Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa ambulans udara berupa helikopter dan pesawat kecil yang dapat mendarat di lapangan rumput, pasir, atau pinggir sungai ini diharapkan memastikan tidak ada rakyat yang tidak dapat dievakuasi saat sakit, seraya menyoroti banyaknya ibu melahirkan yang meninggal karena harus menempuh perjalanan tujuh hingga sembilan jam akibat buruknya infrastruktur jalan.Sementara itu, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyebut program ini disiapkan setelah pemerintah menyelesaikan pembangunan 22 rumah sakit baru pada 2026 di sejumlah kabupaten/kota yang sebelumnya belum memiliki rumah sakit, dan diharapkan menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan hingga ke pelosok negeri karena dalam kondisi darurat waktu sangat berarti.