Ilustrasi mikroplastik. Foto: Shutter StockPubertas yang terjadi terlalu dini pada anak tentu bisa membuat orang tua khawatir. Selain memperhatikan perubahan fisik anak, orang tua juga perlu memahami berbagai faktor yang sedang diteliti berkaitan dengan kondisi tersebut, salah satunya paparan mikroplastik.Dokter Spesialis Anak, dr. Yuni Astria Rahardja, Sp.A., mengatakan paparan mikroplastik menjadi hal yang perlu diperhatikan orang tua karena dapat berkaitan dengan fungsi hormonal dalam tubuh."Mikroplastik saat ini memang menjadi awareness buat kalangan orang tua karena dampaknya yang juga perlu diperhatikan dan signifikan bagi tumbuh kembang anak," ujar dr. Yuni kepada kumparanMOM saat ditemui di daerah Jakarta Pusat, Sabtu (26/10).Ilustrasi Orang Tua dan Anak. Foto: Q88/ShutterstockMenurutnya, paparan mikroplastik berpotensi memengaruhi fungsi hormonal, termasuk metabolisme dan hormon tiroid. Hal ini juga sedang menjadi perhatian terkait berbagai aspek tumbuh kembang anak, termasuk risiko pubertas dini.Apa yang Dimaksud Pubertas Dini?Pada anak perempuan, pubertas dini berarti tanda-tanda pubertas muncul sebelum usia 8 tahun. Kondisinya dapat ditandai dengan mulai tumbuhnya payudara, rambut kemaluan, hingga percepatan pertumbuhan tubuh.Ilustrasi mimpi basah yang dialami anak laki-laki saat memasuki pubertas. Foto: MIA Studio/ShutterstockSementara pada anak laki-laki, pubertas yang terjadi sebelum usia 9 tahun dapat dikategorikan sebagai pubertas dini.“Kalau laki-laki di bawah 9 tahun sudah terjadi. misalnya dengan pertumbuhan rambut kemaluan, rambut ketiak, dan juga adalah fungsi kognitif,” sambungnya.Selain itu, dr. Yuni juga menjelaskan, paparan mikroplastik juga menjadi perhatian karena dapat berkaitan dengan fungsi hormonal. Namun, mikroplastik tidak dapat disebut sebagai satu-satunya penyebab pubertas dini karena kondisi tersebut dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor.Ilustrasi wadah plastik. Foto: ShutterstockSalah satu sumber paparan yang bisa diperhatikan orang tua adalah penggunaan kemasan plastik untuk makanan dan minuman. Terlebih jika kemasan tersebut digunakan untuk menyimpan makanan atau minuman panas."Semakin panas, dia jadi perantara yang paling utama, mempercepat untuk perpindahan zat-zat kimia berbahaya tersebut ke dalam tubuh," kata dr. Yuni.Oleh karena itu, orang tua dapat mulai lebih memperhatikan penggunaan wadah plastik dalam kehidupan sehari-hari, terutama untuk makanan dan minuman panas, sebagai salah satu upaya mengurangi paparan mikroplastik pada anak.