IHSG Diprediksi Kembali Melemah Sentuh Kisaran 5.851-5.647

Wait 5 sec.

Pengunjung memotret layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (24/4/2026). Foto: Putra M. Akbar/ANTARA FOTO Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bergerak melemah pada level 5.851-5.647 pada perdagangan Jumat (2/10). Pada Kamis (1/10), IHSG ditutup anjlok sebesar 61,64 poin atau 1,02 persen ke level 6.009,50.“Stochastics K_D menunjukkan sinyal negatif, namun volume mengalami penaikan. Adapun sentimen IHSG Jumat ini dapat dikategorikan mixed-to-bearish dengan peluang technical rebound yang masih terbuka,” kata Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia M. Nafan Aji Gusta, dalam keterangannya, Jumat (2/10).Kata Nafan, sentimen market global global masih relatif positif mengingat salah satu faktor penting adalah pergerakan pasar obligasi AS, di mana yield Treasury 10 tahun turun 1,22 persen menjadi 5,246 persen, sehingga memberikan ruang bagi ekuitas untuk melakukan technical rebound.Sentimen dari sisi politik-ekonomi domestik ialah reshuffle kabinet pada Kamis kemarin (1/10) menjadi sumber uncertainty jangka pendek karena para pelaku investor masih perlu menilai kontinuitas kebijakan fiskal, investasi, hilirisasi, daya beli, serta koordinasi antarkementerian dan dengan Bank Indonesia (BI).“Rupiah juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan dimana pada Kamis sebelumnya, rupiah ditutup melemah sekitar 0,40% ke Rp 17.966 per dolar AS,” tutur diaSaham-saham yang direkomendasikan Mirae Asset Sekuritas pada Jumat (2/10) meliputi BRIS, BULL, dan TINS.Sendada, MNC Sekuritas memprediksi IHSG pada Jumat (2/10) diproyeksi melemah pada rentang 5.850-5.911.“Kami memperkirakan, posisi IHSG saat ini sedang berada pada bagian dari wave c dari wave (y), cermati area koreksi yang dapat kami perkirakan di rentang 5.850-5.911,” tulis MNC Sekuritas, dalam keterangannya, Jumat (2/10).Saham-saham yang direkomendasikan MNC Sekuritas pada Jumat (2/10) meliputi ASII, ARCI, BMRI, dan BULL.***Disclaimer: Keputusan investasi sepenuhnya didasarkan pada pertimbangan dan keputusan pembaca. Berita ini bukan merupakan ajakan untuk membeli, menahan, atau menjual suatu produk investasi tertentu.