Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia Kejagung ST Burhanuddin usai pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026). Foto: Galih Pradipta/ANTARA FOTOPelantikan Drajad Wibowo sebagai Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian menjadi salah satu berita populer kumparanBISNIS sepanjang Kamis (1/10). Selain itu, ada pula kabar mengenai penunjukan Muhammad Sarmuji sebagai Menteri Perindustrian menggantikan Agus Gumiwang. Berikut rangkuman berita populer tersebut:Profil Drajad Wibowo yang Dilantik Prabowo Jadi Wamenko PerekonomianPresiden Prabowo Subianto resmi melantik ekonom senior Drajad Wibowo sebagai Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (1/10). Langkah strategis ini menempatkan Drajad untuk mendampingi Airlangga Hartarto dalam memperkuat koordinasi kebijakan fiskal dan moneter nasional. Drajad yang lahir di Surabaya pada 20 Mei 1964 memiliki latar akademis kuat sebagai lulusan Fakultas Pertanian IPB Angkatan 19 tahun 1987, sebelum melanjutkan studi Master dan Doktor di University of Queensland, Australia.Secara profesional, rekam jejak Drajad didominasi oleh perannya sebagai ekonom senior di Institute for Development of Economics and Finance (INDEF). Keahliannya di sektor finansial terbukti dari berbagai posisi strategis yang pernah diembannya, termasuk sebagai Komisaris BNI, Anggota DPR RI periode 2004-2009 di Komisi XI, hingga menjabat sebagai Komisaris Utama PT Permodalan Nasional Madani (PNM) per Juli 2025 menggantikan Arif Rahman Hakim. Kehadiran figur pakar pembangunan berkelanjutan ini diharapkan mampu menyelaraskan program ekonomi makro dengan target-target pertumbuhan nasional yang dicanangkan pemerintah baru.Sarmuji Ditunjuk Jadi Menperin Gantikan Agus GumiwangPergeseran pos kementerian di sektor riil terjadi setelah Presiden Prabowo menunjuk politikus Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, sebagai Menteri Perindustrian yang baru. Sarmuji menggantikan posisi Agus Gumiwang Kartasasmita pasca mendapatkan konfirmasi dan panggilan resmi dari Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, pada Kamis pagi (1/10). Transisi kepemimpinan ini menandai langkah taktis pemerintah dalam menyusun formula baru bagi arah kebijakan industri nasional.Sebagai Menperin, Sarmuji dihadapkan pada tantangan besar untuk memacu kontribusi sektor industri pengolahan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional di tengah dinamika ekonomi global. Fokus utamanya diproyeksikan mengarah pada peningkatan daya saing produk dalam negeri dan percepatan pertumbuhan industri manufaktur nasional. Langkah restrukturisasi ini diharapkan mampu memberikan stimulus positif bagi sektor industri berorientasi ekspor maupun pasar domestik.