Doa Menag di Hari Kesaktian Pancasila: Hindarkan Perpecahan yang Kuras Energi

Wait 5 sec.

Menteri Agama Nasaruddin memimpin doa saat upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2026 di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta Timur, Rabu (1/10/2026). Foto: YouTube/ Sekretariat PresidenMenteri Agama Nasaruddin Umar memimpin pembacaan doa dalam Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2026 di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta Timur, Kamis (1/10).Dalam doanya, Nasaruddin mengajak seluruh peserta upacara mengenang para pahlawan yang gugur dalam peristiwa 1965. Ia menyinggung sumur bersejarah di kawasan Lubang Buaya yang menjadi bagian dari Monumen Pancasila Sakti."Lihatlah kami para hambamu terpaku dan tertegun di hadapan saksi bisu sumur bersejarah itu tempat di mana para pahlawan dan syuhada bangsa kami dikorbankan," kata Nasaruddin.Nasaruddin mengatakan kehadiran dalam peringatan Hari Kesaktian Pancasila bukan semata-mata untuk mengenang jasa para pahlawan. Menurutnya, momentum tersebut juga harus membangkitkan semangat untuk meneruskan cita-cita mereka.Prabowo bersama pejabat lainnya berdoa di lubang buaya saat upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2026 di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta Timur, Rabu (1/10/2026). Foto: YouTube/ Sekretariat Presiden"Kami hadir di sini bukan hanya untuk mengenang jasa mereka tapi juga untuk membangkitkan energi batin kami guna melanjutkan perjuangan dan cita-cita luhur mereka," ujarnya.Dalam doanya, Nasaruddin juga memohon agar para pahlawan yang telah gugur mendapatkan tempat terbaik."Kami mohon kepada mu jadikanlah sumur bersejarah itu sebagai pintu masuk ke dalam surga mu yang Engkau janjikan kepada para syuhada," kata dia.Ia kemudian menyinggung Pancasila sebagai falsafah hidup yang menyatukan bangsa Indonesia."ya Allah ya qowwi ya matin. Engkau menganugerahkan pancasila sakti sebagai falsafah hidup yang menyatukan dan membimbing kami dalam kehidupan berbangsa dan bertanah air," terangnya.Nasaruddin juga mengingatkan bahwa kemerdekaan Indonesia diperoleh dengan harga yang mahal. Ia memohon agar bangsa Indonesia diberikan kekuatan dan kemampuan untuk mengisi kemerdekaan dengan prestasi."Melalui hari kesaktian Pancasila ini kami mohon sadarkanlah kami semua bahwa harga sebuah kemerdekaan itu amat mahal," ucap dia.Dalam salah satu bagian doanya, Nasaruddin secara khusus memohon agar Indonesia dijauhkan dari perpecahan. Sebab, menurutnya, perpecahan dapat menguras energi bangsa."Hindarkanlah kami dari berbagai perpecahan yang bisa menguras energi bangsa kami," kata dia.