Petugas medis memeriksa suhu pasien saat penapisan gejala influenza di ruang penyakit menular, Puskesmas Dinoyo, Malang, Jawa Timur, Rabu (7/1/2026). Foto: Ari Bowo Sucipto/ANTARA FOTOKementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat 22 kasus influenza A H3N2 subklade K atau super flu sepanjang 2026. Jumlah tersebut menurun dibandingkan 2025, saat itu Kemenkes mencatat terjadi 166 kasus.Plt. Dirjen Penanggulangan Penyakit Kemenkes Andi Saguni menyebut kasus subklade K terakhir ditemukan pada minggu ke-16 atau bulan April 2026."Setelah minggu ke-16, kita tidak mendapatkan kasus lagi sampai pemantauan surveilans minggu ke-38 (September)," kata Andi dalam konferensi pers, Senin (28/9).22 kasus subklade K ini ditemukan di enam provinsi, yakni DKI Jakarta, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Utara, dan Papua Selatan. Sementara itu, sepanjang 2025-2026, subklade K telah terdeteksi di 20 provinsi di Indonesia.Pada kesempatan itu, Andi juga menjelaskan, istilah super flu merupakan sebutan awam untuk influenza A H3N2 subklade K, bukan istilah resmi yang digunakan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).Ia pun menegaskan, subklade tersebut bukan jenis influenza yang dominan beredar di Indonesia saat ini.“Untuk kasus di Indonesia, yang predominan adalah influenza A H1N1pdm09,” ungkap Andi.Berdasarkan kelompok usia, kasus subklade K pada 2026 paling banyak ditemukan pada anak usia 0-4 tahun dan 5-9 tahun, masing-masing sebanyak delapan kasus. Sementara lima kasus tercatat pada kelompok usia 10-17 tahun dan satu kasus pada kelompok usia 18-59 tahun.Sementara itu, Kemenkes melaporkan hasil surveilans hingga minggu ke-38 2026, menunjukkan positivity rate influenza pada pemantauan Influenza-Like Illness (ILI) meningkat menjadi 56 persen dan masuk kategori sedang.Adapun pemantauan Severe Acute Respiratory Infection (SARI) masih menunjukkan aktivitas influenza dalam kategori rendah.Kemenkes mengimbau masyarakat tetap menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, termasuk mencuci tangan, menerapkan etika batuk, serta menggunakan masker ketika sakit atau berada di tempat ramai.Masyarakat yang mengalami gejala influenza berat diimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan.