Argentina Parkir Nomor Punggung Sepuluh Keramat Milik Lionel Messi

Wait 5 sec.

Pelatih Timnas Argentina, Lionel Scaloni. Foto: Fadel Senna/AFPPelatih tim nasional Argentina Lionel Scaloni memutuskan untuk mengosongkan nomor punggung sepuluh ikonik milik Lionel Messi menjelang laga uji coba melawan Bolivia pekan ini. Langkah taktis ini diambil karena sang juru taktik tidak ingin terburu-buru menyerahkan warisan jersey paling keramat di jagat sepak bola Argentina kepada suksesor baru. Argentina akan menghadapi ujian perdana mereka di era pasca-Messi tanpa adanya pemain yang mengenakan nomor punggung legendaris tersebut dalam pertandingan di Stadion Mario Alberto Kempes, Córdoba.Lionel Messi sendiri telah mengumumkan akhir dari karier internasionalnya yang luar biasa pada akhir Agustus lalu setelah mencatatkan total 125 gol dari 207 penampilan bersama tim nasional. Kapten legendaris berusia 39 tahun tersebut dijadwalkan akan melakoni laga perpisahan resmi yang emosional melawan Benin di Stadion Monumental, Buenos Aires, pada pekan depan. Sebelum momen perpisahan itu terlaksana, Scaloni menegaskan bahwa nomor punggung keramat tersebut akan tetap disimpan rapat-rapat.Eksperimen Taktis Tanpa Sang MegabintangKehilangan sosok pemain sepenting Messi memaksa tim pelatih untuk merombak skema permainan yang selama ini menjadi pilar kekuatan Albiceleste. Menghadapi Bolivia, Scaloni berencana untuk langsung menurunkan duet penyerang Julián Álvarez dan Lautaro Martínez secara bersamaan di lini depan. Kombinasi ofensif ganda ini merupakan formula taktis baru yang sebelumnya sangat jarang diterapkan oleh pelatih yang sukses membawa Argentina menjuarai Piala Dunia 2022 tersebut.Selain perubahan di lini serang, Scaloni juga akan menguji sejumlah pilar muda untuk mengisi kekosongan posisi strategis di dalam skuad. Gelandang muda berbakat milik klub Italia Como, Nicolás Paz, dipercaya untuk mengemban peran sebagai playmaker utama guna mengatur ritme permainan tim. Beberapa nama seperti Agustín Giay, Exequiel Palacios, dan Valentín Barco juga diproyeksikan tampil sejak menit awal untuk memberikan dimensi permainan yang lebih segar dan dinamis.Mengenai transisi taktikal ini, Scaloni memberikan pandangan pragmatisnya kepada awak media dalam konferensi pers sebelum pertandingan. Ia menyatakan, “Kami akan menemukan cara untuk bermain secara berbeda. Untuk itulah pertandingan-pertandingan ini diadakan — untuk bereksperimen. Meski begitu, gaya inti kami tetap berputar pada penguasaan bola. Dari sana, kita akan melihat bagaimana kami beradaptasi.”Teka-Teki Pewaris Jersey Nomor SepuluhKeputusan untuk menangguhkan penggunaan nomor 10 ini sekaligus meredam spekulasi liar mengenai siapa sosok pemain muda yang dinilai layak memikul beban ekspektasi publik Argentina. Scaloni menegaskan bahwa pihak asosiasi tidak memiliki kewajiban regulasi untuk langsung memberikan nomor tersebut dalam laga persahabatan tidak resmi. Penghormatan mutlak kepada sang legenda menjadi alasan utama di balik kebijakan untuk mengistirahatkan nomor punggung tersebut hingga laga seremoni perpisahan resmi selesai digelar.Juru taktik berusia 46 tahun itu menjelaskan situasi sensitif ini dengan penuh kehati-hatian demi menjaga mentalitas anak asuhnya. “Kami tidak wajib menetapkannya untuk pertandingan-pertandingan ini, jadi kami tidak akan memberikannya kepada siapa pun hingga laga perpisahan Leo,” ujar Scaloni. Lebih lanjut, ia menambahkan, “Idenya adalah seseorang pada akhirnya akan mengenakannya, mengingat betapa istimewanya nomor tersebut. Kami hanya belum memutuskan siapa orangnya.”Komitmen Jangka Panjang Lionel ScaloniDi samping mempersiapkan transisi skuad di lapangan hijau, kepastian mengenai masa depan kepelatihan Scaloni juga mulai menemui titik terang yang positif. Setelah sempat mengisyaratkan potensi pengunduran diri pasca-kekalahan tipis dari Spanyol di final kompetisi sebelumnya, Scaloni kini dilaporkan sangat dekat untuk memperpanjang masa baktinya. Ia telah melakukan pertemuan intensif dengan Presiden Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) Claudio Tapia guna membahas perpanjangan kontrak hingga Piala Dunia 2030 mendatang.Semangat kompetitif dan melimpahnya talenta muda berbakat di Argentina menjadi faktor krusial yang meyakinkan sang pelatih untuk terus bertahan di kursi kemudi. Scaloni mengungkapkan bahwa hasrat untuk membawa negaranya tetap berada di level tertinggi global menjadi motivasi terbesarnya saat ini. “Kami akan selalu bersaing — saya yakin akan hal itu — itulah mengapa saya memutuskan untuk bertahan. Kami melihat talenta yang muncul dan rasa lapar para pemain untuk berada di sini,” pungkas sang pelatih dengan penuh optimisme.