Basarnas Minta KM Virgo Segera Diangkat, Sudah Sentuh Tanah

Wait 5 sec.

Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii (kanan) memberikan keterangan update penanganan kecelakaan Kapal Motor Penumpang (KMP) Virgo Transport 8 di Posko Nasional Pelabuhan Tri Sakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Rabu (16/9/2026). Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTOKepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mendorong segera dilakukan pengangkatan badan atau salvage KM Virgo Transport 8 yang terbalik dan tenggelam di Perairan Masalembo, Laut Jawa, Kalimantan Selatan."Dan ini sudah dalam proses bahwa owner kapal setelah melaporkan ke pihak asuransi dan setelah diobservasi kita fasilitasi waktu itu dari pihak asuransi untuk melihat kondisi dan dipastikan asuransi bisa untuk melakukan tindakan salvage," kata Syafii di Hotel Grand De Djokja, Kota Yogyakarta, Selasa (29/9).Syafii mengatakan pengangkatan, pemindahan, hingga penenggelaman kapal yang mengganggu alur laut merupakan wewenang Kementerian Perhubungan, khususnya Direktorat Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan.Di sisi lain, tindakan pengangkatan kapal ini diharapkan bisa mempermudah evakuasi bagi para korban yang kemungkinan masih terjebak di bangkai kapal."Karena kita tahu di dalam kapal masih ada korban, kita meminta bahwa amanah undang-undang itu bisa dilaksanakan secepat-cepatnya. Dengan harapan untuk bisa kita laksanakan evakuasi atau pencarian dan evakuasi seluruh korban yang berada dalam kapal," katanya.Menurut Syafii, kondisi badan KM Virgo telah menyentuh tanah di dasar perairan. Di sisi lain ukuran kapal mencapai panjang 120 meter, lebar 21 meter, dan tinggi 18 meter."Mungkin ini juga ada faktor-faktor kesulitan sendiri sehingga tidak semudah itu langsung bisa diapungkan kemudian dibalik," ujarnya."Ternyata untuk proses pengapungan juga kita kemarin sempat komunikasi mungkin akan melibatkan negara yang memiliki kemampuan itu," jelasnya.Pencarian Terus DilakukanDi sisi lain, Syafii mengatakan pencarian korban masih akan terus dilakukan dengan mempertimbangkan cuaca dan keselamatan personel."Operasi SAR tidak akan pernah dihentikan selama masih memungkinkan untuk bisa menemukan korban dan mengevakuasi korban," katanya.Menurutnya, Laut Jawa tergolong laut dangkal. Kondisi arus yang ada di dasar permukaan, di tengah, maupun yang ada di permukaan, memiliki arah yang berbeda dengan kecepatan jauh di luar normal."Kita melakukan penyelamatan itu normalnya itu sebenarnya di 1,5 knot kecepatan arus. Tapi yang terjadi pada saat itu sampai menyentuh di atas 6 bahkan pernah menyentuh 7 knot," katanya."Artinya mulai dari alat dan juga penyelam tidak direkomendasikan untuk melaksanakan operasi underwater. Karena itu kita memanfaatkan situasi perubahan pasang surut inilah momen yang pas," jelasnya.Dikutip dari Antara, data manifes total 243 orang penumpang dan awak. Sebanyak 179 korban telah ditemukan, terdiri dari 108 orang selamat dan 71 orang meninggal dunia. Sementara itu, 64 orang lainnya masih dalam pencarian.