Arrmanatha Nasir Sebut Ditelepon Teddy Jam 12.30 Sebelum Dilantik Jadi Menlu

Wait 5 sec.

Wamenlu Arrmanatha Nasir mewakili Indonesia hadir di Konferensi Tingkat Tinggi Internasional mengenai Implementasi Two-State Solution di Markas Besar PBB, New York. Foto: Dok. PTRI New YorkMenteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir mengungkap dirinya baru mengetahui akan dilantik sebagai Menlu pada Kamis (1/10) siang. Ia mengaku mendapat pemberitahuan tak lama sebelum diminta datang ke Istana pada pukul 12.30 WIB."Saya sendiri baru tahu tadi siang. Diminta untuk datang ke Istana pada pukul 12.30. Pemberitahuannya juga tidak lama sebelum itu," kata Arrmanatha usai dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10).Arrmanatha mengatakan pemberitahuan tersebut diterimanya melalui WhatsApp dan telepon dari Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya."Lewat WhatsApp, dan ditelepon oleh Pak Seskab," ujarnya.Menariknya, saat menerima informasi tersebut, Arrmanatha sedang berada bersama Sugiono di kantor Kementerian Luar Negeri."Ya, karena waktu saya di... diinformasikan, saya sedang bersama dengan Pak Menlu [Sugiono]," terangnya.Pelantikan Menlu Arrmanatha di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/9/2026). Foto: YouTube/ Sekretariat PresidenArrmanatha resmi dilantik Prabowo sebagai Menteri Luar Negeri menggantikan Sugiono dalam reshuffle Kabinet Merah Putih, Kamis. Sebelum dilantik sebagai Menlu, Arrmanatha menjabat Wakil Menteri Luar Negeri. Sementara Sugiono bergeser menjadi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.Usai dilantik, Arrmanatha menyebut jabatan Menlu sebagai amanah baru. Ia menilai dinamika global saat ini menghadirkan tantangan besar bagi Indonesia."Ya, eh, terima kasih, eh kawan-kawan media. Ini merupakan amanah baru yang saya emban. Tentunya, situasi global saat ini, dinamikanya tidak sederhana. Jadi tantangan yang kita hadapi, sangat besar," kata Arrmanatha.Namun, ia mengatakan arah politik luar negeri Indonesia memiliki pijakan yang konsisten, siapa pun yang menduduki posisi Menteri Luar Negeri."Eh, tentu suatu hal yang kita juga syukuri bahwa polugri (politik luar negeri) Indonesia itu selalu konsisten. Jadi siapa pun yang menjalankan, tugas sebagai Menteri Luar Negeri, rujukannya jelas, yaitu adalah Undang-Undang kita," ucapnya.Ia menegaskan politik luar negeri Indonesia tetap berpegang pada prinsip bebas aktif sebagaimana kerap disampaikan Prabowo."Polugri kita juga jelas, bebas aktif, ya yang telah sering disampaikan oleh Bapak Presiden," terangnya.Arrmanatha mengatakan dirinya akan melanjutkan kebijakan yang telah dijalankan Sugiono selama memimpin Kementerian Luar Negeri."Jadi tugas saya di sini adalah melanjutkan, apa yang telah dijalankan oleh Bapak Sugiono, yang sekarang menjadi, Pak Menko," imbuh dia.Salah satu fokusnya adalah memastikan kebijakan luar negeri tetap mendukung kepentingan nasional dan agenda pemerintahan."Tentunya, kita akan terus memprioritaskan hal-hal yang menjadi kepentingan nasional khususnya terkait dengan... pertama adalah memperjuangkan kepentingan nasional, salah satunya di Asta Cita," katanya.RI Bidik Kursi DK PBB 2029-2030Arrmanatha turut menyinggung pencalonan Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB untuk periode 2029-2030."Kemarin di... di sidang Majelis Umum PBB, di HL... High Level Week disampaikan oleh Bapak Menlu, Indonesia akan kembali mencalonkan diri sebagai anggota tidak tetap untuk Dewan Keamanan PBB periode 2029-2030," kata dia.Pencalonan Indonesia untuk periode 2029-2030 memang telah masuk dalam perencanaan Kementerian Luar Negeri. Pemilihannya dijadwalkan berlangsung di New York pada 2028.Menurut Arrmanatha, pencalonan tersebut menunjukkan kesiapan Indonesia untuk mengambil peran aktif dalam isu perdamaian, keamanan, serta penguatan multilateralisme."Ini kembali menunjukkan kesiapan Indonesia untuk berperan aktif dalam menjaga kestabilan peace and security dan juga memajukan multilateralisme," katanya.Ia memastikan prioritas kebijakan yang sudah dijalankan sebelumnya akan diteruskan."Jadi itulah prioritas-prioritas kita yang sudah selama ini dijalankan dengan sangat baik oleh Bapak Sugiono dan akan kita teruskan," kata Arrmanatha.Arrmanatha juga menjelaskan kondisi jajaran Wakil Menteri Luar Negeri setelah dirinya naik menjadi Menlu."Sampai saat ini masih tetap dua Wamenlu. Belum ada informasi terkait dengan tambahan Wakil Menteri Luar Negeri," katanya.Arrmanatha sendiri merupakan salah satu Wakil Menteri Luar Negeri yang dilantik Prabowo pada awal Kabinet Merah Putih pada Oktober 2024. Saat itu pemerintah menunjuk tiga Wamenlu, termasuk Arrmanatha.Terkait perkembangan keterlibatan Indonesia dalam ISF untuk Gaza, Arrmanatha mengatakan pemerintah masih mengikuti perkembangan mekanisme yang sedang disusun."Eh, masih sama, masih belum... kita masih terus mengikuti perkembangan yang ada karena mereka sendiri juga masih, eh, melakukan perapian, ya, eh, mekanisme kerjanya. Ya," terang dia.Sementara terkait Board of Peace yang digagas Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Arrmanatha mengatakan belum ada perkembangan baru yang bisa disampaikan."Belum ada, masih kita terus mengikuti perkembangan yang sedang, eh, ada di sana. Ya," kata Arrmanatha.