khususnya keseimbangan suara dalam proses mixing, bukan lagi pada aransemen musik.“Saya ngerasa dosa, saya ngerasa salah sama Chrisye. Meskipun itu kan fungsi sound engineering, balance di mixing, bukan di aransemen lagi,” ungkapnya.Perasaan tersebut akhirnya membuat Addie memiliki satu keinginan yang terus ia simpan selama puluhan tahun. Ia ingin memperbaiki kembali lagu Sendiri sebelum dirinya meninggal dunia.“Sejak itu saya bercita-cita, sebelum saya mati, saya mesti benerin,” pungkas Addie.