AKBVR NAYO Hadirkan Cinta dan Kehilangan Lewat Album Septima

Wait 5 sec.

AKBVR NAYO merilis album terbarunya berjudul SEPTIMA. Foto: Dok. IstimewaAKBVR NAYO merilis album terbarunya berjudul Septima. Album ini memuat tujuh lagu yang menggambarkan perjalanannya dari 2019 hingga 2026. Lagu-lagu tersebut menghasilkan fase emosi yang berbeda. "Album ini tidak ditempatkan sekadar sebagai kumpulan lagu, melainkan sebagai arsip perjalanan emosional yang saling terhubung dari awal hingga akhir," kata AKBVR NAYO dalam keterangan tertulis yang diterima kumparan. Nama Septima diambil dari istilah musik yang merujuk pada seventh interval atau interval ketujuh. Konsep tersebut kemudian diperluas menjadi identitas utama album: tujuh tahun perjalanan, tujuh lagu, dan September sebagai momentum kelahiran album.AKBVR NAYO merilis album terbarunya berjudul SEPTIMA. Foto: Dok. IstimewaSecara naratif, Septima membawa pendengar melewati tujuh bab yang menggambarkan perubahan emosi manusia ketika berhadapan dengan cinta dan kehilangan.Perjalanan tersebut dibuka oleh Edelweiss, yang merepresentasikan cinta yang tulus, langka, dan diyakini mampu bertahan. Dari sana, cerita bergerak menuju harapan melalui Izinkanku Bersamanya, ketika kekaguman mulai berubah menjadi keinginan untuk membangun masa depan bersama.Namun, seperti banyak kisah cinta dalam kehidupan nyata, perjalanan itu tidak berhenti di fase bahagia. Khianat membawa cerita menuju runtuhnya kepercayaan dan hadirnya kekecewaan. Setelah itu, Kehilanganmu menjadi titik ketika perpisahan tidak lagi dapat disangkal. Harapan perlahan berhadapan dengan kenyataan.Bab berikutnya adalah Pulanglah Kepadaku, tentang harapan yang masih bertahan setelah kehilangan. Kemudian Rinduku Salah menghadirkan fase penyesalan, ketika seseorang mulai memahami bahwa tidak semua kerinduan harus diperjuangkan. Perjalanan akhirnya ditutup oleh Luka Perih, yang justru membawa cerita pada penerimaan dan kenangan.AKBVR NAYO merilis album terbarunya berjudul SEPTIMA. Foto: Dok. IstimewaDi antara rangkaian cerita Septima, Izinkanku Bersamanya membawa pendengar ke fase ketika kekaguman berubah menjadi harapan. Sebuah keinginan sederhana untuk berjalan bersama, berbagi cerita, dan menjadikan seseorang bagian dari masa depan.Lagu ini diciptakan oleh Zainal Abidin dan Hadi Ismail, kemudian menjadi salah satu bagian penting yang menghubungkan konsep besar Septima dengan cerita yang lebih personal.Cerita Izinkanku Bersamanya kemudian divisualisasikan melalui sebuah music video yang mengambil lokasi di Kawah Sikidang, Dieng, Jawa Tengah.Alih-alih mengandalkan produksi visual yang berlebihan, video tersebut direkam menggunakan kamera iPhone, memberikan pendekatan visual yang lebih dekat, natural, dan personal.Lanskap vulkanik Kawah Sikidang menjadi latar yang memperkuat suasana perjalanan lagu: luas, sunyi, dan penuh karakter. Di titik ini, Septima tidak hanya menjadi nama album, tetapi jembatan menuju sebuah cerita yang kemudian diterjemahkan ke dalam lagu dan gambar.AKBVR NAYO merilis album terbarunya berjudul SEPTIMA. Foto: Dok. IstimewaSeptima tidak sekadar mengumpulkan tujuh lagu. Album ini mencoba menangkap pengalaman manusia ketika berhadapan dengan cinta dan kehilangan.Izinkanku Bersamanya berada pada fase ketika semuanya masih mungkin. Ketika harapan belum berubah menjadi kehilangan, dan keinginan untuk bersama masih terasa layak diperjuangkan.Karena sebelum sebuah cerita berakhir, selalu ada masa ketika seseorang masih berharap cerita itu tidak pernah selesai. Lagu Izinkanku Bersamanya dapat dinikmati di seluruh platform musik digital dan kanal YouTube AKBVR NAYO & Berkah Music Record.