Buat sebagian orang, kopi sudah menjadi semacam amunisi wajib untuk memulai hari.Ada yang mengandalkannya untuk menghangatkan tubuh sebelum bekerja, menjadikannya teman setia saat mengobrol, atau menyiapkannya sebagai bekal untuk menjalankan misi mengejar deadline di depan laptop.Tapi, kamu sudah tahu belum kalau ternyata kopi juga punya hari perayaan sendiri, lho, Grameds? Setiap 1 Oktober, dunia memperingati International Coffee Day atau Hari Kopi Internasional.Lantas, kenapa 1 Oktober dipilih sebagai Hari Kopi Internasional dan apa yang sebenarnya dirayakan dalam momen ini?Yuk, kenalan lebih dekat dengan perayaan yang satu ini, Grameds! ☕🍃Awal Mula Perayaan Hari Kopi InternasionalSource: UnplashHari Kopi Internasional merupakan perayaan yang dibuat untuk merayakan keberagaman, kualitas, dan kecintaan terhadap kopi.Mulanya, tanggal 1 Oktober ditetapkan oleh International Coffee Organization (ICO) bersama negara-negara anggotanya pada Maret 2014 sebagai bentuk apresiasi bagi mereka yang terlibat dalam komoditas pembuatan kopi.Setahun kemudian, perayaan resmi pertama Hari Kopi Internasional digelar pada 1 Oktober 2015 di Milan, Italia, bertepatan dengan rangkaian pertemuan International Coffee Council dan Global Coffee Forum.Sejak saat itu, 1 Oktober menjadi momen yang bisa dirayakan oleh para pecinta kopi dan pelaku industri kopi di berbagai negara.Bentuk perayaannya pun beragam, mulai dari kegiatan yang mengenalkan kopi kepada masyarakat hingga kampanye yang mengangkat para pekerja di balik secangkir kopi.Baca juga: Potret 1965: Gerakan 30 September, Wabah Cacar, dan Gejala yang Sering Kita AbaikanMomen Apa yang Dirayakan?Source: UnplashKalau selama ini kita mengenal kopi dari secangkir minuman yang sudah tersaji di meja, Hari Kopi Internasional mengajak kita melihat perjalanan yang lebih panjang di baliknya.Ada petani yang menanam dan merawat tanaman kopi, pekerja yang memanen buah kopi, pengolah biji, roaster, barista, sampai berbagai pihak lain yang terlibat dalam rantai panjang penjualan kopi. Setiap tahap tersebut ikut menentukan perjalanan kopi hingga akhirnya bisa tersaji dan kita nikmati sehari-harinya.Momen ini juga menjadi kesempatan untuk mengenal kopi dari berbagai sisi. Mulai dari keragaman jenis dan cita rasa, budaya minum kopi di berbagai negara, sampai tantangan yang dihadapi industri kopi.ICO sendiri menggunakan Hari Kopi Internasional sebagai kesempatan untuk meningkatkan perhatian terhadap keberlanjutan sektor kopi dan kehidupan para petani.Buat para pencinta kopi, cara merayakannya tentu bisa dilakukan mulai dari hal yang sederhana. Mulai dari menikmati seduhan favorit, mencoba biji dari daerah berbeda, berkunjung ke kedai kopi lokal, atau sekadar mengobrol soal kopi juga bisa jadi cara untuk ikut memeriahkan momennya.Selamat Hari Kopi Internasional, Grameds!Source: UnplashPada akhirnya, secangkir kopi selalu punya cerita yang jauh lebih panjang daripada yang terlihat di atas meja. Ada proses, pengetahuan, budaya, dan banyak tangan yang ikut mengantarkannya sampai ke hadapan kita.Jadi, kalau sekarang kamu sedang memegang secangkir kopi, mari angkat cangkirnya dan rayakanlah hari ini! Sebab, nggak semua hal dalam hidup harus dirayakan dengan sesuatu yang besar. Terkadang, secangkir kopi dan waktu sejenak untuk menikmatinya sudah cukup. Barangkali, seperti yang dituliskan penyair Joko Pinurbo dalam salah satu puisinya:“Kurang atau lebih, setiap rezeki perlu dirayakan dengan secangkir kopi.”Rekomendasi Bacaan Tentang KopiBuat memeriahkan Hari Kopi Internasional, Gramin juga punya rekomendasi bacaan yang pekat dengan tema kopi untuk kamu seruput sambil menikmati hangat sajiannya.Yuk, cek list-nya di bawah ini!Filosofi Kopi — Dewi LestariTemukan Bukunya di Sini!Lewat Filosofi Kopi, Dewi Lestari mengumpulkan 18 cerita dan prosa yang berbicara tentang cinta, patah hati, harapan, dan berbagai sisi kehidupan. Kopi hadir sebagai bagian dari cerita, dengan rasa pahit dan manis yang ikut mengiringi perjalanan para tokohnya.Gaya bahasa Dee menjadi daya tarik tersendiri. Kata-kata sederhana dirangkai dengan cara yang khas sehingga cerita-ceritanya terasa dekat dan mudah membekas.Funiculi Funicula (Before the Coffee Gets Cold) — Toshikazu KawaguchiTemukan Bukunya di Sini!Funiculi Funicula merupakan buku pertama dari serial Before the Coffee Gets Cold karya Toshikazu Kawaguchi.Berlatar di sebuah kafe tua di Tokyo, buku ini menghadirkan kisah beberapa pengunjung yang ingin kembali ke masa lalu untuk bertemu dengan orang-orang penting dalam hidup mereka.Namun, perjalanan waktu di kafe ini punya aturan yang ketat. Pengunjung harus duduk di kursi tertentu, apa pun yang dilakukan di masa lalu tidak akan mengubah kenyataan di masa kini, dan kopi yang disajikan harus diminum sampai habis sebelum dingin. Di balik aturan tersebut, ada kisah tentang cinta, keluarga, penyesalan, dan kesempatan untuk menyampaikan sesuatu yang belum sempat terucap.Master Roasting Coffee — Wiliam EdisonTemukan Bukunya di Sini!Sebelum sampai ke dalam cangkir, kopi melewati rangkaian proses yang panjang. Salah satu tahap pentingnya adalah roasting atau penyangraian, yang turut menentukan karakter rasa kopi.Master Roasting Coffee karya Wiliam Edison bisa menjadi panduan buat kamu yang ingin mengenal proses tersebut lebih jauh. Pembahasannya mencakup teknik menyangrai kopi sekaligus berbagai tips praktis, seperti cara menyimpan biji kopi sangrai dan membuat kopi yang enak di rumah. Buku ini juga cocok untuk kamu yang baru mulai tertarik mendalami dunia kopi. My Coffee Affair and Other Snacks — ZulieTemukan Bukunya di Sini!Kopi juga bisa menjadi medium untuk menuangkan perasaan. My Coffee Affair and Other Snacks karya Zulie merupakan kumpulan puisi yang dipadukan dengan ilustrasi bernuansa kopi.Puisi-puisinya membawa pembaca pada berbagai perasaan dan renungan personal, sementara ilustrasinya memberikan pengalaman visual yang melengkapi setiap karya. Cocok buat kamu yang ingin menikmati kopi dalam suasana yang lebih tenang sambil membaca puisi.“Sitting by the window sideMy empty cup has driedThose dreams lead me somewhereThat makes me feel beyond compareButYou can't decideTo withdraw or collideHow to get out fairFrom this lunatic affair” Surat Kopi — Joko PinurboTemukan Bukunya di Sini!Surat Kopi merupakan kumpulan puisi karya Joko Pinurbo yang ditulis pada 2014. Buku ini membawa gaya khas Jokpin dengan pilihan kata yang sederhana, ringan, tetapi tetap menyimpan makna yang bisa direnungkan.Lewat puisi-puisinya, kopi menjadi bagian dari berbagai percakapan tentang kehidupan dan pengalaman manusia. Buku ini juga membawa Joko Pinurbo meraih Kusala Sastra Khatulistiwa 2015 untuk kategori Puisi.“Tuhan menciptakan pegaldi punggungmu di hari Sabtu,menjadikannya linu di hari Minggu,dan menyembuhkannya di hari Rindu.”“Jogja terbuat dari rindu,pulang, dan angkringan.”Jadi, sudah menentukan buku mana yang mau kamu bawa pulang, Grameds? Semua judul di atas bisa tentunya bisa kamu temukan di Gramedia.com ya. Tinggal pilih sesuai selera, seduh kopi favoritmu, lalu biarkan satu cerita menemani setiap teguknya. Selamat membaca dan selamat menikmati Hari Kopi Internasional! ☕📚Baca juga: Kamu Mahasiswa yang Sering Keteteran Pas Lagi Nugas? Mungkin Itu Tanda Buat Cobain Teknik Pomodoro!Jangan lupa juga untuk cek promo spesial lainnya di Gramedia.com supaya belanjamu makin hemat dan bermakna! ⤵Temukan Semua Promo Spesial di Sini!