Wall Street Menguat Dipengaruhi Arah Kebijakan Imbal Hasil Obligas Pemerintah AS

Wait 5 sec.

Ilustrasi Wall Street. Foto: ShutterstockIndeks saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Kamis (1/10). Pergerakan pasar dipengaruhi oleh perubahan arah kenaikan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS atau US Treasury yang sebelumnya sempat melonjak ke level tertinggi dalam beberapa dekade.Mengutip Reuters pada Jumat (2/10), Dow Jones Industrial Average (DJI) naik 20,69 poin atau 0,04 persen menjadi 50.926,74. S&P 500 (SPX) naik 14,94 poin atau 0,20 persen menjadi 7.666,48, dan Nasdaq Composite (.IXIC) naik 10,53 poin atau 0,04 persen menjadi 26.871,60.Pergerakan Wall Street sempat tertekan setelah sejumlah data ekonomi menunjukkan kondisi ekonomi AS masih cukup kuat, sementara tekanan harga belum sepenuhnya mereda. Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran bahwa inflasi dapat membuat Federal Reserve (The Fed) mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi lebih lama.Sektor energi menjadi salah satu penopang Wall Street pada perdagangan Kamis. Indeks sektor energi S&P 500 (SPNY) naik 1,9 persen, menjadi yang berkinerja paling tinggi di antara 11 sektor utama dalam indeks tersebut.Penguatan saham energi terjadi seiring kenaikan harga minyak. Harga minyak mentah Brent ditutup naik lebih dari USD 4 per barel setelah China menangguhkan ekspor bahan bakar. Kebijakan tersebut berpotensi membatasi pasokan di pasar minyak global.Sektor teknologi (SPLRCT) juga menguat 0,8 persen. Saham perusahaan perangkat lunak (SPLRCIS) naik sekitar 1 persen setelah Accenture (ACN.N) memperkirakan pertumbuhan pendapatan tahunan di atas ekspektasi pasar.Saham Micron Technology (MU.O) turut menguat 3 persen didorong proyeksi pendapatan yang lebih baik dari perkiraan serta komitmen pelanggan senilai USD 32 miliar melalui perjanjian pasokan.Di pasar saham AS, jumlah saham yang menguat lebih banyak dibandingkan saham yang turun, dengan rasio 1,234 banding 1 di New York Stock Exchange (NYSE) dan 1,04 banding 1 di Nasdaq.S&P 500 mencatat empat saham yang menyentuh level tertinggi dalam 52 pekan dan 41 saham yang mencapai level terendah baru. Sementara Nasdaq mencatat 41 saham pada level tertinggi baru dan 287 saham pada level terendah baru.Volume perdagangan di bursa AS mencapai 17,25 miliar saham, sedikit di atas rata-rata 20 hari perdagangan terakhir sebesar 17,19 miliar saham.