Ilustrasi perundungan atau bullying. Foto: Rawpixel.com/ShutterstockSeorang siswa kelas 2 SD Negeri 01 Kebondalem, Pemalang, berinisial MHAQ (7) meninggal dunia pada Rabu (30/9). Dari informasi yang dihimpun, ia diduga menjadi korban bully atau perundungan oleh kakak kelasnya.Korban sempat mengeluh kesakitan di perutnya. Kemudian, korban dibawa ke RSUD Ashari, Pemalang, oleh orang tuanya sekitar pukul 16.00 WIB. Namun, nyawanya tak tergolong dan dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 17.00 WIB.Kasat Reskrim Polres Pemalang, AKP M. Faizal Wildan Umar Rela, mengatakan saat ini Tim Laboratorium Forensik (Labfor) dan Bidang Kedokteran Kepolisian (Biddokkes) Polda Jawa Tengah telah melakukan autopsi pada jenazah korban."Setelah selesai autopsi, anak korban akan diserahkan pada pihak keluarga untuk dimakamkan sore ini," kata Faizal lewat keterangannya, Kamis (1/10).Faizal menyampaikan, awalnya pihaknya menerima laporan dari warga terkait meninggalnya korban."Usai meminta keterangan dari keluarga korban, dilanjutkan autopsi pada jenazah anak korban, untuk mengetahui penyebab kematian anak korban," ucapnya."Autopsi dilakukan, atas persetujuan keluarga dari anak korban," imbuh dia.Ia mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan pendalaman untuk mengungkap kejadian meninggalnya pelajar SD tersebut."Saat ini kami masih melakukan penyelidikan, serta melakukan pendalaman terhadap saksi-saksi, juga berkoordinasi dengan dinas dan instansi terkait," kata Fauzi."Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan, jika ditemukan adanya unsur pidana, maka akan diproses sesuai prosedur hukum yang berlaku," tambahnya.